
Sebagian anak panah nya lolos dari tangkisan Mega dan mengenai bagian bagian tubuh nya.
Tetapi luka di tubuh nya langsung tertutup.
Di sisi lain tawa licik pria itu jelas terlihat dia sangat menikmati nya, semakin lama dia semakin mempercepat peluru anak panah nya, membuat Mega menjadi kewalahan.
"Sial "
keringat membanjiri wajah Mega, kecepatan tangan nya semakin lama semakin melambat membuat anak panah Fuje lolos mengenai badan nya.
Penonton hanya membisu di dalam pikiran mereka, kagum dan takjub melihat Fuje tapi sebagian juga ada yang kagum dengan Mega ,dia dapat menangkis walaupun tidak akurat ,itu sangat hebat begitu lah yang ada di pikiran mereka.
Mega segera melompat, menghindari anak panah cepat itu ketika tangan nya mulai kelelahan dan tidak dapat mengimbangi kecepatan anak panah nya.
Walaupun luka nya tidak butuh lama agar tertutup tetap saja ia merasakan sakit.
Wajah Mega menjadi kesal dan geram Mega menyimpan pedang nya.
Dan mengayun ngayun kan tangan nya
Seketika arena pertandingan di penuhi oleh aroma bunga yang menyengat ,mereka terpengaruh sesaat.
"Apa kau masih memiliki kekuatan baru " Fuje mengibaskan tangan nya sehingga anak panah bening itu maju melesat cepat.
Mega mengumpulkan bunga nya menjadi tameng dan melindungi nya dari anak panah Fuje.
Mata Fuje terbuka lebar dan tidak percaya, bagai mana bisa bunga menangkis anak panah ku seperti itu yang ada di benak nya.
"Apa boleh buat kau yang minta, aku akan membunuh mu! " teriak mega, seketika butiran bunga berputar kencang layak nya angin topan lalu melesat cepat dan mengelilingi tubuh Fuje.
__ADS_1
Perlahan lahan ia menelan tubuh Fuje ,semakin lama semakin kecil dan menekan tubuh nya, berkali kali Fuje meluncur anak panah nya, namun itu semua sia sia.
Bentuk bunga yang melahap nya semakin sempit membuat ia sesak ,
Sesekali Fuje memuntahkan darah dari mulut nya.
"Aku tidak akan menarik kata kata ku " Tangan Mega terkepal secara perlahan seakan akan Meremukan sesuatu di tangan nya.
Perlahan lahan darah mulai keluar pertama dari hidung nya.
Kedua dari mata nya
Ketiga dari hidung nya.
Senyum gila nya perlahan lahan pudar kini hanya ketakutan yang terukir di wajah nya,
Napas nya semakin berat.
Mega mengepal kan tangan nya secara penuh, sehingga bunga bunga tadi meremukan badan Fuje,
Darah mengalir dari sela sela bunga nya.
Mega mengibas kan tangan nya membuat bunga bunga tadi berpencar dan menyisakan tubuh Fuje yang tak lagi bernyawa,Fuje mati dengan mata terbuka begitu juga dengan mulut nya, darah perlahan lahan keluar dari mana saja.
Orang orang mulai ke takutan dan tidak menyangka Fuje akan berakhir dengan mengenas kan.
Mega turun dari arena dan meninggal kan mayat Fuje tergeletak begitu saja.
Juri yang mematung sesaat, memudarkan lamunan nya
__ADS_1
"pemenang nya adalah Mega " teriak Juri sehingga para penonton mulai bersorak.
Semua orang yang ikut bertanding menatap tajam Mega, ada yang ketakutan ada yang merasa jijik, ada yang merendahkan nya.
Aroma Mega menjadi menyengat ,setiap kali ia membunuh memakai bunga itu maka tubuh nya akan di penuhi oleh harum bunga.
Dia tidak menonton lagi melainkan pergi tanpa arah ketika dia sudah tau kapan pertandingan selanjut nya di mulai.
Bunga yang mekar dan indah burung burung berkicau dan berteduh di pohon yang rindang ,
Mega berjalan dengan pikiran entah kemana.
Ia menghela napas dan duduk di bawah Pohon
Menyandarkan diri nya ke batang nya.
Tiba tiba anak laki laki berpakain bangsawan berjalan pelan menuju Tempat Mega.
Ia tersenyum entah apa sebab nya yang pasti dia merencanakan sesuatu.
"Maaf boleh aku duduk di samping mu " menunjuk samping nya.
Mega menatap nya lama, dia cukup bingung padahal banyak pohon di sana knapa dia harus duduk di samping ku
"Kau Siapa " tanya Mega tetap saja Mega harus waspsda.
"Aku adalah Vio pangeran terakhir dari kerajaan timur " mengenal kan diri nya dan sedikir tersenyum.
"ah, salam kenal nama ku Mega "
__ADS_1
Memegang dada nya .