
# bab 19
Mega membelah Gren menjadi dua.
Lalu melesat cepat dan menebas beberapa siluman hingga kepala nya tidak lagi di tempat biasa nya.
Cukup lama pertarungan Mega dengan Siluman itu hingga membuat nya kelelahan dia menyodor kan tangan nya dan membentuk senjata bazoka.
Mega harus Mengakiri pertarungan ini secepat mungkin ketika menyadari tenaga nya terkuras cukup banyak.
Dia menembakan bazoka nya bukan hanya satu peluru yang keluar melainkan Banyak.
Ia sengaja menciptakan nya seperti itu.
Peluru nya mengenai badan siluman itu hingga meledak dan hancur .
Tanah menjadi berlubang ,pohon pohon tumbang.
Siluman tadi menjadi abu
Mega tersandar ke pohon
Dia sungguh kelelahan.
Sedangkan Bob merasa bahagia serta kagum melihat kehebatan Mega tapi ada sedikit di hati nya rasa penasaran bagai mana tidak bazoka yang di pakai Mega untuk membunuh siluman itu tidak pernah menampakkan diri di dunia fantasi ini .
Ketika Mega ingin istrahat tiba tiba segrombolan orang datang dan mengejut kan Mega.
Mereka menyodor ujung pedang nya dan membentuk formasi lingkaran
"Apa kau ingat aku " Key tersenyum licik dia memang menunggu kesempatan ini dengan bersembunyi.
Mata hari ingin terbenam pancaran hari menjadi agak merah.
Tapi masalah Mega belum selesai ketika dia harus menghadapi musuh licik yang berada di depan nya.
"Kau bukankah orang yang ku hajar waktu itu. " Mega tersenyum ketika dia mengingat menghajar orang di depan nya.
"Ku pikir kau tidak bisa melihat " tertawa licik.
"Apa kau kelelahan, kau bisa menyerah dan kami akan membunuh mu tanpa memiliki rasa sakit " berlagak sombong semua anggota nya tersenyum licik.
"Kau masih mau kenak hajar kedua kali nya ? " tanya Mega dengan kata kata menusuk dan sekaligus mempermalukan Key.
"kita lihat apa kau masih bicara sesombong itu " dia mengeluarkan pedang nya dari sarung nya.
'sial, knapa orang ini datang di waktu aku kelehan sih '
Mega menghelakan napas beberapa kali badan nya masih belum pulih sepenuh nya.
Dia menatap sebentar Bob.
Memberikan tanda agar menjauh.
__ADS_1
Tapi key segera menyadari nya, dia berjalan pelan ke arah Bob dan mengarah kan pedang nya ke leher nya.
Mega tidak menyangka dia akan melakukan nya dan menemukan musuh selicik Key andai kan Mega tau kalo Key lah dalang tumbang nya pohon itu mungkin saja dia tidak akan seterkejut itu.
"Apa kau menyuruh nya menjauh " Key mendekat kan pedang nya ke leher Bob
Bob hanya diam dan merasa bersalah
Jika dia tidak terluka pasti Mega dan Bob bisa bertarung Bersama.
"Kau memang Licik " timpal Mega
Membuat Key menjadi kesal sesaat dan kembali tertawa licik.
"Ya aku memang licik jadi kau ingin aku membunuh nya atau kau menyerahkan diri " tanya licik Key sebenar nya dia tidak bermaksud membiarkan Bob lepas jika Mega menyerah kan diri.
Dengan membunuh Bob dan Mega maka saingan nya akan Berkurang drastis.
Mega hanya diam mematung dia memutar otak nya mengambil jalan yang tidak berisiko.
"Aku tidak suka menunggu lama lo " semakin mendekat kan pedang nya ke leher Bob hingga mengenai kulit nya dan mengeluar kan darah.
Mega menelan ludah nya, keringat dingin membanjiri tubuh nya.
