RAYUAN ASMARA(Based On True Story)

RAYUAN ASMARA(Based On True Story)
Bab 5


__ADS_3

Dia sudah menungguku di depan kelas, karna saat itu semua orang sudah pulang, jadi aku tak malu mendekatinya.


“Hai, sudah lama nunggu ya?” sapaku sembari membenarkan posisi tas di punggung yang belum pas.


“Hai, enggak kok, baru tadi,” jawabnya dengan satu senyuman kecil saat itu.


“Syukur deh, oiya mau nanyain apa?” tanyaku lagi


“Enggak, aku mau tanya aja kenapa tadi kamu nolongin aku, padahal aku tahu, kamu gak suka kan sama aku” katanya dengan tangan yang seperti tak bisa ia hentikan untuk bergerak


“Ouh itu, enggak bukan Apa-apa, ya kaya ucapanmu tadi siang, kamu kan murid baru , jadi takutnya kamu gak nyaman sekolah disini, nanti ngadu lagi sama orang tua mu, kan nanti sekolahku juga yang rugi, hihi”


“Masa sih cuman itu? Bener gak ada yang lain?” tanyanya lagi dengan wajah yang mulai terangkat.


Aku lalu menjawab sembari sedikit tersenyum saat itu "Ia bener, Cuman itu kok,,”


Kami melanjutkan obrolan pendek itu sembari berjalan, pelan-pelan tapi, kalo jalannya cepet mana mungkin aku bisa begitu santai mengobrol dengannya, hehehe.


Hari itu hari pertama aku bisa berbincang dengannya, sebagai seorang sahabat, Kini aku sudah mengenalnya, dan Dia juga sudah mengetahui namaku. Sudah lama katanya.


Aku hanya sudah bersahabat dengannya, tapi tidak begitu akrab, jadi kalian jangan berpikir hari-hari selanjutnya setelah kejadian itu aku semakin dekat dengan-nya, kalian salah, mungkin di hari-hari setelah kejadian itu, aku tak canggung lagi dengannya, hanya itu.

__ADS_1


Satu minggu setelahnya sebelum masuk, aku melihat sudah sangat ramai orang di depan kelas, entah apa yang sudah terjadi aku pun tak tahu, jika bertanya pada Aziz jawabannya pun pasti akan sama, karna hari itu dia pergi ke sekolah denganku, karna penasaran aku bertanya pada Sulis yang kebetulan ada disana, Oiya Sulis berteman dekat dengan Cindy, orangnya pintar, humble, bersahabat dan baik pada siapapun, Aku tak pandai menceritakan kepribadian seseorang, karna di setiap orang pasti memiliki karakternya masing-masing, aku hanya menjelaskan tentang apa yang ku tahu saja, jika nanti Sulis membaca ini,tolong sampaikan maafku jika ada yang salah.


“Ada apa si Lis, ko pada ngumpul disini?” tanyaku sembari menepuk pundaknya


“Ehh opik, ngagetin aja, Nggak pik, ini Ncin dapet surat banyak banget dari cowok, sebagian juga ada yang dari kakak kelas kita”


( Ncin itu sapaan akrab sulis kepada Cindy,)


"Surat apa? Ancaman penculikan?


Sulis tertawa, tapi sedikit


"Nggak atuh pik, surat Cinta" katanya


“Ia Pik, dia juga kaget dapet surat banyak gini, mana barengan lagi,” sambung sulis


“ Hihi, kayak yang mau dibagi sembako aja ya lis,” cibirku lagi dengan nada mendekati hinaan.


Sulis menjawabku sembari menggelengkan kepalanya, kalo gak salah tiga kali gelengan, deh.


“ Ahh kamu mah Pik bisa aja hihi”

__ADS_1


“ Hihi, udah ahh lis, mending masuk aja, gak enak ngumpul di depan gini, mau bel juga kan sebentar lagi, takut ada guru yang liat entar mikirnya macem-macem lagi,” sembari meninggalkan sulis dan yg lain


“ Iya pik ini juga mau masuk kok.”


Saat itu aku tak merasa cemburu dengannya, rasanya seperti biasa saja mendengar hal itu, di kelas Aziz kembali beraksi dengan pertanyaannya yang aneh itu.


Mungkin ini kesempatan Aziz untuk kembali menghinaku, apalagi sekarang Si Cindy dapet surat cinta banyak kayak gini lagi hadeh.


“ Pik, lu gak cemburu liat Cindy dapet surat kek gitu,?” katanya dengan tawa hinaan di wajahnya


“ lu mah kebiasaan ziz, ngapain aku cemburu, dia temanku ziz,” kataku sembari meniru tawa hinaan itu


“ Oke deh oke, gua udah nebak jawaban lu pasti gitu, terus lu gak mau gitu coba ngirim surat juga hihi, siapa tau aja di bales hehe”


Saat Aziz berbicara seperti itu, sebetulnya aku tak begitu tertarik dengan omongan Aziz, tapi setelah kupikir, apa salahnya, toh cuman main-main ini, mau dibalas atau pun tidak, aku takkan kecewa.


Lalu kubuatlah satu surat kecil untuknya, isi dalam surat itu hanya sebuah salam dalam bahasa Arab (Assalamu’alaikum) aku tak begitu niat untuk memberinya surat, makannya kenapa aku hanya memberinya Sebuah salam, Aku menitipkan surat itu lewat Aziz, karna entah kenapa aku seperti merasa malu untuk memberinya sendiri, aneh.


Kegiatan belajar pun kembali seperti biasanya, hari ini kami belajar bahasa Inggris, walaupun tak jago, tapi aku sedikit paham tentang bahasa inggris ini, dari pada harus menghitung uang ghoib kayak kemaren hehe.


Hari ini tugas pertamaku , dan aku cukup puas dengan nilai hari ini, sempurna, mungkin ada sebagian orang yang tak akan menyangka itu, termasuk dia, karna di kelas aku orang yang urakan dan jail, tapi kan gak salah juga kalo aku bisa.

__ADS_1


Masuk ke pelajaran ke dua, aku lupa bahwa ballpoint yang ku pakai sedari tadi sudah hampir habis, dan benar saja, ballpoint itu tewas di tengah pelajaran ke dua ini.


__ADS_2