RAYUAN ASMARA(Based On True Story)

RAYUAN ASMARA(Based On True Story)
Bab 20


__ADS_3

“kalo gitu aku nanti boleh gak main ke rumah, sekalian jemput atau gak anterin kamu pulang,” sambung ku lagi


“Emh gak usah Pik, makasih tawarannya, aku di Anterin Bapak kok, kan kata kamu juga biar lebih aman” ucapnya lagi


“Ouh gitu yah, yaudah deh gpp, “


balas ku sedikit kecewa.


Begitulah Cindy, dia juga tak pernah memperbolehkan aku untuk datang silaturahmi kerumahnya, tapi aku selalu berpikir pasti dia punya alasan akan itu, mungkin dia takut Ayah dan Ibunya mengira kalo aku ini pacarnya, entahlah, karna jika teman Ceweknya yang ke sana dia pasti akan sangat senang.


Waktu berjalan dengan cepat dimana sudah tiga bulan berlalu, dan sekarang mereka telah usai dengan praktek lapangan dan harus segera kembali ke asrama, malam itu aku kembali harus dipisahkan dengannya oleh keadaan, dia harus kembali menjalani semua kegiatannya di sana, dan aku disini harus kembali merindukannya, begitu saja terus.


Tak lama dari dari itu, di dekat rumahku di bangun sebuah PondPes, namanya Riyyadul Jurumiyyah, Saudaraku di sini menikah dengan Laki-laki pilihan Allah, Beliau yang menjadi pimpinan sekaligus guruku,A Shobah namanya, bukan aku saja yang ikut mengaji, tapi temanku yang lain juga, aku disini kembali bisa berkumpul di sebuah tempat yang sangat mulia, banyak pengetahuan baru yang aku dapat, karna A shobah ini masih cukup muda jadi pada saat menyampaikan bahasan, cara atau metode yang di gunakan a Shobah nyambung dengan kami, dan terkadang juga ada selogan-selogan cinta menurut pandangan agama yang menurut kami kaum muda sangat-sangat berguna untuk kami terapkan di kehidupan, dan juga akan sangat berguna karna bisa di terapkan di status WA, begitu kata teman ku.


Sekarang kehidupanku tidak melulu mengenai Cinta, aku sudah mulai terbiasa dengan rasa rindu yang menikam tiba-tiba, aku sudah mulai terbiasa berteman dengan hening, aku sudah mulai bisa menerima kesendirian, aku sudah mulai terbiasa akan itu semua, sekarang aku di temani teman-temanku mulai untuk berkarya kami membangun sebuah Channel di YT, niatku dengan membangun ini, aku bisa sedikit mengekspresikan semua masalah yang sedang aku rasakan, bukan aku ingin membaginya, mulanya aku hanya membuat musikalisasi puisi, dirasa kurang, kami membuat sebuah film pendek yang di ambil langsung dari ceritaku sendiri, untuk pemula kami merasa cukup puas, karna selepas beberapa hari penikmat film kami mulai bertambah, Aku bibiku, Iin dan Eri temanku cukup sukses memerankan peran kami masing-masing, sampai kami mendapatkan beberapa komen untuk lanjut ke film kedua, di film kedua ini sama saja akan cerita sebelumnya, hanya saja ada beberapa wajah baru, karna Iin dan Eri harus bekerja, kami memilih Syifa menggantikan peran Iin, dan Yoga pacarnya, terkadang Aku merasa canggung karna harus beradu akting romantis dengan Syifa dengan di saksikan langsung Oleh pacarnya, kalian pikir saja sendiri hehe, setelah cukup dengan film kami melanjutkan dengan Cover lagu-lagu dari beberapa penyanyi, seperti ST12, Cakra Khan, dan yang lainnya, sekarang keseharianku mulai disibukan dengan penggarapan beberapa konten, hingga aku sudah mulai lupa akan dirinya, aku tak tahu entah Cindy melihatnya atau tidak, aku tak terlalu berharap pula saat itu, hingga saat nya kesibukanku kembali terhenti lagi-lagi karna kondisi keuangan kami yang tak memungkin kan di tambah ada nya kesibukan masing-masing dari kami.


