RAYUAN ASMARA(Based On True Story)

RAYUAN ASMARA(Based On True Story)
Bab 14


__ADS_3

Aku memang benar-benar mengenal Mbak Dina, dia dulu sempat mengajariku saat pertama dulu masuk kelas 1, tak lama memang tapi, aku cukup baik mengenalnya, mungkin karna dengan suara indah dan parasnya mudah untuk Mbak dina dikenal, tapi saat ini Posisinya sudah di ganti Mang Malik, KK kelasku, aku juga sempat bertanya perihal mbak dina, dan katanya dia sudah menikah.


“Sebenernya aku kesini juga sambil mau nemuin seseorang A,” sambungnya lagi


“Siapa?” Tanyaku heran.


“Meli kenal?” jawab nya


“Ouh Meli, kenal lah” jawabku lagi


“Dulu aku kenal dari Mbak dina, sudah lama kami saling kenal cuman jarak jauh via ponsel, karna waktu itu aku juga kan masih di Banten, karna kebetulan aku selesai disana dan gak tau lagi mau lanjut kemana yaudah aku kesini aja sekalian nemuin dia” sambung nya lagi.


“ternyata banyak juga yang jatuh Cinta di sini” gumamku dalam hati


“Yasudah, aku sekolah dulu ya” potong ku mengakhiri percakapan.


Dia saat itu Adik kelasku di sekolah, karna satu atap dengn MTS dan SMK, maka jadwal belajarnya juga dibagi-bagi, pagi untuk MTS, siang untuk SMK.


Di kelas hari itu pelajaran B.Inggris, pelajaran yang aku suka, tapi saat tugas, aku sengaja pura-pura tak paham dan bertanya Pada Cindy, aku hanya modus ingin mendekatinya


“Cin yang ini gimana sih” tanyaku dengan ekspresi pura-pura bingung,


perlahan dia mulai menjelaskan semua, dan aku hanya mengangguk sambil terus menatap nya , hatiku tenang saat melihat dua bola mata itu,itulah mengapa aku sangat suka memperhatikan dengan lama-lama,


“Udah ngerti pik?, Pik? Ngerti belum?” tanya nya sambil menyadar kan aku yang sedang bengong,


dengan terkejut aku menjawab nya cepat,

__ADS_1


“emhh iyah Cin, ngerti kok ngerti”


“Coba jelasin lagi yang tadi aku jelasin ke kamu” sambung nya mengetes ku,


Aku lupa saat itu aku bertanya soal apa pada nya, tapi aku ingat betul,aku bisa menjelaskan nya kembali dengan baik dan benar, dia terperanga dengan itu, mungkin dia tak menyangka aku akan bisa seperti ini,


“Emhh ya ampun, pinter juga yah kamu pik,” katanya sambil berdiri menatap ku,


“Hehehe, kebetulan cin,” Jawab ku


“Apa jangan-jangan kamu cuman ngetes aku aja yah pik, ayoo ngaku aja,” katanya mulai sadar akan modus ku ini,


dengan berjalan mundur secara perlahan karna Cindy yang terus maju, aku menjawab sambil berlari kecil


“Emang iyah hehehe” ejek ku


“Ihh dasar ya kamu, awas ya” balas nya sambil mengejar ku,


“Baru ku sadari, cintaku bertepuk sebelah tangan, kau buat remuk seluruh hatiku, seluruh hatiku”


Dengan terus memperhatikan ku ternyata dia juga membalas dengan satu lagu, lagu milik Fatin yang judulnya Memilih setia, reff nya seperti ini kalo aku tak salah


“ Inilah akhirnya harus ku akhiri, sebelum cintamu semakin dalam, maaf kan diriku memilih setia, walaupun ku tahu cintamu, lebih besar darinya”


kami saling menatap setelah nya, aku harap itu bisa mewakili semua yang sedang kami rasakan, hingga , kebersamaan kami saat itu di pasah oleh bel masuk, hmm begini lah resikonya kalo di sekolah,banyak saingan lah,banyak tugas, bahkan bel pun bisa jadi orang ketiga.


Di kelas semuaberjalan normal, hanya saja cuaca di luar sedikit mendung sedari masuk tadi, untung aku takpunya jemuran, jadi aku tak khawatir walaupun nanti hujan turun,entah dengan yang lain, biasanya kalo sudah turun gerimis teman-teman ku akan meminta izin untuk sekedar mengangkat jemuran,dan itu sudah biasa sedari dulu,tapi untung nya hari itu tak turun setetes pun air hujan jadi kami masih bisa belajar dengan semestinya, tapi,,,

__ADS_1


“Duarrrrr” suara petir terdengar begitu keras mengiringi langkah kaki guru kami yang baru saja menyelsaikan pelajaran hari ini, semua berhamburan untuk menyelamatkan pakaian masing-masing dari air hujan yang sudah turun begitu deras,


“Ehh Cin, mau kemana” tanya ku sambil menarik tas nya


“mau ke asrama lah pik, yang lain udah duluan tuh” jawabnya sambil terhenti dari lari kecil itu


“mereka punya jemuran,apa kamu juga sama?” tanya ku lagi


“ngga sih, aku gak nyuci kebetulan hari ini, takut ujan nya malah makin gede aja” katanya meyakin kan ku


“Ouh yaudah tunggu dulu aja di sini aku temenin, dari pada kamu ujan-ujanan nanti sakit” tegas ku lagi


“Emhh gak papa deh, emang kalo aku sakit kenapa hayooh” ejek nya


“Kalo kamu sakit siapa yang nanti aku gangguin hehe” jawab ku membalas ejekan nya tadi


“Eyy dasar” katanya sambil tersenyum”


Lalu aku mengambil sweater yang memang sering ku bawa, tapi jarang ku pakai karna cuaca 3 hari sebelumnya tak pernah dingin atau pun hujan


“Nih pake,” ujar ku sembari menyodorkan sweater tadi


“Terus nanti kamu gimna” tanya nya sembari mengangkat kedua alis tipis nya itu


“Aku mah gampang, gak dingin juga kok, udah biasa soalnya di kampung ku dulu cuaca dingin kayak gini udah biasa” tepis ku agar ia mau mengenakan sweater itu


“Yaudah deh aku pake ya, kebetulan aku gak bawa, soalnya tadi pagi cerah si, jadi gak tau kalo mau ujan” jawabnya sembari mengambil pelan sweater itu dan mulai mengenakan nya

__ADS_1


Jika saat itu bukan di area asrama bisa saja aku yang memaksanya untuk main hujan dengan ku, aku antar dengan motor dan dia memeluk ku dari belakang, tapi itu hanya sekedar khayalan, disini beda lagi cerita nya, aku tak mau dia sakit, sedangkan dia di sini sendiri jauh dari orang tua, akhirnya kami mengobrol di depan kelas di temani rintik hujan yang seakan menjadi nada yang menambah kesan pembicaraan kita saat itu,


setelah hujan benar-benar selesai, kami masih melanjutkan obrolan kecil sembari berjalan di atas jalanan yang becek, sampai di depan dan kami harus berpisah di sana


__ADS_2