
Mega menerima kain putih itu lalu mengenakan nya sebelum mengenakan nya dia terlebih dahulu mengelap darah nya.
"Masih banyak lagi !
Satu ini saja belum terkendalikan ku "Mega terkejut
Sekarang mata nya hanya di tutupi oleh Kain putih orang yang melihat nya pasti berpikir Mega tidak bisa melihat.
Tapi bagi Mega menambah sarung hanya untuk mencegah agar mata nya tidak terbuka dengan sarung yang menutupi mata nya tetap saja Mega masih bisa melihat.
"Pergilah pertandingan hampir mulai "
Memalingkan wajah nya entah knapa sikap Sindy menjadi dingin ketika kejadian itu.
"Jika kekuatan ini dari tongkat mu knapa tidak kau aja yang menggunakan nya ? " Tanya mega.
"Sudah bertahun tahun tongkat itu tidak memiliki tuan sebelum nya mereka berpencar hingga aku mengumpulkan mereka ,ketika tuan nya sudah mati "
"Oh kalo begitu aku pergi dulu "
Mega mengambil pedang nya lalu pergi.
Mega pergi tanpa menoleh Sindy sedangkan Sindy hanya terdiam.
"Kau tidak tau Mega salah satu tongkat itu adalah tongkat malaikat pencabut nyawa yang terlepas dari gengaman nya "
Sindy merasa belum waktu nya memberi tau kan tentang kekuatan kekuatan nya bisa bisa nanti Mega menjadi besar kepala.
Semua orang yang ikut pertandingan berkumpul mendengarkan pengumungan sedangkan Raja dan Putru Elisabeth duduk di bangku yang di sediakan.
Mega berlari kencang, semua melihat nya.
Apa dia buta
Knapa dengan mata nya
Kata kata seperti itu jelas di dengar oleh Mega, sesekali ia menoleh kepada murid yang sedang membicarakan nya.
Dan tidak menyangka dia menjadi sorotan.
Elisabeth yang duduk di samping ayah nya terkejut ketika melihat mata Mega terlebih lagi dengan bekas darah yang masih melekat pada pipi nya.
Kecil..
Apa dia bercanda
Kini orang meremehkan nya, jujur saja Mega merasa terganggu dan ingin menghajar orang yang menghina nya
Tapi niat nya berhenti ketika juri memanggil semua orang yang ikut bertanding.
Pertandingan pertama kalian akan bertahan di hutan tak berpenghuni selama satu hari ,kalian boleh saling bantu atau saling menghajar jika matahari sudah terbenam kalian boleh kembali kesini kalian juga boleh mengambil hewan yang di dalam hutan itu.
Semua orang saling berbisik ada yang menampakan wajah pucat nya dan ada juga yang menampakan wajah percaya diri nya berbeda dengan Mega ia kebingungan dan tak mengerti sama sekali.
__ADS_1
"dan satu lagi orang yang keluar hanya boleh 10 orang Baiklah kalian boleh mulai "
Semua orang melesat cepat ke dalam hutan itu sedangkan Mega berjalan santai.
Mega masih merasakan rasa nyeri di mata nya sesekali ia memegang nya agar tidak terlalu sakit.
Langkah nya berhenti ketika di hadang oleh tiga orang yang lebih besar dari nya kalo tidak salah berumur 15.
"Yang buta dulu kita hajar"
Mereka benar benar menganggap Mega buta dan tidak mengetahui sebenar nya.
"Apa yang kalian ingin kan dari ku "
"Oh rupanya masih bisa melihat kita " tawa mereka bertiga jelas terdengar
Serek.
Suara di balik rumput salah satu dari mereka merasa pandangan Mega teralihkan.
Dia melesat cepat mengeluarkan pedang nya lalu memotong tangan Mega.
Tawa senang terlihat jelas dari wajah nya berpikir ia menang sampai membalikan badan dan terkejut ketika melihat tangan Mega terhubung kembali, terbentuk dari beberapa bunga.