Saat itu aku sedang santai menikmati udara segar di PondPes sembari melihat story whaatsapp dari beberapa temanku, ada juga sebagian dari temanku yang disana, du asrama, tak sengaja aku lihat story Wahiddah teman sekelasku dulu, katanya dia mau pulang habis main dari rumah teman nya, naluriku sebagai teman mulai bergerak, aku tak ada maksud apa-apa, aku hanya ingin membantu saat iu,

__ADS_1


“Kenapa wah?” tanyaku


“Ini pik, gak ada yang jemput”


“Dimana emang, terus kenapa gak ada yang jemput, tadi kesana bareng siapa?” tanya ku lagi


“Ini di rumah si Wildah pik, tadi pulang sekolah aku langsung ke rumah dia naek angkot, trus sekarang gak bisa pulang deh” Jawabnya


“Dimana cicurugnya, opik jemput aja, kesian juga orang tua kamu takut nyariin,” jelas ku


“Gak papa, aku lagi gak ada acara juga kok, yaudah tunggu disana ya,” pungkas ku lagi.


Dengan segera aku menjemputnya, pikirku nanti bisa sekalian bertanya juga perihal Cindy, sampai disana Wahidah sudah menungguku, dan di perjalan kami mulai berbincang dengan aku yg memulai obrolan.


“Wah, Cindy gimana kabarnya?” tanyaku dengan nada yang cukup tinggi karna harus berbenturan dengan angin di jalan


“Dia baik kok pik, cuman pernah dia itu gak di temenin” jawabnya di dekat kupingku

__ADS_1


“Maksudnya wah? Gak di temenin gimana?” tanya ku lagi


“Iyah gitu pik, gatau aku juga, tapi sekarang mah ngga kok” balasnya lagi


“Alhamdulillah, iyah wah jangan yah, kesian dia, kalo dia ada salah sama kalian, bicaraain baik-baik jangan kayak anak kecil” jelas ku.


wahidah hanya menganggukan kepalanya saat itu, dan dia juga menjelaskan kalo sekarang ini Cindy sudah mulai dekat dengan Mang Syarif, katanya dia sering juga di belikan beberapa perlengkapan sekolah, seperti sepatu dll, aku yang sudah mulai bisa melupakannya, di detik itu kembali harus mengingat saat mendengar penjelasan Wahidah tadi, begitu salahnya aku hingga Cindy bisa menerima siapapun dalam hidupnya kecuali aku, begitu salahnya aku, aku yang sudah berjuang mati-matian untuknya, harus kalah dengan Dia yang baru memberi secercah harapan, aku sangat sadar jika aku bukan orang yang pantas dan terbaik untuknya, tapi setidaknya- aku juga ingin dia hargai, bukan apa-apa walaupun akhirnya ia tak dapat ku miliki, aku takkan menaruh rasa takut akan kecewa pada wanita kedepan nya.


“Kawan, jangan pernah kalian melangkah pergi dari hubungan yang telah kalian bangun Dri nol hanya karna ada satu perhatian kecil dari sang perusak”



Aku kini harus berurusan kembali dengan janjiku yang tak akan menggangu nya,mengapa di saat aku sudah mulai lupa akan kenangan dengan nya, kabar itu kembali datang seakan membangunkan kembali memori ini,


Sebetulnya jika aku mau aku bisa saja menghubunginya, karna Cindy sedang ada di rumah saat ini, aku dengar katanya di dekat rumah Cindy akan ada pengajian, yang akan di hadiri langsung oleh para Habaib dan Wan Syaikhon, Wali Allah yang amat dicintai umat, itu sebabnya ia pulang, bukan munafik aku tak pernah lagi mengabarinya tapi aku tak mau saja, rasanya perih jika harus mengetik panjang lebar hanya akan di balas dengan dua atau tiga kata..


Aneh! Saat aku mulai terbiasa tanpa harus berbalas pesan singkat menjengkelkan dengannya, sekarang malah dia yang kembali memberi pesan padaku.

__ADS_1


__ADS_2