Ranjang Papa Mertua Ku

Ranjang Papa Mertua Ku
Kemarahan Lily


__ADS_3

Keesokan harinya James menepati janjinya untuk mengantar Lily ke rumah Brata, ayah dari Lily.


Saat masuk ke area halaman rumahnya wajah Lily terlihat berbeda, James yang menggendong baby Keyla bisa melihat raut wajah takut istri nya.


"Jangan takut aku bersama mu" ucap James membuat Lily langsung melirik nya.


"Aku deg-degan" balas Lily pelan.


"Rileks saja, kita akan melewati semuanya bersama" sahut James lagi.


Lily mengangguk lalu menarik nafasnya panjang.


Rasa takut Lily itu di karenakan Lily mengalami 19 tahun penyiksaan dan di perlakuan tak baik oleh keluarga nya.


Perlahan tangan Lily menyentuh bel, dan setelah beberapa kali memencet bel pintu pun langsung terbuka.


Ceklek..


Selly kaget melihat Lily dan seorang pria tampan yang ada di depan pintu.


"Siapa dia" batin Selly merasa tak asing dengan wajah James.


"Apa kami boleh masuk?" tanya James.


Dan Selly membukakan pintu, setelah itu dia berlari ke arah kamar Mamanya.


"Makan ini, kau pikir aku sudi mengurus mu, lihat anak mu saja tidak tau kabar nya kemana kau hanya menyusahkan aku dan Selly saja" teriak Tessa sambil menyuapi Brata.


"Mama" panggil Selly.


Selly masuk dan dia melihat makanan yang berserakan di lantai dengan jijik.


"Ada apa?" tanya Tessa menyimpan mangkuk berisi sup dan nasi itu.


"Ada Lily" jelas Selly.


"Lily?" Tessa melirik putrinya.


Selly mengangguk cepat, Brata yang mendengar ucapan Selly ingin menggerakan bibir nya tapi tak bisa.


Entah apa yang pria itu pikirkan, tapi terlihat jelas jika dia seperti sedang menangis karena di sudut matanya terdapat air mata.

__ADS_1


"Mau apa anak itu ke sini?" tanya Tessa lagi.


"Aku tidak tau Mam, tapi sepertinya dia kesini dengan suaminya dan mereka membawa bayi" jelas Selly lagi.


Tessa melirik Brata yang terbaring di ranjang dengan tatapan sinis nya.


"Ayo kita temui mereka" kata Tessa.


"Mam bagaimana kalau pria tua itu mengadu pada Lily?" Selly sedikit takut.


"Tidak akan, pria tua itu tidak pernah mencintai Lily dengan baik jika dia melakukan itu dia akan sangat malu mungkin" jelas Tessa.


Selly mengangguk dia tau jika Ayah tirinya tak pernah sekalipun mau menatap Lily, dan dia hanya memanjakan nya saja tidak dengan Lily yang terbalik di perlakukan seperti anak tiri.


Kedua wanita itu berjalan ke ruang tamu, dan saat di ruang tamu Tessa dan Selly langsung duduk.


"Mau apa kalian kesini?" tanya Tessa pura-pura ketus.


Dalam hatinya dia sedikit kesal melihat Lily yang di temani seorang pria tampan.


"Sial kenapa tampan sekali, dari mana Lily mendapatkan pria setampan itu" batin Tessa.


"Kami ingin bertemu dengan tuan Brata" kata James.


"Untuk apa?" tanya Selly sewot.


"Tentu saja karena Lily putrinya" balas James.


"Papa sedang sakit, kedatangan kalian tidak di harapkan seperti nya" Selly menjawab lagi.


Mendengar Ayah nya sakit Lily tidak kaget karena terkahir dia tau jika ayah nya sakit setruk.


Lily berdiri berniat mengecek keadaan sang ayah, tapi baru saja dia akan melangkah di hentikan oleh Selly.


"Kau mau kemana? itu bukan ayah mu, kau tau bukan kalau ayah tak pernah menyukai mu" Selly sengaja mengatakan itu.


Dan benar saja Lily langsung diam, dia teringat akan kata-kata ayahnya saat dia masih berada di rumah ini.


"Kau beruntung aku masih mengurus mu setelah ibu mu meninggal, kau tau aku begitu sangat membenci mu karena kau bukan anak ku"


Kata-kata itu selalu Lily ingat, dia tidak tau kenapa Papa nya bersikeras mengatakan jika Lily bukan anak nya padahal Lily jelas-jelas Lily adalah anak Brata.

__ADS_1


"Sadar diri, kau tidak pernah di sayangi" Selly tak mau diam.


Sedangkan Tessa dia melihat suami Lily yang tampan, dan terus menggerutu karena bukan dia saja yang menikahi pria setampan James.


"Sayang, ayo kita lihat ayah" James memegang tangan Lily.


"Tapi Mas" Lily yang terpengaruh oleh ucapan Selly sedikit ragu.


"Tidak apa, jika Ayah mu masih keras kepala maka dia adalah orang paling bodoh sedunia" kata James sambil menatap tajam Selly.


Lily akhirnya pergi ke kamar Ayah nya bersama dengan James, Tessa melihat itu dia buru-buru mengikuti kemana Lily dan James pergi.


"Mam apa Mam akan meminta uang pada Lily?" bisik Selly.


"Mam akan merebut suaminya, dia tampan" bisik Tessa.


Selly kaget mendengar ucapan Mama nya yang terlalu halu itu.


Sedangkan Lily dia mencium bau tidak sedap saat masuk ke dalam kamar, dan saat melihat kondisi ayah nya Lily hanya bisa terdiam.


Brata kaget melihat James yang bersama Lily, dia pikir Lily menikah dengan Xeni pemuda yang membawa Lily kabur.


"Apa kalian tidak mengurus tuan Brata?" tanya James pada Tessa dan Selly.


"Mengurus? berapa kau bisa mengaji kami?" tanya Selly.


Plakk !


Lily menampar pipi Selly begitu saja.


"Ayah begitu menyayangimu Selly, kau benar-benar tidak punya hati pria ini selalu memberikan apapun yang kau mau, dia bahkan tak memperdulikan uang nya habis hanya untuk shopping kalian tapi kenapa? kenapa kalian malah seperti ini padanya" Lily berteriak.


Dada nya terasa sesak apalagi sesaat melihat keadaan ayahnya yang begitu menyedihkan.


Entah sudah berapa lama celana nya tidak di ganti, Lily benar-benar tidak bisa mengendalikan kemarahan nya pada Tessa dan Selly.


"Dan kau! Ayah begitu mencintai mu, dia selalu menomorsatukan keinginan kalian di bandingkan dengan keinginan ku, apa ini balasan dari kehidupan mewah yang di berikan ayah ku! hah" teriak Lily yang kali ini berani menunjuk wajah Tessa dengan kemarahan nya yang membeludak.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2