"Baiklah aku menyerah, lepaskan dia. "
Mega mengangkat tangan nya dan mendegus kesal.
Sedangkan Bob merasa bersalah karena diri nya Mega harus menyerah Jika hanya menyerah itu tidak akan mesalah tapi jika dia harus di bunuh harus bagai mana.
Mega mengambil pedang nya dengan pelan.
Ia seperti membisikan sesuatu tapi tidak di ketahui oleh Key dan angota nya.
Mega meletakan nya perlahan lahan ke tanah.
Lalu kembali dengan posisi semula.
Ji. ..key berteriak memanggil jix.
Seseorang datang dari balik pohon dan pedang di tangan nya.
"Bukan kah kau ingin membalas dendam mu " tertawa licik sedangkan Ji di penuhi rasa amarah.
Perlahan lahan ia mendekati Mega dengan pedang di tangan nya.
Ketika mendekat ji menatap nya dengan perasaan campur aduk, marah ,takut senang.
"Aku tidak tau cara membunuh mu, aku tidak tau harus bagai mana jika aku memotong badan mu maka kau akan pulih menjadi semula. "
"Kasi aja di racun " teriak Key dan melempar kan botol kaca kecil berisi cairan.
Jix segera menangkap nya sebentar dia menatap racun itu.
__ADS_1
"Jika aku membunuh mu Teman ku akan tenang di alam sana.
Dia membuka tutup botol nya.
Dan ingin menuangkan nya ke mulut Mega.
Tiba tiba tangan nya gemetar ketika melihat Mega tertawa kecil.
Melihat keraguan Jix, dengan cepat Mega menunju perut nya dan terpental jauh ke belakang.
Key yang mengetahui itu ingin mengayun kan pedang nya ke bob.
Ting....
Pedang nya di hetikan oleh pedang Mega dengan sendiri nya, hingga membuat pedang Key terbang jauh.
Melihat itu Bob segera menjegal kakik key dan terjatuh segera dia berlari.
Dan berhasil menjauh dari tempat itu.
"Berhasil! " mega mengangkat tangan nya ke atas .
Dari awal dia memang merencanakan nya, ketika dia ingin melepas pedang Mega .
Mega membisikan. " Jika dia ingin menyerang Bob terbanglah dan halangi"
Kini rencana nya berhasil
Wajah key menjadi merah kerena kesal, sandra nya sudah berhasil kabur tidak ada lagi tindakan licik yang harus di lakukan nya dan memilih bertarung mati matian.
Tetapi walaupun Mega berhasil kondisi badan nya belum pulih terlebih lagi sakit di mata nya terus bertambah.
Sesekali di memegang nya.
Dan tanpa di sadari nya darah mengalir kembali dari balik kain putih nya.
Mega kembali tersender kepala nya menjadi sakit .
'bahaya jika mereka menyerang aku pasti tidak bisa menghadapi nya seperti nya kekuatan bunga ku tidak dapat menyembuhkan luka ini"
Key mengambil pedang nya yang terjatuh.
Semua anggota nya sudah bersiap.
Mega memanggil Gren .
"Gren tahan mereka sedikit lagi ,tubuh ku belum pulih."Mega terduduk dan memegang kepala nya darah tidak berhenti mengalir dari mata nya.
"Ada apa sudah putus asa sampai sampai menyuruh pedang mu mengurus kami " sebenar nya ada sedikit keterkejutan di dalam hati nya ketika melihat pedang bisa di perintah dan menjalankan nya seperti mahluk hidup pada umum nya.
Seandai nya dia tau bahwa gren adalah naga mungkin dia tidak akan terkejut.
"Apa kau menyuruh satu pedang menandingi kami lihat dulu jumlah kam-
__ADS_1
Kata kata nya belum sekesai di ucap kan ketika melihat pedang Mega atau Gren berubah menjadi banyak.
"Bagai mana dengan ini " kini Gren melakukan sesuatu tanpa di perintah Mega.