RAYUAN ASMARA(Based On True Story)

RAYUAN ASMARA(Based On True Story)
BAB 32


__ADS_3

Kesokan paginya disaat semua belum terbangun, aku sengaja untuk bangun lebih awal untuk pergi ke makam Cindy, cuaca saat itu seperti menuntun aku larut dalam kesedihan, aku berjalan menuju makamnya dengan pikiran kosong, aku merasa melayang dan hampa.


Setelah sampai disana, aku ucapkan salam, lalu duduk dismping makam dan mulai berbincang, menanyakan kondisinya disana, menceritakan bagaimana aku setelah ia pergi, menceritakan masa lalu kami, dimana ia pernah begitu ku benci karna tingkah juteknya itu, dimana aku juga pernah sempat ia hindari sebab tingkahku yang urakan, dalam pembicaraan itu sesekali aku tersenyum pelik, lalu tak terasa, dengan sendirinya air mata ini mengalir, aku memeluk erat nisan yang bertulis namanya dengan amat sangat erat, beberapa kali juga meminta agar tuhan cepat memanggilku agar cepat pula aku bisa bersamanya, lalu setelah itu kudoakan yang terbaik untuknya, dan lekas kembali kerumah agar mamah dan Rizky tidak bingung mencariku.


Sampai disana ternyata Rizky sudah duduk di teras depan, menyantap kopi hangat dengan gorengan sambil menikmati udara pagi hari, dan umi sedang bersiap untuk kembali bekerja,


"Eh opik, darimana?" Tanya umi


"Habis dari makam mi"


Mendengar itu umi tak menjawab, ia hanya tersenyum lalu mendekat padaku, ia mengelus rambutku dan berterimakasih karna aku begitu menyayangi anaknya, lalu kujawab sama-sama, dan berterimakasih kembali sebab beliau pernah melahirkan seorang putri cantik yang begitu luar biasa


"Eh umi mau kemana?" Tanyaku memecah kesedihan


"Mau mulai kerja lagi"


"Udah mau mulai lagi?"


"Iya atuh, kalo gak mulai lagi, umi dapet penghasilan darimana?"

__ADS_1


"Oiya ya, terus bapak dimana?" tanyaku lagi


"Bapak masih didalem, gak enak badan kayaknya"


"ouh gitu, yasudah umi hati-hati ya"


"Iya nak"


"Kami juga pamit pulang aja kalau gitu mi"


"Jangan! Kalian santai dulu aja disini, bapak juga kan masih belum bangun"


"udah, kan umi bilang kemarin, rumah ini jadi rumah opik juga sekarang"


aku bahagia mendengar itu, tapi juga sedih, sebab aku mendangar itu setelah Cindy tak ada


"Yaudah mi, opik disini dulu sambil nunggu bapak bangun"


"Iya, umi berangkat dulu, kalau mau nyusul umi, warung umi ada di depan, sebelah kanan pertigaan"

__ADS_1


"oiya mi, siap, hati-hati"


Setelah mengucap salam umi perlahan memacu sepeda motornya itu, sedangkan Rizky kulihat sedari tadi diam saja, hanya sibuk memakan gorengan dengan kopi panasnya itu, tanpa menatapku ia bertanya mengapa aku pergi ke makam Cindy lagi buta sekali, dan tidak membangunkannya, dan aku jawab, sebab aku tak ingin mengganggu tidurnya. Tanpa menjawab lagi ia hanya mengangguk paham apa maksudku, aku tahu mengapa ia bertanya seperti itu, biar kujelaskan, Rizky ini orang yang hobi menonton film bergenre horor, dan salah satu yang ia yaitu film berjudul BANGKIT DARI KUBUR mungkin karna itulah ia merasa atau berfikir, aku akan melakukan hal aneh di makam Cindy, seperti ritual atau sebagainya, memang terdengar konyol, tapi memang itulah Rizky.


Tak lama setelah itu, aku mendengar suara bapak yang sepertinya sudah bangun, setelah kulihat dari kamar mandi, bapak berjalan pelan menghampiri kami


"Udah bangun ternyata, maaf ya bapak kesiangan ini"


"Eh iya pak, Enggak kok pak, bapak istirahat lagi aja, kata Umi bapak sakit?"


"Iya ini pik, Bapak gak enak badan, maaf ya bapak tinggal lagi"


"Iya pak silahkan, kami juga ini maubsekalian langsung pamit aja"


"Loh kok gitu, terus si umi mana?" Tanya Bapak


"Si umi udah berangkat jualan lagi pak"


"Ouh gitu"

__ADS_1


"Yasudah pak, aku pamit ya, bapak cepet sembuh"


__ADS_2