
"Sudah lama kami tidak memiliki tuan yang cocok, tapi seperti kau berhasil menopang kekuatan kami semua " angin warna hitam berbicara angin ini selalu berputar putar seperti angin topan hanya saja bentuk nya kecil.
"Apa maksud kalian ?" Mega menjadi kebingungan di mana diri nya aja dia tidak tau.
"dengan menerima kami kau akan menjadi inti, sebenar nya kami mempunyai kekuatan masing masing tapi tidak kami sangka kamu dapat menampung kekuatan kami semua,
Kau akan menjadi inti elmen "
"Tunggu dulu apa -
Kata Mega terhentikan ketika angin itu perlahan lahan hilang.
"Mega "
Tiba tiba ada suara lain dan terlihat samar samar dengan gelap yang menutupi wajah nya.
"Suara ini, Wiz apa kau itu "
Mega menjadi sedikit senang tetapi dia menahan nya ketika masih belum mengetahui siapa sosok sebenar nya.
Sosok itu jalan perlahan menampakan wajah nya dan seluruh tubuh nya.
"Wiz sudah ku duga itu kau "
Mega berlari kencang dan memeluk Wiz dengan erat.
Sedangkan Wiz merasa sedikit sakit mengingat badan nya yang belum sepenuh nya pulih.
"Mega seperti nya kau sudah berkembang "
Mega melepaskan pelukan nya membuat Wiz sedikit lega.
"Bagaimana kondisi mu ? " tanya Mega menghawatir kan kondisi Wiz.
"Sekitar dua bulan lagi aku sudah bisa keluar dari diri mu.
Tapi knapa badan mu harum bunga aku sangat terganggu ketika meditasi. "
"ini kekuatan dari Eyaso tapi aku tidak yakin "Tertawa kecil.
"Jangan bilang kau sudah turun dari bukit " Wajah Wiz menjadi terkejut.
"Aku kesepian jadi aku turun "
Mega membela diri.
Wiz tertawa pelan tidak menyangka Mega berani turun dari bukit itu.
"kau bilang kau mendapat kekuatan Eyaso,aku sudah mendengar cerita nya aku juga sudah pernah menyaksikan dia membunuh banyak prajurit dengan kekuatan nya itu. "
"Benarkah, tapi bagaiman cara nya agar aku selalu bisa berbicara dengan mu "
Wajah Mega menjadi lesu.
__ADS_1
"Sebenar nya ada cara nya cuman aku lupa bilang sama mu,
Kau hanya perlu memegang dadamu dengan telapak tangan mu konsentrasi lalu panggi nama ku, jika aku tidak menyaut panggil lagi mungkin aku lagi tidur."
"Benarkah" wajah Mega menjadi senang.
"Aku mau tanya kita sekarang di mana " tanya Mega kepada Wiz.
Wiz tertawa dan tidak menyangka Mega tidak mengetahui bahwa mereka berada di dalam diri nya.
"Kau berada dalam diri mu " Tertawa kecil.
Mega menjadi kesal.
"Cara keluar nya gimana ?" pertanyaan Mega membuat Wiz semakin tertawa
Mega menjadi kesal tapi di sisi lain dia senang masih di beri kesempatan berjumpa dengan Wiz.
"Tutup mata mu dan kosentrasilah kau akan bangun sendiri "
Mega mengikuti nya tidak butuh waktu yang lama agar dia sampai sadar.
'Di mana ini'
Mega melihat sekeliling sesekali dia me ngucek mata nya ketika ia ingin turun dia terkejut melihat kepala sindy bersandar di samping nya seperti nya ia ketiduran ketika menungu Mega bangun.
Dengan pelan Mega berdiri lalu pergi dari kamar nya dia tidak tega membangun kan sindy.
Sesampai di luar Mega merasa ada yang salah dengan diri nya .
dapat melihat dengan luas.
Mega terkejut semakin lama ia melihat semakin jauh pengelihatan nya.
