
"Knapa badan ku ringan kali ya mungkin kerena kekuatan baru haha ,ya penting aku sudah selesai mendaftar walaupun kenak marah padahal gak salah ku ."
Batin Mega dan teringat dengan kejadian tadi.
"Berhenti! " teriak laki laki dengan dua orang pengikut nya di belakang sedang mengejar orang dengan jubah hitam ,semua badan nya hampir tertutupi dengan jubah itu.
Mega hanya melihat tak memperdulikan nya ia hanya perpikir itu hanyalah pencuri.
Tidak sampai orang itu jatuh tersandung batu ,topi yang tersambung dengan baju itu terbuka hingga menampakan wanita berparas cantik dan rambut kuning terurai.
Dari tinggi nya ia sedikit lebih tinggi dari lisa tapi tetap aja ia terlihat seperti remaja
Ketika mengetahui orang itu wanita, Mega berlari kencang dan menggendong wanita remaja berparas cantik itu.
Wanita itu sedikit terkejut dan tidak menyangka bahwa hari ini dia di selamat kan oleh Mega.
"Tunggu! "Laki laki baju hitam dan di belakang nya terdapat dua prajurit berzirah ,mempercepat lari dan berusaha mengejar Mega.
Dengan badan yang kecil tentu saja lari nya lincah tapi berbeda jika harus mengangkat wanita yang lebih besar dari nya walaupun ia sanggup mungkin tidak bertahan lama.
" Knapa kau menyelamat kan ku ? " tanya wanita itu dan sedikit bimbang bisa bisa Mega bermaksud menculik nya.
"Jika kau ingin selamat diam lah!, sebelum kuturun kan kau di sini " tentu saja bagi Mega pencuri adalah pencuri tetapi jika pencuri nya anak kecil yang lemah Mega tidak tega, mengingat diri nya yang dulu menyaksikan pencuri yang tertangkap oleh masyarakat dan di masa, mereka tanpa segan segan membunuh nya lebih sadis dari binatang.
Jika saja polisi tidak telat orang itu tidak kan mati secara mengenaskan.
Mega berhenti berjalan ketika melihat sebuah lorong yang kecil dia segera bersembunyi di sana.
Laki laki dan dua prajurit nya berlari melewati lorong itu,
"Knapa kau di kejar oleh orang itu ? " tanya Mega hingga wanita itu terdiam
Bimbang akan jawaban yang ia keluarkan.
Dia hanya terdiam,
Mega mengelah napas karena bisa lolos dari mereka.
Sepintas Mega melihat baju yang di tutupi oleh jubah hitam itu sangat mewah dan cantik sama seperti yang di
Kenakan oleh para bangsawan .
Ia berniat menanyak kan nya tetapi karena situasi yang tidak mendukung ia hanya menimbun nya di dalam hati nya.
"Oh iya siapa namamu? " tanya Mega dan menyadarkan perempuan yang melamun itu entah apa yang di di pikir kan tetapi wajah nya sedikit pucat campur senang.
"Aku? ,e, elisabeth " Elisabeth mengikat rambut nya yang terurai.
__ADS_1
"Kalo aku Mega salam Kenal " Mega tersenyum tiba tiba hati Elisabeth itu bedegup kencang dan wajah nya Merah.
"Berapa umur mu ? " Akhir nya ia bertanya .
"Aku. Berapa ya tunggu dulu"
"saat aku di hutan umurku lima tahun itu pun hanya firasat bisa bisa saja aku 4 thn atau 6 thn jika aku mengata kan lima tahun gpp lah "
"Aku lima tahun " mega menunjukan jari nya yang berjumlah lima.
"Lima, lima!, wowo hebat kau bisa mengangkat ku oh iya umur ku 15 kau seharus nya memanggil ku kk "
" Aku manggil elisabeth aja " Mega tidak ingin diri nya harus memanggil kk ,
"Seperti nya orang tadi sudah pergi sebaik nya kita keluar aku sudah bosan di sini ."
Elisabeth mengangguk kan kepalanya, mereka berdua berjalan seperti biasa melewati para penjual yang menawarkan barang nya dengam tersenyum.
"Hei nak apa kau mau ini " Seorang menawar kan masakan nya.
