Reborn Little Army

Reborn Little Army
Latihan


__ADS_3

# bab 20


Gren membelah diri nya menjadi banyak sesuai jumlah dengan anggota Key.


Key dan anggota nya terkejut


Ketika melihat sebuah pedang bisa membelah diri nya sendiri menjadi banyak.


Mereka menelan ludah berkali kali sebelum memperketat pertahanan nya.


Dan menguatkan kuda kuda nya


Gren melesat cepat menyerang mereka satu persatu setiap seranga nya selalu mengarah ke lokasi vital musuh nya .


Perlahan lahan anggota key berkurang .


Setiap kematian nya di sebab kan oleh tusukan di berbagai daerah seperti jantung ,leher,kepala ,perut dll.


Sedangkan Key kewalahan menghadapi Gren walaupun dia masih dapat mengimbangi nya .


"Cih ternyata kau masih memiliki senjata sehebat ini " Key kesal lalu dia mengayunkan pedang nya dengan kuat.


Ka arah Gren.


Hingga Gren terpental jauh dan menancap ke pohon.


Gren kesulitan melepaskan diri nya .


Walaupun gren adalah naga suci tapi tetap saja dia adalah naga paling rendah dari sekutu nya .


Gren berusaha melepaskan diri nya tetapi dia tidak berhasil.


Tawa licik Key terlihat jelas.


Dia berjalan pelan sesekali mengayun ayun kan pedang nya,


Dia mengincar Mega yang tidak berdaya.


Mega hanya diam dan menahan mata nya dengan tangan.


Balutan kain putih di mata nya menjadi merah karena darah nya.


Kepala nya menjadi sakit lebih sakit dari sebelum nya.


Key berdiri tepat di depan Mega


Tersenyum licik dia meninggal kan rekan nya yang satu persatu mati terbunuh hasrat bakas dendam nya sangat gila .


Sebenar nya Mega dapat membunuh Key dengan mudah memakai bunga nya atau senjata nya tapi kondisi nya tidak memungkin kan .


Dia hanya menahan mata nya agar tidak terbuka serta darah yang keluar terlalu banyak.


"Bagai mana cara membunuh mu ya " Key memegang dagu nya.


Tanpa menghiraukan yang lain bisa saja dia di tusuk dari belangan oleh Gren .

__ADS_1


"Jika aku menusuk mu dengan pedang ku nanti kau sembuh " Key menepatkan pedang nya tepat di dada Mega.


Lalu menekan nya dan tertusuk ke dalam .


"Sudah ku duga "


Bunga menutupi luka Mega setelah Key mencabut pedang nya.


"Ya mungkin ini kelemahan mu " menunjuk mata Mega yang berbalut kain putih dengan ujung pedang nya .


Key mengira itu adalah kelemahan Mega kerena mata Mega lah yang mengeluarkan darah satu satu nya


Dan terlebih lagi dia mengira setiap kelemahan pasti di tutupi.


Wajah Mega menjadi pucat .


Key tidak tau jika ia mencabut balutan hitam itu maka semua hutan ini akan terbakar.


"Jika kau membuka nya kau akan menyesal " Mega tersenyum penuh makna.


"Lagian aku akan mati di sini " ucap Key dengan sombong lalu mengangkat pedang nya dan mengayun kan nya tepat ke wajah Mega.


Dan membuat suatu goresan yang cukup dalam di Wajah Mega.


Kain yang menutup mata Mega lepas akibat potongan pedang Key.


Tiba tiba key yang tadi tersenyum penuh kemenangan menjadi ketakutan


Dia mundur perlahan lahan dan tanpa sadar menjatuhkan pedang nya.


Begitu juga dengan teman Key yang jatuh satu persatu dan tak lagi bernyawa.


"Ada apa " Mega menjadi kebingungan bukankah mata nya akan membakar tapi knapa mereka semua tumbang dan tidak Terbakar.


Mega meraba mata nya dia terkejut dan menghentikan tangan yang meraba mata nya.


