
# bab 31
"Aku mau tanya, knapa pangeran dari negara lain ikut bertanding dan rela mempertaruhkan nyawa nya hanya demi Elisabeth. "-Mega.
"Kamu tidak tau rata rata pangeran yang ikut itu adalah pangeran terakhir atau sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk merebut tahta ayah nya.
Jika mereka menikahi putri dari kerajaan Xi, kerajaan terbesar di negara Yan maka kehidupan nya akan lebih baik dari pada anak sekedar pajangan. "
"Kerajaan Xi ,negara Yan? "
Mega menjadi bingung dengan kata kata Sindy.
"Eh, tunggu dulu apa kau datang ke kerajaan ini dan sama sekali tidak mengetahui nama nya, bagai mana jika kau berhasil menikahi Putri lalu ayah nya menanyakan nama kerajaan ini pasti tamat riwayat mu "
Dari mulai ia datang ke dunia ini tidak ada orang yang menjelaskan apa nama kerajaan ini.
"Hee maaf maaf. " tertawa pelan
Mega pergi ke sebuah hutan berniat melatih kekuatan nya, walaupun waktu nya sangat singkat yang penting dia tidak melupakan latihan.
Hidup di dunia yang penuh dengan kekerasaan harus memiliki skill setidak nya dapat melindungi diri.
__ADS_1
Mega berlatih seharian dan tidak menyadari hari sudah berganti menjadi pagi, ia merasa sangat singkat jika bukan karena pertandingan nya maka ia pasti akan melanjut kan latihan nya.
Mega berada di urutan terakhir dimana ia harus melawan Okto si arang api
Tetapi pagi ini firasat Mega sangat buruk, walaupun hari nya cerah, Mega sama sekali tidak semangat.
Seperti ada yang menempel di punggung nya mencegah dia bertanding firasat ini pasti bukan hanya sekedar firasat biasa saja hal yang besar akan terjadi.
Mega mengambil alat tanding nya seperti pedang dll.
Sebelum ia pergi Sindy menyerahkan dua bukut tebal yang bercorak sangat kuno.
"Untuk apa ini ?" tanya Mega kebingungan.
Mega tidak percaya dengan kata kata Sindy, semua tulisan itu tampak seperti biasa nya dan sangat mudah di baca.
Di tangan sindy ada dua buku pertama kitab sisi terang di mana kitab ini memberikan pelajar tentang tongkat itu masing masing dan bagai mana jika orang menyerap nya dan tentu saja bukan hanya itu di situ tertulis gimana cara memakai dan lebih banyak lagi.
Buku yang satu lagi adalah kitab sembilan jurus isi nya memberikan pelajaran jurus yang berjumlah. sembilan bagi pemaniak pedang
Seharus nya Sindy tidak memberi nya karena kitab ini sangat langka bahkan hampir di lupakan karena di anggap tidak ada lagi atau punah.
__ADS_1
Tetapi keahlian sindy dalam mempelajari huruf tidak dapat membaca isi kitab itu, kitab itu seperti menolak nya.
Di sampul kitab itu terdapat bintang sembilan,di tengah tengah nya bulatan besar.
"Baiklah aku sangat berterimakasi. " dia mengambil Kedua kitab itu dan memasuk kan nya ke dalam baju nya.
Lalu berlari cepat meninggal kan Sindy .
Ada yang membuat semangat Mega menurun kerena pertandingan hidup mati ini hanya mendapat kan anak perempuan bukan hadiah sepantas nya.
Jika ia menikah atau lpebih tepat nya tunangan karena umur Mega masih belum mencukupi, ia tidak akan bebas impian nya bertualang di dunia fantasi akan sirna.
Tapi knapa Mega masih mengikuti pertandingan ini karena diri nya tau jika ia menyerah sama saja dengan menyerah kan nyawa nya.
Lebih baik dia menang seperti yang di rencanakan nya setelah ia menang ia akan langsung menceraikan nya.
Lalu pergi jauh jauh memulai petualangan.
Sampai pada arena Mega melihat kejanggalan yang sama sekali tidak di sadari orang orang.
Di setiap sudut penonton baik kanan maupun kiri, ada orang berbaju hitam bercadar hitam hanya menampakan mata nya saja.
__ADS_1
Mata mereka melirik entah ke mana bukan hanya ada satu atau dua melainkan banyak tetapi berpencar jika orang melihat nya sesaat mereka pasti berpikir itu adalah orang biasa.
Mega lama menantap nya sehingga orang berbaju hitam itu menyadari nya tetapi tidak mengiraukan nya walaupun dia terlihat sangat waspada tetapi dia tidak akan menaruh curiga kepada anak anak.