Mega melihat paman itu " Hmm, seperti nya ti-
Gruk.. ..cacing besar sudah kelaparan dan berteriak dari dalam perut Mega ,Wajah Mega menjadi merah dan tersenyum.
Elisabeth langsung menghampiri penjual menyodor kan kepingan perak.
"Paman aku beli ini dua " Elisabeth mengambil makanan berbentuk sate tapi gak sate entah apa nama nya hanya penjual yang mengetahui nya.
Dengan senang hati Mega mengambil nya lalu memakan nya mereka kembali berjalan bersama seperti seorang kekasih tapi tidak kekasih mereka hanya sebatas penolong dan korban yang memerlukan bantuan.
"Mega knapa kau harum bunga ?"
Mega terkejut denga pertanyaan Elisabeth.
"Benarkah aku harum bunga, sepeti nya ini hanya kebetulan ,mungkin aku tadi melewati penjual bunga hahhah" Mega menggaruk kepala nya.
"Tapi dari tadi kita berjalan aku tidak menemukan penjual bunga " Elisabeth memegang dagu nya.
"Gak tau " Jawab Mega datar.
" harum bunga dari mana ya, yang ku tau aku hanya pernah sekali ke padang bunga tetapi itu hanya mimpi apa jangan jangan itu bukan mimpi tapi kalo bukan gak mungkin aku terbangun di tengah hutan ."
"Aaaaaaaaa" Mega berteriak stres terhadap rasa penasaran nya.
Elisabeth terus melihat Mega dengan rasa penasaran " knapa dia harum bunga seperti nya aku pernah membaca gejala ini tetapi di mana ya?."
Cek..
__ADS_1
Jarum kecil tertancam di leher Elisabet.
Terlihat dari Kejauhan tanpak seseorang mengembus kan sumpit nya.
Sumpit adalah tembak yang mengandalkan hembusan napas sedangkan peluru nya hanya jarum.
Dandi baluti di belakang jarum seperti bulu hewan,daun mupun kain tapi ada juga yang langsung menggunakan jarum kosong dengan mengandalkan daya lempar.
Cep.
Satu lagi tertusuk ke leher mega.
Beberapa detik kemudian mereka pingsan,
Laki laki yang mengejar Elisabeth tadi langsung mengangkat nya sedangkan Mega di tinggal kan pingsan di sana.
" Dimana aku " Mata Mega terbuka melihat sekeliling, " Kamar bukankah aku tadi bersama Eli, Eli, Eli !,.. "
Menga sontak bangun tetapi di tahan oleh tangan laki laki.
" Jangan memaksakan diri istirahat lah " Jurisio kembali menidurkan Mega dan menyilimuti nya.
" Bagai mana dengan Elisabet " Tanya Mega kepada Mereka .
Elisabeth !
Elisabeth!
Lisa dan Jurisio saling menatap .
"Dimana dia kau temukan " tanya Jurisio.
"Aku menyelamatkan nya dari laki laki itu tetapi di berhasil menemukan kami seperti nya dia menembakan sesuatu ke leher kami, aku sempat merasakan sakit. " Mega mengelus ngelus leher nya.
"Sudah aku duga, knapa dia selalu melalukan hal yang nekat " Jurisio mengepal tangan nya dengan keras.
"Dia siapa dia ,Mungkin kah kau kenal Elisabeth. " Wajah Mega menjadi serius.
"Tentu saja tidak, Maaf Mega kami ada urusan penting " Menarik tangan Lisa ke luar dari kamar.
" Dia bertemu dengan Elisabeth dan berlagak seperti penyelamat, aduh " Jurisio memegang kepala nya.
"Seperti nya dia tahu kalo Elisabet adalah adek dari pangeran Alexsander. " Lisa tertawa pelan.
"Tapi knapa dia melakukan nya " Sambung Lisa.
"Sudah kuduga semua ini pasti karena pertandingan itu ,dia pasti lari karena tidak mengingin kan dirinya harus menikah dengan pemenang pertandingan itu. "
__ADS_1
"hmm, mungkin lebih baik tidak memberitahu kepada Mega biarlah dia bertanding seperti orang asing mudah mudahan dia tidak tau kalo rata rata semua yang ikut pertandingan adalah pangeran dari berbagai negara,
dapat di katakan hanya 10 % lah orang tak berpengaruh "