"Bukankah mata ku yang terbuka sebelah kiri tapi knapa mata ku terbuka sebelah kanan" Seribu pertanyaan di kepala Mega jantung nya berdetak dengan cepat.


Mata kanan nya terbuka dan berwarna hitam sepenuh nya.


Sedangkan mata biru tertutup rapat di gantikan oleh mata hitam.


Darah hitam mengalir dari mata nya jika saja mata yang kiri berwarna merah tapi mata nya yang hitam mengeluarkan darah hitam.


Segera ia mengoyakan baju Key dan menutup mata nya.


Kepala nya tidak lagi menjadi sakit darah di mata kiri sudah berhenti tetapi darah di mata kanan masih saja mengalir.


Dia memanggil Gren dan pergi dari tempat nya.


Sedangkan Bob yang dari tadi menyaksikan kehebatan Mega dari balik pohon ketakutan dan berkeringat dingin


Sesekali ia menelan ludah nya .


"Bob jalan lah di belakang ku untuk jaga jaga "

__ADS_1


Bob mengikuti perintah Mega walaupun dia tidak tau Knapa dia harus berjalan di belakang Mega ,yang pasti dia harus mengikuti nya ketika menyadari Mega lebih hebat dari nya.


Kapan pun Mega mau, mega bisa membunuh nya.


Mega memegang kepala nya.


'warna apa lagi yang akan terbuka '


Kepala nya menjadi pening memikir kan semua hal yang di alami nya tidak masuk akal ,sesekali dia menggeleng kepala nya berharap agar semua kejadian ini hilang dari kepala nya walaupun itu mustahi.


Mega berjalan dengan pelan karena kondisi yak tidak meyakinkan


Menuju keluar hutan.


"Jadi apa kau menang " Sindy mengambil teh dan menyirup nya.


Tanpa mengalih kan pandangan nya ke Mega.


"Tentu saja " Ucap Mega dengan agak membanggakan diri.


"Berapa orang yang berhasil " tanya Sindy.


"11 tapi karena peraturan nya 10 orang salah satu harus mengundur kan diri


Dan yang mau adalah Bob karena dia terluka parah dan pertandingan selanjut nya akan di mulai seminggu dari sekarang . "


"Oooo, gini apa kau mau melatih mata mu kebetulan aku tau bagai mana cara melatih nya ,aku takut nanti mata mu di luar kendali" -Sindy.


"Benarkah, kau mau melatih ku " Mega menjadi semangat .


"Aku mau tanya udah berapa mata mu terbuka " menunjuk mata Mega.


"Aku, dua tapi hanya satu mata yang boleh terbuka. "


"Udah dua bagai mana yang satu nya !"


"Saat aku tidak sengaja menggunakan nya semua orang tumbang dan mati "


"Jangam bilang... " Sindy menghentikan suaranya ketika menyadari, memberitau kepada Mega adalah hal yang salah.


Lalu dia pergi ke kamar, mengambil sebuah kitab dan melemparkan nya ke Mega.


Kitab yang berwarna coklat ke emasan bercorak naga dan sangat tebal bernama kitab sisi terang .


"Itu kitab, dia yang menuntut mu berlatih dan aku saran kan kau berlatih di ruang bawah tanah "


"Hebat, apa bawah tanah?, apa kau mau aku mati ke bosanan selama seminggu " Membayang kan bagai mana rasa bosanya selama seminggu di tempat yang gelap .


"Kebetulan di kitab itu ada cara supaya tidak bosan. " mengarahkan mata nya ke kitab itu.


Mega berdecak kesal.


"Hmm jadi kayak mana aku membaca nya kalo di sana gelap " Mencari alasan agar tidak mati kebosanan walaupun akhir nya tidak mati.


"Tenanglah bawah tanah di lengkapi dengan lampu ,jika kau ingin kau bisa menghidup obor di sana. "

__ADS_1


__ADS_2