Reborn Little Army

Reborn Little Army
api merah, Api hitam III


__ADS_3

mampir barang siapa berminat terimakasi



Okto berdiri dengan tegap kemudian membusung kan dada nya ke depan ,sebelum menghembus kan api besar ke arah Mega.


Mega terkejut dan tak sempat menghindar, api merah yang membara sangat besar, melesat cepat menabrak tubuh Mega, diri nya benar benar tak terlihat.


Sesaat orang orang berpikir Mega sudah terbakar menjadi abu.


Mata Okto perlahan lahan terbuka lebar, wajah nya menjadi pucat.


Api yang merah membara seakan akan hilang dan di lahap oleh Api hitam.


Api merah tak dapat membakar api hitam, Okto menarik api nya.


Asap putih keluar dari mulut nya .


Mega tersenyum sebenar nya ia sempat berpikir ia akan kehilangan nyawa tetapi jauh dari pikiran nya dan tidak di sangka api hitam yang berdiam diri bisa menembus api merah.


"Kau knapa bisa " tangan dan kaki Okto bergetar hebat senjata terakhir nya yang selalu di simpan dan ingin menunjukan nya saat saat terakhir,


Di patah kan oleh api Hitam.


"Sebaik nya kau harus berlatih dengan giat sebelum sombong begitu " tatapan Mega mengarah ke tangan Okto,


Sesaat insting Okto muncul, ia melompat ke samping .


Walaupun tidak terjadi apa apa yang penting di sudah bersiaga.

__ADS_1


Mega menghentikan tatapan nya dan mulai fokus kepada Okto.


'Menarik dia mengetahui jurus ku, atau itu hanya insting liar nya. '


Keringat membanjiri wajah okto, jurus yang di lakukan nya tadi sangat menguras tenaga.


Mega dapat melihat nya, dan merencanakan sesuatu, ia mengulur kan tangan nya membentuk sesuatu .


Cahaya terang membentuk Pistol hitam.


Mega mengambil pedang nya.


' pedang versi pistol ' batin nya entah dari mana Ide itu muncul tetapi itu sangat menakjub kan bagi nya.


Mata Okto sama sekali tidak berkedip melihat sesuatu yang tidak pernah di lihat nya,tetapi Insting nya mengata kan bahaya akan datang sehingga ia memperkuat pertahanan nya.


Mega berlari cepat, melesat menuju Okto.


Kaki okto melalangkah ke belakang sehingga ujung pedang Mega nyaris mengenai leher nya.


Tidak sampai di situ Mega menembakan pistol nya berapa kali, Okto sedikit takut keseimbangan nya mulai goyah.


Tetapi sebelum peluru mengenai badan nya, api yang membara dalam sekejap melelehkan peluru Mega membuat wajah Mega sedikit pucat.


Melihat ke seimbangan nya goyah ,Mega mendarat kan tendangan ke wajah nya.


Bumm...


Tangan yang memar berusaha menangkis dan menahan agar tendangan mega tidak mengenai wajah nya.

__ADS_1


Tangan Okto bergetar hebat, Mega dapat merasakan nya.


Mega memutar badan nya dan mendarat kan tendangan sekali kagi menggunakan telapak kaki nya.


Bukk.....


Tepat mengnai wajah Okto menghasil kan luka memar dan sedikit darah tetapi ada sesuatu aneh Jika setiap tinjuan atau tendangan Mega meninggal kan bekas api hitam, ini knapa hanya wajah nya yang memar.


Sebelum Mega melancarkan tendangan nya, sengaja ia mematikan api abadi di sekitar kaki nya hingga tidak meninggal kan bekas.


Entah apa tujuan nya yang jelas dia merencanakan sesuatu.


Okto memegang pipi nya yang memar, sedikit sakit ia tau apa maksud Mega melakukan itu.


Perlahan lahan Okto berdiri dengan seluruh badan yang ngeri.


Api yang besar perlahan lahan mulai surut mengecil layak nya api biasa, seharus nya dengan kondisi Okto ini dia tidak dapat lagi bertarung atau dia mati jika selamat palingan dia akan lumpuh.


Kekuatan api, api yang besar memakan tenaga yang sangat besar jika Okto tidak lagi bertenaga maka Api itu akan akan memakan sebagian tubuh Okto sehingga dapat mengakibat kan hal yang fatal.


Tetapi keinginan nya yang ingin menang sangat kuat, dari pertadindingan pertama sudah di pastikan Mega Lebih unggul hanya saja Okto memiliki alasan yang kuat dan tidak di ketahui siapa pun kecuali diri nya sendiri.


'Dik tenanglah abang akan memenangkan pertandingan ini sehingga kau bisa sehat dan bermain seperti anak anak lain nya, tunggu lah! '


Api yang mengecil kembali membesar, semangat nya bertambah dan termotivasi agar menang ,sesuatu yang berada di benak nya mendukung nya.


Mega benar benar terkejut padahal sangat jelas ia melihat Api Okto mengecil.


'Knapa bisa pasti ada sesuatu, apa jangan jangan ia memiliki sesuatu yang penting dan berusaha keras meraih nya '

__ADS_1


Mega menarik napas nya dalam dalam dan kemudian menghembuskan nya secara perlahan, cara ini berfungsi untuk menghilang kan rasa penat atau merilex kan badan sesaat.


Orang yang pernah berlatih beladiri pasti tau ini.


__ADS_2