
Kyaa.......
Kya......
Teriakan rakyat dan berlari tidak berarah, sejumlah orang berjubah hitam dan cadar hitam turun membantai beberapa penjaga dan Rakyat.
GEREJA HITAM.
prajurit itu terlihat ketakutan, saat ia tahu siapa yang di hadapanan nya ini.
Mega dan Okto hanya berdiri diam menghadapi raksasa besar.
Laki laki dengan luka sayat di wajah nya menambah ke sangaran nya, kumis dan jonggot yang tebal serta rokok di bibir nya.
Ia mengambil pedang nya dan mengayun pelan.
Mega menjadi semakin waspada begitu juga dengan Okto buru buru ia menjauh dengan sekuat tenaga nya,
"Hahah, sorakan yang indah " Laki laki ini seperti menikmati teriakan ketakutan rakyat
Laki laki ini berbeda di tidak memakai jubah maupun cadar .
Ia menarik rokok nya berkali kali sebelum melirik Okto.
Hitungan detik, laki laki ini sudah berada di depan Okto bersiap melancar kan pedang besar nya.
Sing.....
Mega melesat cepat menangkap Okto agar terhindar dari serangan yang ganas itu.
Buarr.....
Pedang itu menghasil kan angin berbentuk sayatan menghancur kan dinding menjadi beberapa bagian.
__ADS_1
Mega tidak ingin berurusan dengan laki laki ini, saat ia menyadari semakin banyak rakyat terbunuh,
Mega menarik Okto agar pergi dari laki laki itu tetapi sebuah angin kencang. Sangat tajam membelah lantai batu dan hampir mengenai Mega.
Tatapan licik pria itu dan tersenyum keji, Mega benar benar kewalahan prajurit tidak berkutik sedang kan rakyat semakin banyak terbunuh sebagian anggota Gereja hitam keluar menuju kerajaan.
Tetapi Mega sedikit lega ,
Anak anak yang ikut bertanding benar benar membantu, walaupun tidak terlalu membantu tetapi dapat mengurangi jumlah nya.
Buar.....
Satu ayunan pedang besar mendarat di depan Mega ,seperti nya ia meleset, bukan! ia tidak meleset ia hanya sengaja agar Mega fokus dengan nya.
Mega benar benar terkejut, saat pedang besar itu lewat di depan mata nya, bahkan saat pedang itu sudah berada di tanah Mega masih mundur jauh meningkat kan kewaspada nya.
Beban Mega bertambah, melihat Okto yang sama sekali tidak berdaya.
"Tinggal kan aku pergi lah! Aku akan mengulur waktu " ucap Okto dengan suara parau.
Mega meningkat kan kewaspadaan nya saat laki laki itu menarik pedang nya.
"Knapa kau menyelamat kan ku "
Mega tidak menjawab melain kan fokus dengan laki laki itu.
"Kau mempunyai sesuatu yang penting kan, jika iya maka berusahalah hidup "
Kata kata Mega membuat Okto tersentuh dan mengingat adek perempuan nya tertidur di kasur.
"Terimakasi "
Mega hanya diam tetapi di balik itu dia tersenyum ternyata tebakan nya benar ,Okto benar benar memiliki alasan kuat knapa dia bertarung, tidak seperti yang lain nya hanya memperebut kan harta.
__ADS_1
Kyaa...
Teriakan ketakutan.
Api besar menjalar cepat, dari mana
Seorang memegang sebuah botol dan api yang membakar sumbu nya seperti nya di dalam botol itu minyak.
Pria itu melempar nya dan mengenai seeorang, api menjalar dengan cepat membakar orang orang.
Aroma gosong tersebar luas.
Hanya beberapa bagian tidak terkena api termasuk pijakan Mega.
Wajah Mega penuh dengan keringat, setuasi nya benar benar gawat.
Laki laki di depan nya sibuk menyerang Mega ,untung nya pria itu tidak menyerang secara berutal sehingga Mega yang membawa Okto tidak terlalu sulit.
Merasa kesal Kerena Mega selalu menghindari serangan nya, laki laki itu memegang gagang pedang nya dengan kedua telapak tangan yang besar sebelum ia memutar seluruh tubuh nya.
Ia melepas kan tangan nya, pedang besar itu melayang cepat mengejar Mega.
Terpaksa Mega mendorong Okto menjauh dan diri nya sendiri melompat ke udara.
Sesuatu keluar dari baju Mega,kedua kitap nya terjatuh ke lantai batu.
Kitab sembilan jurus jatuh ke lantai sedangkan Kitab sisi terang jatuh ke api dan terbakar habis dengan cepat.
Mega menepuk kening nya, sekarang dia harus bagai mana, dia dapat menguasai api abadai karena kitab itu dan sekarang kitab itu sudah terbakar dia harus benar benar menguasai memakai otak nya sendiri.
Mega berlari mengambil Kitab sembilan jurus
"Jika Sindy mengetahui ini bisa bisa aku mati, setidak nya ini aman. "
__ADS_1
Ia. Memasuk kan ke baju nya kali ini dia mengikat badan nya agar kitab itu tidak terjatuh lagi, Mega membuat sebuah tali.