
James begitu kaget karena mendapatkan telpon jika Lily akan melahirkan lebih awal, dan sekarang Lily sedang dalam perjalanan ke rumah sakit.
Tak tinggal diam James langsung meninggalkan meeting penting nya, membuat Nuri yang melihat wajah cemas Bos nya itu heran.
"Kenapa tuan terlihat cemas, apa tuan Xeni melakukan hal aneh lagi" gumam Nuri melihat kepergian James.
"Kepo" celetuk Seno membuat Nuri melotot.
"Apasih ikut-ikutan aja, dasar jomblo tidak laku" Nuri berjalan pergi dari ruangan meeting.
"Aku jomblo? lalu dia apa? janda tidak laku!" Seno berbicara sendiri.
"Hey aku masih mendengar suara mu!" teriak Nuri di luar ruangan.
Seno yanh mendengar suara Nuri terkekeh, dan keluar dari ruangan meeting.
"Janda hot, ajarin adek buat anak dong Tante" goda Seno sambil berjalan mengintili Nuri.
Nuri yang di hadapkan dengan tingkah laku sekertaris Bos nya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Seno memang sudah gila, bagaimana kalau dia benar-benar mengajari pria itu membuat anak.
"Adek, ingat umur kamu sudah kepala tiga" ketus Nuri.
"Ya sudah kepala tiga, tapi kan nggak pantes di panggil Abang juga kan yang di goda nya tante-tante, ehk Janda" ucap Seno sambil nyengir.
Membuat Nuri yang berjalan seketika berhenti di tempat, dia menatap tajam Seno yang masih cengengesan melihat nya.
"Iya bukan Tante tapi kakak" Seno masih tak bisa membaca raut wajah marah Nuri.
Dia sudah biasa menggoda Nuri jadi Seno pikir Nuri tak akan mempermasalahkan candaannya seperti biasnya.
Plakk !
__ADS_1
Satu tamparan mendarat di pipi Seno dan itu dari Nuri.
"Kenapa aku di tampar?" tanya Seno tidak terima.
"Dengar baik-baik sekali lagi kamu panggil aku tante dan Janda aku hajar kamu, emang kenapa kalau aku janda toh aku nggak ngerugiin kamu, dan satu hal lagi aku juga nggak minta makan sama kamu jadi jangan so akrab dengan ku!" tegas Nuri lalu pergi meninggalkan Seno yang terdiam kaku melihat kepergian Nuri.
Seno mengusap pipi nya yang masih terasa sakit lalu melihat Nuri yang berjalan dengan langkah yang terlihat seksi.
"Janda tapi body nya aduhai banget sih, jadi penasaran gimana rasanya__" gumam Seno terhenti karena mendengar suara bisik-bisik di belakang nya.
Seno seketika melotot dan memberikan tatapan tak suka nya pada beberapa karyawan yang ada di belakang nya.
"Kenapa kalian masih di sini, sana kerja bukan nya menggosipkan orang terus" ketus Seno sambil berjalan dengan perasaan malu.
Sedangkan di tempat lain James baru sampai di rumah sakit, dan dia langsung ke bagian resepsionis.
Dan tanpa James sadari ada seseorang yang mengikuti nya, dia tak lain adalah Xeni yang ternyata sudah mengikuti James dari kantor.
"Papa terlihat cemas, aku yakin pasti jala*g nya ada di rumah sakit ini" gumam Xeni yang bersembunyi.
Brugkkk !
"Maaf" kata suster.
"Kalau dorong itu lihat-lihat" Xeni marah-marah karena perutnya terasa sakit di tabrak brankar.
Padahal dia sendiri yang menabrak brankar tapi Xeni malah menyalahkan suster.
James yang mendengar suara Xeni seketika melotot, dia langsung berbalik dan alangkah terkejutnya dia melihat Xeni yang berada di rumah sakit yang sama dengan nya.
"Dia pasti mengikuti ku, aku harus memindahkan Lily" gumam James sambil berjalan buru-buru masuk ke dalam Lift.
Dan Xeni yang sedang marah baru sadar jika dia kehilangan jejak Papa nya, tapi bukan Xeni jika dia tidak memiliki ide cemerlang.
__ADS_1
Xeni menanyakan ruangan yang di tempati Lily pada resepsionis, tapi karena ada beberapa orang yang sedang bertanya pada resepsionis Xeni pun harus menunggu antrian dulu.
"Lihat saja aku akan menemukan mu Lily, kamu tidak bisa mencuri Papa ku, tidak bisa!" gumam Xeni sambil melihat ke depannya yang ada nenek-nenek.
Xeni berniat menyelip dan mendahului si nenek, tapi tiba-tiba pantat nya di pukul tongkat.
"Ngantri!" kata nenek-nenek itu marah.
"Aku sedang buru-buru" kata Xeni.
"Kamu pikir saya juga tidak buru-buru, kamu masih muda ngalah sama yang tua, minggir nggak!" si nenek terus memukul pantat Xeni membuat Xeni meringis.
"Dasar nenek-nenek gila!" kesal Xeni yang pantat nya di pukul terus.
Mendengar dia di katai gila si nenek langsung memanggil seseorang, dan tak lama setelah itu datang pria yang bertubuh tegap tinggi.
"Kenapa sayang?" tanya pria itu.
"Dia mendahului ku, singkirkan dia" titah si nenek sambil memukul pantat Xeni lalu kembali ngantri di depan Xeni.
Xeni yang melihat pria berbadan tegap itu menelan ludahnya kasar, dia tidak tau jika si nenek masih doyan daun muda.
"Si nenek emang masih bisa?" celetuk Xeni bertanya.
Pria berbadan tegap itu menggelengkan kepalanya.
"Yang tua mudah mati, setidaknya tidak perlu cape-cape bekerja" balas pria itu berbisik.
Xeni mangut-mangut dan melihat si nenek yang sudah tua rentan, lalu teringat akan Papa nya yang sudah 40 tahun sedangkan Lily masih 20 tahun.
"Usia Lily setengah dari usia Papa, pasti dia juga memiliki pikiran sama seperti pria itu. aku tidak akan membiarkan Papa sampai menikahi Lily, tidak akan!" batin Xeni sambil menunggu si nenek yang di temani suaminya.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