Ranjang Papa Mertua Ku

Ranjang Papa Mertua Ku
Janda kaya


__ADS_3

Dua Minggu berlalu..


James tidak bisa tenang karena terbayang-bayang akan mimpi istrinya, dan sikap aneh suaminya bisa Lily rasakan.


"Mas ada apa?" tanya Lily yang melihat suaminya diam saja di kamar.


Bahkan Lily merasa bingung karena suaminya tidak meminta menjenguk anak ketiga nya, biasanya James akan minta jatah seminggu 5 kali.


Tapi sekarang James tidak meminta jatah selama seminggu, tentu saja hal itu membuat Lily merasa ada yang berbeda dari suaminya.


"Mas" panggil Lily sembari memegang tangan suaminya.


James yang sedang melamun seketika langsung tersadar dari lamunannya dan melirik istrinya.


"Ya" jawabnya dengan wajah yang terlihat begitu banyak memiliki beban.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Lily.


James terdiam dan melihat istrinya, dia terlihat ragu untuk mengatakan kebenarannya akan sakit yang dideritanya.


Apa dia sanggup melihat wajah cemas istrinya, James rasa tidak, dia tidak akan pernah sanggup melihat istrinya sedih.


"Mas"


"Aku mau bicara sesuatu sama kamu" James menatap istri nya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Bicaralah aku akan mendengarkan" balas Lily cepat.


James menarik nafasnya panjang lalu mulai menceritakan semua tanpa terkecuali.


Lily mendengarkan semua cerita suaminya tanpa berani menyala ucapan nya, James masih belum mengatakan semuanya dia masih berbicara berbelit-belit.


Hingga..


"Aku sakit jantung, itu semua terjadi karena aku memiliki kebiasaan meminum alcohol" jelas James.


"Mas minum alcohol?" tanya Lily kaget.


"Tidak, maksud ku aku melakukan semua itu sebelum aku mengenal mu" jelas James jujur.


"Jadi dulu Mas pemabuk?" tanya Lily lagi.


Dan James hanya mengangguk karena kehidupan nya sebelum mengenal Lily memang sangat tidak terkendali.


Bahkan James selalu pulang larut malam bersama kedua teman nya, Robert dan Ben yang selalu menemani nya mabuk.


"Mas" Lily memeluk James.


Air mata nya jatuh tanpa di minta, bagaimana bisa dia tidak tau jika suaminya sakit.

__ADS_1


"Jangan menangis, aku baik-baik saja" kata James menenangkan.


"Mas sakit jantung, itu sakit yang tidak biasa" Lily menangis.


Membuat James mengusap air mata istrinya, dan Lily masih menangis di pelukan James.


"Sayang, aku bercerita bukan untuk melihat kamu sedih" James menangkup kedua pipi Lily.


"Hey, jangan menangis" James menciumi pipi Lily.


Lily menatap James dengan air mata yang terus berderai hingga akhirnya James harus bisa menenangkan sang istri dengan pelukan nya.


Dan setelah beberapa menit James dan Lily pun tiduran.


Lily memeluk James dengan erat, dia masih tidak percaya jika suaminya bisa sakit jantung.


"Mas, apa mas sudah berobat?" tanya Lily.


"Sudah" balas James yang mengusap punggung Lily.


"Bagaimana kata dokter?" tanya Lily penasaran.


"Aku harus operasi" jelas James.


"Apa mas setuju?" tanya Lily lagi.


Dan James terdiam, itulah yang dia takutkan saat ini.


"Mas"


Lily mengadahkan pandangan nya untuk menatap suaminya.


"Apa yang Mas takutkan?" tanya Lily.


"Aku takut operasi nya gagal dan___".


"Jangan lanjutkan" tegas Lily.


"Dan aku tidak bisa meninggalkan mu, aku tidak bisa membuat kamu dan anak-anak sedih jika aku pergi" lanjut James lagi.


Lily mendengar ucapan suaminya langsung memukul dada suaminya.


Awww !


"Sayang sakit" James memegang dada nya.


"Ma-maaf, aku tidak bermaksud" Lily mengusap dada James pelan.


Keduanya terdiam sebentar, lalu tiba-tiba James memeluk Lily dari belakang dan mencium punggung Lily.

__ADS_1


"Aku sangat menyayangi mu" kata James.


"Aku juga mas" balas Lily pelan, air matanya menetes karena memang sejak tadi Lily menahan diri untuk tidak menangis lagi.


"Hem" James membalikan badan Lily supaya berhadapan dengan nya.


Dan setelah itu James naik ke atas tubuh Lily, tanpa basa-basi dia mencium bibir Lily dengan ganas.


Lily membalas ciuman itu, keduanya saling berbalasan ciuman dan tangan James juga tak mau diam meremaaas si kembar bulat.


"Ahk Mas!" Lily menggeliat.


"I love you" James membuka kancing baju Lily dan setelah itu menghentikan ciuman nya.


Keduanya saling membuka pakaian masing-masing, dan setelah saling polos James langsung mencumbui tubuh istrinya.


James juga meninggalkan jejak petualang my di beberapa titik, hingga akhirnya dia lanjut ke intinya untuk menjenguk anak nya.


Akibat terlalu memikirkan masalah penyakit nya James pun jadi lupa akan menjenguk calon anak ketiga nya, dan sebagai gantinya dia akan memberikan servis terbaiknya malam ini.


Keduanya kembali memadu gairah di ranjang, bagi James sekalipun dia sudah memiliki dua anak dari istrinya tapi tubuh Lily masih menjadi candunya.


Satu jam berlalu..


"Kamu lelah sayang?" tanya James sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya.


"Hem, sedikit" balas Lily sambil memeluk James.


"Jadi kamu mau lagi?" tanya James lagi.


Dan Lily dengan cepat langsung menggelengkan kepalanya.


"Nggak, besok lagi" balas nya.


James mendengar itu tertawa hingga tawanya itu terhenti karena ucapan Lily.


"Mas aku mau kamu operasi" kata Lily memohon.


"Tapi sayang aku takut nanti___" ucap James terhenti.


"Kamu melakukan operasi atau tidak itu adalah dua hal berbeda, jika kamu tidak melakukan operasi maka kamu siap untuk membuat aku menjadi janda kaya yang banyak uang" Lily menjeda ucapan nya.


"Tapi jika kamu melakukan operasi maka kamu memiliki kesempatan untuk melihat anak-anak kita dewasa, tidak ada hasil tanpa usaha jadi aku sangat yakin jika kamu akan sembuh" lanjut Lily lagi.


"Sayang.."


"Mas, aku hanya ingin kamu sembuh. tapi jika kamu tidak mau ya sudah biarkan aku menjadi janda muda yang banyak uang, dengan begitu aku bisa membeli banyak pria tampan yang bisa memuaskan ku" tegas Lily.


Yang membuat James yang mendengarnya itu sangat kaget dan tidak percaya dengan apa yang diucapkan istrinya.

__ADS_1


🌹


Jangan lu,a like comment and vote ya♥️🤗🙏


__ADS_2