"Apa kau moster "Teriak nya ,ketakutan sudah melanda diri nya.
Mega memegang dagu nya
'kata Sindy dengan bungan ini kita bisa menmunuh seorang tapi bagai mana cara nya.
Dia mengoyang goyang tangan
Tiba tiba bunga yang entah dari mana asal nya terbang mengikuti angin tangan nya Meg tidak percaya jika ini berhasil padahal itu hanya percobaan nya.
Makin lama makin banyak bunga yang berdatangan.
Ketiga laki laki itu melangkah kan kaki nya ke belakang sesaat mereka mencium harum bunga yang menggoda diri nya.
Tangan Mega berhenti.
'cara menghancurkan mereka gimana ya apa harus melengketkan beberapa bunga dan memperagakan tangan ku seperti meremas tahu. "
Mega menggerakan tangan nya lalu mengibaskan nya,bunga yang berterbangan tadi melesat ke arah salah satu dari laki laki itu.
Bunga itu memutar seperti angin topan dan menelan laki laki itu badan nya semua sudah di tutupi oleh bunga mawar merah.
'tinggal meremas nya ya '
Mega mengepal kan tangan membuat bunga itu menekan badan pria semakin lama semakin menekan, laki laki merasa sesak darah merah keluar dari mata dan mulut nya. Sesekali ia memuntahkan darah.
Mega semakin kuat mengepalkan tangan hingga badan laki laki itu menjadi hancur.
Entah knapa belakangan ini sikap Mega menjadi lebih sadis mungkin saja dampak dari kekuatan tongkat itu.
__ADS_1
Melihat teman yang sudah hancur mereka bedua berlari kencang wajah mereka menjadi ketakutan.
'apa aku mengijinkan mu lari '
Mega membentuk snapang api dari tangan nya,
Ia mengeker salah satu dari orang itu.
Mega menekan pedal nya dan sebuah peluru melaju cepat menembus kepala laki laki itu.
Mega tertawa seperti nya ia menikmati nya ,
Ia mengeker kepala orang yang masih hidup berusaha menyelamatkan diri nya dan tidak memperdulikan teman nya.
Mega ingin menembak nya tapi tangan nya terhenti kepala nya sakit.
"Knapa aku membunuh orang dengan keji " dia memegang mata nya yang sakit.
Mega sesaat seperti di rasuki dia menikmati pembunuhan tetapi kesadaran nya kembali.
Keringat dingin membanjiri wajah dan tubuh nya.
Laki laki tadi berhasil melolos kan diri
Sedangkan Mega masih menahan sakit
Mata nya seperti memaksa membuka kelopak nya,
Darah mengalir membanjiri pipinya.
Dia mengelap nya kain putih sudah ternodai dengan darah nya sendiri.
Mega berjalan dengan pelan dan harus meneruskan perjalanan nya sampai matahari terbenam.
Mata nya selalu mengeluarkan darah ,Mega tidak tahan lagi dia ingin membuka nya tapi insting nya mengatakan jangan,
bisa bisa dia membakar seluruh orang di dalam hutan ini bukan hanya orang
hutan yang sudah menjadi sahabat nya akan lenyap.
Ting.... Ting...
Laki laki berbadan besar di kepung oleh orang orang kecil yang ingin membunuh diri nya.
Biasa nya di pertandingan banyak orang mengincar orang kuat dengan kerja sama agar mereka tidak perlu terlalu kwhatir.
Laki laki berbadan besar itu mengayun kan kampak nya.
Orang yang terkena akan membelah badan nya .
mereka sudah siap menerima resiko.
Laki laki itu mengangkat kampak nya dengan tinggi lalu mengayunkan nya ke bawah, tanah menjadi hancur lembur angin yang di hasil kan membuat mereka bergeser sedikit.
__ADS_1
halo.
aku sengaja membuat banyak chapter hari ini, mengingat diri ku yang sudah sangat terlama up