Ukiran senyum jelas terlihat di bibir nya
Semut yang berjalan berbaris di pohon dapat di lihat oleh Mega dengan Jarak 1 km.
Mega memegang Mata nya dia merasa ada yang aneh, dia hanya membuka satu mata, mata yang terbuka tampak berwarna biru penuh sedangkan yang satu nya lagi hanya tertutup Mega berusaha membuka nya tapi ia merasa kelopak mata nya di tarik kembali agar tertutup.
"Mega! " teriak Sindy dari kejauhan.
Mega menoleh lalu mendekat ke arah Sindy.
Badan Sindy menjadi kaku dia berkeringat dingin melihat Mata Mega entah knapa ia merasa ketakutan.
Dia tidak bisa berkata kata.
"Mega sekarang pertandingan nya " teriak Sindy dengan mata tertutup
Dan takut melihat mata Mega.
"Knapa kau menutup mata apa yang salah dengan ku " jari Mega menunjuk diri nya sedang kan Sindy berusaha membuka mata nya dan menahan rasa ketakutan nya.
__ADS_1
"Belakangi aku, jangan lihat aku dengan mata itu "
Mega memutar badan nya dan merasa bingung ketika sindy mengatakan tentang mata ,dia hanya berpikir mata nya seperti biasa cuman yang satu nya lagi tertutup tidak bisa di buka.
"Dengar kau harus hati hati menggunakan mata itu "
Tentu saja bagi Sindy seorang penyihir sudah tau mengenai mata Mega.
"Apa maksud mu dengan mata ini. " Mega benar benar bingung denga sindy.
"Mata mu dapat menggun-
Belum selesai sindy mengeluarkan kata kata nya tiba tiba sebuah energi hitam tertembak dari mata Mega dan membakar hutan itu dengan hitungan detik semua habis terbakar pohon yang cantik menjadi abu seketika.
Mega hanya diam, serta berkeringat dingin .
"Matikan api itu hanya kau yang bisa mematikan nya " teriak Sindy
"Apa bagai mana cara nya aku bahkan tidak tau cara mengeluarkan nya. "
Mega menjadi panik sedangkan Sindy berlari ke rumah mengambil buku nya yang berisi sesuatu tentang sihir.
Dia membuka halaman dengan cepat dan menghentikan tangan nya mulai membacakan nya.
"Cara menghentikan nya yaitu fokus dan pikir kan agar api itu berhenti " teriak Sindy dari kejauhan karna takut dengan Mega.
"Baiklah " Mega menelan ludah nya dan fokus menatap api itu dengan mata nya.
Buar..
Api nya semakin bertambah bukan nya di matikan Mega malah menambahi nya.
"Apa! matikan ****** bukan tambah "
Wajah Sindy menjadi merah dan kesal melihat Mega.
Mega berkeringat dingin, tak lama kemudian api nya mati tetapi mata Mega mengeluarkan darah yang mengalir di pipinya.
Mega segera menutup mata nya, aneh nya ketika dia menutup mata nya dia bisa melihat dengan jelas di balik kelopak mata nya seperti biasa.
Wajah Mega berkeringat " Bagai mana ini bagai mana cara ku nanti tidur " Mega menarik narik rambut nya.
"Tenanglah " Sindy berjalan pelan dan menepuk pundak nya .
"Knapa aku bisa begini apa yang terjadi dengan ku " Wajah Mega menjadi pucat dan membayang kan bagai jika pohon yang di bakar nya adalah orang, mungkin dia sudah menjadi abu.
"Salah mu kenapa kau menyerap seluruh kekuatan tongkat koleksi ku "
"Aku tidak sengaja aku hanya memegang nya dan tiba tiba ..."
Mata nya menjadi lebar mengingat diri kesakitan menerima kekuatan itu
Pakai ini Sindy melempar kain putih.
__ADS_1
"Gunakan untuk menutup mata mu, agar kau tau aja mata mu bukan hanya itu mengingat tongkat yang memiliki kekuatan bermacam macam tidak mungkin hanya itu kekuatan nya. "