
Mereka semua terdiam menunggu prajurit membereskan perampok itu.
Semua prajurit maju ingin meenghabisi para prampok itu tetapi kenyataan lain prajurit semua terbunuh oleh prampok seperti nya Jurisio terlalu meremehkan mereka
Mega turun dari kreta kuda nya meninggal kan lisa dan jurosio
"Mega mau ke mana kau " Jurisio menjadi kawatir.
"Aku yang akan mengurus mereka semua" bagi Mega mengurus penjahat itu seperti santapan makan malam.
Dia berdiri tepat di depan depan perampok itu .
mereka tertawa.
"Lihatlah keberanian anak kecil ini hahaha" semua kembali tertawa mereka berpikir keberanian Mega pasti nya akan sia sia.
"Baiklah kalo begitu bunuh dia aku ingin memberi makan singa ku " pedang di tujukan ke Mega semua perampok berlari ke arah Mega.
Mega mengulurkan tangan nya dan membentuk senjata terakhir nya sebelum dia pergi ke dunia ini.
Rembo,
Mega mengarahkan kepada mereka sesaat Mega tersenyum lalu. Menekan pedal nya.
Peluru berterbangan dan melaju cepat menembus badan maupun kepala,
Tanpa ampun Mega terus menembaki nya permpok yang sudah mati pun tak dapat terjatuh karena peluru terus menerus mengenai badan nya.
Dalam sekejap perampok yang berada di depan nya mati dengan badan penuh lubang di mana mana darah bercecer.
Tinggal pemimpin nya masih hidup dia jatuh berlutut badan gemetar merasakan ketakutan yang luar biasa belum pernah dia menemukan senjata yang mengerikan ini di dunia nya.
Mega perlahan lahan berjalan menuju pemimpin nya.
Keringat yang membanjiri wajah nya baju yang di kenakan semua basah karena keringat nya dia menjatuhkan pedang nya tidak ada lagi harapan untuk hidup bagi nya.
Mega membentuk karung dengan kekuatan nya lalu menutup kepala nya dengan karung.
"Di dunia ku jika di hukum mati harus seperti ini " Mega mengambil Rembo nya yang di gantikan nya seharus nya pistol tetapi karena dia sudah membunuh banyak orang maka tembak mati akan menggunakan rembo.
Dia menepatkan mulut rembo ke kepalanya " Aku akan memberi waktu berdoa agar kau di terima di sisi tuhan " Laki laki itu sudah kehilangan akal rasa takut sudah menghantui nya.
"Apa kau sudah selesai, mungkin kau tidak tau cara nya berdoa " Mega menekan pedal nya sehinga beberapa peluru mmenembus kepalan nya tetapi karena kesenangan Mega dia terus menekan pedal nya dan lupa melepaskan nya.
Sebentar aja sudah membuat nya mati apa lagi banyak mungkin kepala nya sudah hancur.
Mega menghilang kan Rembo nya lalu naik ke kereta kuda.
__ADS_1
Semua terkejut kecuali Lisa dia sudah pingsan ketika melihat pertumpahan darah tadi ,sekarang hanya ada dua prajurit dan satu pengendara kuda nya.
Mereka berjalan sedang kan jurisio masih takut melihat Mega.
"Bagaimana bisa anak ini membunuh begitu banyak perampok dan juga senjata jenis apa yang dia gunakan tadi " jurisio masih bermain dengan pikiran nya sekali kali dia menoleh ke Mega.
Perjalanan tanpa halangan yang tadi membuat mereka cepat sampai di pintu gerbang kota.
Diamana ada kerajaan di situ pasti ada ibu kota.
Mereka masuk sedang jurisio memerintahkan agar prajurit itu menyampaikan kabar kedatangan mereka.
Tanpa izin dari raja ataupun keluarganya jurisio sekalipun tidak dapat masuk mereka harus memberi kabar terdahulu sebelum mereka masuk.
"Seperti nya kita akan di jemput besok kita akan tinggal di penginapan dulu " Jurisio menepuk tangan nya lalu masuk dan memerintahkan pengendara kuda berjalan ke penginapa terpercaya.
