
Fuje menghentikan langkah nya begitu juga dengan Mega.
Napas mereka sama sama berat akibat pertarungan singkat tadi.
"Tidak ku sangka kau hebat juga, dan aku terkejut senjata apa itu ,aku tidak pernah melihat nya " menunjuk senjata Mega.
Mega hanya diam dan memilih tidak menjawab.
"Jika kau mau menyerah, menyerahlah!, kali ini aku tidak ingin membunuh mu. " Mega mengibas kan tangan nya.
Dari awal Mega tidak berniat membunuh Fuje, sangat di sayangkan jika orang berbakat seperti nya harus mati.
"Menyerah apa kau bercanda "tertawa kecil .
"Lebih baik aku mati, seorang pangeran trakhir yang sama sekali tidak memiliki kesempatan dalam mengambil warisan tahta ayah ku, jika aku pulang dan kalah sampai di sana mereka juga akan mengucil kan ku, kau tau betapa menyakitkan nya itu
Memang bagi seorang pangeran, kalah dengan orang jelata tentu saja memalukan,dia akan di kucil kan dan sama sekali tidak di hargai.
Tapi kejadian seperti ini hanya terjadi di kerajaan tertentu.
"Kalo begitu sebaik nya kau pergi aja dari sana " dengan enteng nya menjawab ,Mega sama sekali tidak merasa bersalah.
"Apa kau bilang "wajah Fuje menjadi merah padam dia menggit jempol nya sehingga mengeluarkan darah.
Dan menulis sesuatu di panah nya dengan darah nya.
Tidak lama kemudian panah nya berubah drastis,
Ukuran panah itu menjadi semakin besar.
__ADS_1
Fuje menarik tali panah nya dengan sekuat tenaga.
Dan melepaskan nya .
Seketika peluru panah yang berwarna bening melaju dengan cepat memebelah udara, bukan hanya satu peluru melainkan lima peluru setiap anak panah memiliki daya hancur yang mengerikan.
Buar...
Mega menghindar sehingga anak panah nya menghancur kan dinding menjadi beberapa bagian.
Penonton diam sebelum kembali bersorak melihat kehebatan Fuje.
"Aku juga bisa seperti itu hanya saja aku kasihan dengan mu " Mega tersenyum ,memang benar dia dapat melakukan seperti itu dengan bajoka atau rembo atau bom dan banyak lagi cuman sangat di sayang kan jika anak seperti nya mati.
Fuje tidak menghentikan tembakan nya, dia kembali menarik tali nya lalu menembakan nya secara berutal, membuat Mega kewalahan.
'Apa anak ini memiliki stamina yang mengerikan knapa dia tidak kelehan ' Mega berusah mencari kelemahan nya.
Mega mengambil pedang di punggung nya lalu melesat cepat menuju Fuje, setiap serangan Fuje berhasil di hindari nya, semakin lama Mega semakin dekat sehingga Fuje menjadi panik, dia mempercapat tangan nya.
Setiap tembakan nya membuat lantai menjadi hancur lebur,
Fuje melangkah kan kaki nya ke belakang semakin lama tembakan nya semakin cepat.
Untung saja Mega dapat menghindari nya dengan muda.
Ketika Fuje ingin menarik panah nya, tiba tiba Mega sudah berada di depan nya, Mega sengaja menunduk agar panah nya yang besar tidak dapat menjangkau Mega.
Sing.. ..
__ADS_1
Ujung pedang Mega sudah berada di leher Fuje ,
"Aku tidak ingin membunuh mu sebaik nya kau menyerah " bisik Mega.
"Menyerah ya " Fuje menjatuhkan Panah besar nya dan mengangkat tangan secara perlahan lahan.
"Apa kau pikir aku bodoh " dengan cepat tangan Fuje mengambil piso nya dan menusuk perut Mega,
lalu menedang nya.
Sehingga mega terpental cukup jauh,
"Sialan kau " Mega bangun perlahan lahan dan mencabut piso nya lalu membuang ke tempat sembarang.
"Kau terlalu naif " senyum sombong Fuje terukir dengan Jelas.
Dia kembali mengambil panah nya.
Menggigit jempol untuk kedua kali nya.
Dia menulis sesuatu di panah nya, berbeda dengan tadi ,tulisan ini sedikit panjang dan memiliki bahasa yang tidak di kenal semacam mantra.
Panah nya yang besar tiba tiba menghilang dari tangan nya.
Dia tertawa dengan keras, lalu mengibas kan tangan nya.
Puluhan anak panah melaju dengan cepat dari atas kepala nya.
Menembus udara dan suara yang nyaring.
__ADS_1
Mega segera mengambil pedang nya, dan menangkis nya terus menerus tangan Mega sangat cepat tidak percuma ia latihan dengan ayah Lisa waktu itu.