
# bab 22
"Ada apa " ucap Elisabeth dengan ketus kepada Adam
"Elisabeth Mari kita keluar hari nya sangat indah. " Kata Adam dengan sedikit ragu bahkan tangan nya menggaruk kepala nya yang tidak gatal
.
"Maaf aku lagi sibuk " Elisabeth masuk ke dalam dan berniat menutup pintu dengan membanting nya.
Segera Adam menahan nya dengan tangan nya sehingga tangan nya yang lembut harus mengalami luka memar.
"Knapa kau menahan nya sudah aku bilang ,aku lagi sibuk " teriak Elisabeth sikap adam ini lah yang membuat Elisabeth membenci nya.
"Maaf aku hanya ingin jalan dengan mu hanya sekali "menunjukan jari telunjuk nya secara paksa dan menahan sakit di tangan kanan nya.
"Baiklah dan sekalian aku juga ingin mengatakan sesuatu dengan mu "
Dengan berat akhir nya Elisabeth menyetujui nya.
Elisabeth menutup pintu dengan perlahan lalu luan jalan dan meninggal kan Adam.
"Bisa kah kau cepat jalan !" teriak Elisabeth dengan tatapan tidak suka nya.
Adam menanggapi nya dengan tertawa kecil walaupun sikap Elisabeth itu membuat luka di hati adam.
Mereka berjalan di sekitar kerajaan.
__ADS_1
Adam sibuk dengan pembicaraan nya yang bahkan tidak di perdulikan Elisabeth dia hanya menatap nya dengan tidak suka wajah nya murung jelas terlihat oleh Adam.
Tapi Adam meneruskan pembicaraan nya dengan sedikit alur komedi agar wajah Elisabeth yang murung itu berubah setidak nya 10 persen.
Tiba tiba langkah Elisabeth berhenti dan di tinggalkan oleh Adam hingga akhir nya dia sadar bahwa Elisabeth tidak ada di samping nya.
"Knapa berhenti " tanya Adam dengan lembut.
Tiba tiba Elisabeth merasa terganggu.
"Bisahkah kau bicara dengan kuat " teriak nya membuat Adam sedikit terkejut.
"Baiklah " menundukan kepala nya kini luka di hati nya semakin lebar .
Adam adalah orang lembut dan baik jika ia mencoba berbicara dengan keras maka itu berbeda dengan keperibadain nya.
"aku sudah punya pacar dan itu sangat berbeda dengan mu dia kuat, memiliki kekuasaan dan dapat menjaga ku seperti itulah calon raja kelak berbeda dengan mu lemah, tidak tegas, naif, cih "
" Apa kau sudah memiliki orang lain " ucap Adam dengan nada datar sebenar nya hati nya benar benar terluka jika di perbolehkan menangis dia akan menangis sekuat tenaga .
"Tentu saja dia sangat tampan berbeda dengan mu kau sangat jelek, buruk rupa aku tidak tau knapa semua orang merasa nyaman dengan mu " hujat Elisabeth dengan nada tinggi siapa saja yang mendengar ini diri nya pasti sudah desperesi.
"Jika kau bahagia dengan nya silahkan setidak nya aku melihat mu bahagia " Menundukan wajah nya butir butir air mata nya mulai berjatuhan ke tanah dia sengaja menundukan wajah nya agar tidak di tau oleh Elisabeth.
"Sudah aku duga kau itu lemah dengan kata kata segitu saja kau nangis apa lagi di hajar " Elisabeth tidak tau bahwa kata kata nya itu sangat kejam jika orang lain mengatakan hal yang sama kepada nya maka dia juga akan menagis bisa bisa dia bunuh diri.
Adam sedikit terkejut ketika Elisabeth mengetahui dia menangis dengan cepat ia mengelap air mata nya.
__ADS_1
Lalu memaksakan senyuman nya
"Maaf ya aku salah aku yang lemah selamat berbahagia. " Adam langsung pergi meninggal kan Elisabeth seperti nya dia ingin menangis sekuat sekuat nya tapi tidak di dengar oleh siapa siapa.
Sedangkan raja yang mengintip dan mendengarkan pembicaraan mereka merasa bersalah dan juga marah dengan Elisabeth terlebih lagi dia sudah memiliki orang lain.
Besok nya semua anggota kerajaan tergesa gesa dengan wajah yang pucat baik pelayan maupun keluarga kerajaan.
Berita Adam menghilang sudah tersebar ke mana mana.
Raja yang lebih panik langsung berlari lari mencari Adam
"Ayah ada apa ini " Terlihat Elisabeth yang barusan bangun dari ke jauhan.
Raja hanya menatap nya dengan sangat marah ingin sekali ia menghajar putri nya ini tapi karena situasi yang lebih genting maka ia mengurung niat nya
Dan pergi meninggalkan Elisabeth.
Sudah seharian meraka mencari nya tapi tidak menemukan nya.
Besok nya juga tidak di temukan
Besok nya mereka mencari nya lagi tapi tidak di temukan .
Bahkan Ayah Adam datang karena mendengar kabar Adam.
Bersama sama mereka mencari bahkan sudah seminggu tapi tidak di temukan.
__ADS_1
Sekarang raja merasa bersalah jika bukan karena putri nya pasti Adam tidak akan hilang.
Sedangkan Ayah dan ibu Adam menangis di rungannya.