"Selamat datang tuan, apa tuan ingi menginap di sini " ibu yang sedikit ua memberi salam.
"Iya, bisakah anda memberikan kami kamar terpisah untuk tiga orang "
"Baik tuan "
Penginapan ini adalah penginapan terpercaya kerjaan, jika mereka melakukan perjalan jauh dan pulang di sinilah mereka menginap.
"Boleh kah aku berkeliling di kota ini " tanya Mega kepada Jurisio .
Mega membuka lipatan kertas tersebut dan menampak kan peta seputar kota ini.
Mega sedikit terkejut karena mereka bungkan hanya mengunakan garis gagas aja seperti umum nya tetapi menggunakan bangunan mereka menamai nya memberi nama pemilik nya dapat di katakan ini adalah peta 3D.
"Mega berjalan keluar melihat lihat seisi kota.
Dia berhenti berjalan ketika melihat begitu banyak pemuda berjalan membawa alat tempur nya seperti nya mereka akan mengikuti pertandingan yang di bicarakan Jurisio.
Tapi ada kejanggalan di sana " Knapa setiap orang yang bertanding hanya laki laki aku tidak melihat ada oeremouan yang lewat du sana. "
Mega memegang dagu nya
" Cara daftar nya gimana, sial!
Pak tua itu " Mega mengepalkan tangan nya dan merasa jesal terhadap jurisio.
"Sebaik nya aku mengkuti mereka saja l
Mega berjalan mengikuti mereka hingga sampai pada ruangan besar disana semua orang yang akan bertanding berkumpul.
Berbaris menunggu giliran.
__ADS_1
"Oh di sana ya pendaftaran nya " Mega masih menunggu barisan yang panjang itu.
Tiba tiba ia di selat oleh seseorang laki laki berbadan besar tetapi masih golongan anak anak.
"Hei knapa kau menyelat ku " Mega menjadi kesal.
Pria itu berbalik menghadap Mega
" Kau terlalu kecil " kata kata nya seperti menantang Mega.
Mega menjadi kesal.
"Barislah dengan benar ?"
"Apa kau bilang kau hanya anak kecil tetapi ngomong sangat besar !" memang Mega adalah laki laki terkecil di sana dia bisa tidak terlihat jika orang tidak terlalu memperhatikan nya.
Pria itu menangangkat Mega dengan muda lalu melempar nya seperti membuang sampah.
"Sakit " Mega meringis kesakitan.
"Sudah aku bilang jangan melawan ku "
Laki laki itu meremeh kan Mega.
Mega berdiri lalu berjalan pelan mendekati laki laki berbadan besar itu.
Tanpa segan segan pria itu meninju Mega ketika sudah berada di deoan nya.
Mega memiringkan sedikit kepala nya membuat tinjuan laki laki itu melesat dan membuat keseimbangan nya menjadi goyah.
Mega menedang memakai lutut tepat pada perul laki laki itu, ia menunduk dan memegang perut nya seperti nya ia kesakitan.
Mega memegang kepala nya dan mendaratkan lutut nya berapa kali, wajah yang gagah dan berani sekarang telah hancur gigi nya copot ataupun patah darah darah keluar berceceran di mana mana.
Seseirang datang lalu memisahkan nya jika orang itu tidak datang mungkin saja Mega sudah membunuh nya.
"Obati dia " teriak pengawal itu ketika melihat ke adaan laki berbadan besar dengan wajah yang bonyok .
Dua prajurit lain nya datang membawa tandu mengangkat laki laki itu pergi agar di rawat.
"Knapa kau melakukan itu " Prajurit itu terlihat marah bukan hanya dia tetapi sebagian yang mengikuti pertandingan juga marah mungkin dia adalah teman nya tetapi ada juga yang merasa kawatir dan takut ketika Mega menunjuk aksi nya tadi.
"Maaf"
yo apa kabar semua yang baru baca cerita aku selamat datang ya semoga puas
teimakasi
__ADS_1