
Kereta kuda datang mejemput Lisa ,Mega dan Jurisio.
"Tuan kami dari kerajaan menjemput kalian atas perintah dari pangeran ."
Menundukan kepala nya dan. Mempersilah kan mereka masuk ke dalam kereta kuda.
Mega juga ingin naik tapi di hentikan oleh pengawal itu dan menunjuk gerobak barang barang.
"Tempat mu di sana "
Lisa merasa tak enak tetapi hanya bangsawan lah yang di istimewakan.
Mega Meghelakan napas lalu pergi ke dalam gerobak itu.
Semua sudah siap berangkat ke kerajaan dari jalan ini terlihat jelas kemegahan istana besar walaupun tempat nya masih jauh tapi tetap aja bisa di gunakan.
"pak Jurisio kapan pertandingan nya sebenar nya aku merasa khwatir dengan Mega mungkin dia tidak cukup kuat " Lisa mengerut kan kepala nya.
"Tenanglah nyonya apa kamu tidak melihat dia membunuh semua penjahat yang mencegat kita dengan mudah, membunuh mereka dengan menggunakan benda aneh aku saja di situ ketakutan. "
"Aku tidak lihat pada waktu itu aku pinsang , tak menyadarkan diri. "
Lisa mendongkak mengingat ingat kejadian itu.
"Dengan mata ku sendiri aku melihat nya aku sempat berpikir dia itu adalah pembunuh walaupun usia nya masih segitu tapi kekuatan nya ,
bagai mana jika ia besar mungkin dengan mudah nya ia bisa menghancurkan kerajaan seorang diri ."
Lisa hanya terdiam dengan kata kata Jurisio ,dan merasa tidak mungkin Mega bisa menghancur kan satu kerajaan seorang diri.
"Keren!, kapan lagi aku bisa melihat beginian " mata Mega berbina binar tidak menyangka kerajaan yang menjadi kenangan di dunia nya yang dulu kini dia benar benar telah melihat dengan mata kepala nya sendiri.
"Besar nya ,bagai mana cara membangun bangunan sebesar ini ya, kalo di dunia ku dulu karena sudah modrn tapi sekarang kan masih belum modrn bahkan tidak mengenal yang nama nya teknologi. "
Tidak butuh waktu yang lama untuk sampai di gerbang besar nya dan di jaga oleh banyak penjaga.
Salah satu pengawal yang berada di kereta kuda melambaikan tangan memberi tanda agar gerbang nya di buka dan mereka bukan lah orang yang biasa.
Melihat tanda yang di berikan kepada nya ,dia langsung membuka gerbang itu butuh waktu yang lama agar gerbang nya terbuka bayang kan aja bagai mana jika gerbang raksasa itu di buka pasti cukup lama bukan.
Terlihat dari kejauhan terdapat pangeran berdiri menyambut calon istri nya .
Ketika mereka turun dari kereta kuda mereka langsung berlutut berbeda dengan Mega ia hanya terdiam menatap pangeran dengan tajam.
"Hmm ganteng juga, seperti nya ia cocok jadi suami Lisa tapi sebelum itu.. "
Mega melihat ke kiri dan ke kanan tidak menemukan wanita lain selain pelayan perempuan yang mengurus bunga.
__ADS_1
"Pasti di dalam ,
dia sengaja tidak menampak kan nya kepada ku ,
licik juga kau pangeran busuk. " tertawa sinis kepada pangeran Alexsander.
Semua terperlongo, melihat kelakuan Mega.
"Oi oi membungkuk lah " Lisa berbisik pelan tetapi tidak di dengar oleh Mega entah sengaja atau tidak tapi yang jelas dia seperti menantang pangeran terlihat jelas dari mata nya yang tidak kedip kedip.
Sampai Lisa menarik tangan nya agar dia bersujud.
"Hahaha, Lisa kemarilah aku merindukan mu " meyodorkan tangan nya .
Lisa perlahan lahan Memegang tangan pangeran itu.
Mereka berpelukan di depan depan Mega membuat dia kesal bukan karena cemburu tapi karena sikap pangeran nya yang sok dramantis .
"Aku menepati janji ku " Pangeran Alexsander memeluk nya sekali lagi sedangkan Lisa hanya tersenyum senang tidak menyangka pangeran yang menjadi calon suami nya menepati janji nya.
"Baiklah kita bertemu dengan ayah "Menuntut Lisa ke ruangan khusus tempat raja.
Sedangkan Mega hanya diam dan tidak percaya dengan apa yang terjadi.
"Apa sikap nya tadi., sok dramantis cih " tidak sadar kata kata nya terlalu kuat dan di dengar oleh pelayan pelayan nya termasuk Jurisio.
"Maaf nak kau sudah kelebihan ,tadi aku bermaksud memberi mu ruangan yang bisa di tepati tapi karna kau mengatakan yang tidak pantas ke pada pangeran ku maka kau tidur di sana " Menunjuk gudang untuk alat kebersihan.
"Cih siapa yang mau tidur di sana lebih baik aku tidur di hutan sana " Mega melihat bukit yang tidak terlalu tinggi di belakang Kerajaan .
"Silah kan aku tidak melarang tapi saya peringat kan kau harus hati -hati karena di sana banyak hewan buas. "menakuti nakuti dengan wajah nya tapi tidak berkutik terhadap Mega.
"Aku tidak takut lagian aku sudah bersatu dengan alam Benarkan Gren. "
Melihat pedang yang ada di punggung nya .
"Benar "
Tiba tiba Jurisio merinding mendengar suara Gren.
" Kna,knapa pedang mu bisa bicara "
Menunjuk pedang Mega berbalut kain putih.
"Sukak hati nya mau dia berbicara mau tidak emang urusan mu " Pergi meninggal kan Jurisio yang sangat telak oleh kata kata Mega.
Mega berjalan ke belakang kerjaan di jalan dia selalu berjumpa dengan pelayan ada yang menjemur pakean
__ADS_1
Menanam bunga.
Bahkan ada juga yang mengajari anak anak berlatih entah dia pelayan atau guru yang penting dia orang.
Tepat di atas bukit Mega melihat lapangan pertandingan cukup besar di bawah bukit ,banyak orang yang tak sadar jika hanya sepintas melihat karena di tutupi oleh bukit apa lagi bukit di tutupi oleh kerajaan.
Mega duduk dan melihat orang orang yang ingin ikut bertanding masih berlatih di sana, wajah mereka sangat serius seperti nya pertandingan ini sangat istimewa.
Mega tiba tiba teringat oleh sesuatu dan menatap dada nya.
"Wiz apa kau tidak bosan di dalam kalo sudah sembuh keluarlah aku merasa bosan seharusnya kau melihat kehebatan ku yang sudah ku latih tanpa mu
" Berbicara sendiri seandai nya ada orang yang melihat nya maka ia dia anggap orang gila.
Mega tertidur di bawah pohon rindang tiba tiba ada pohon tumbang dan mengenai tangan Mega dan lepas dari tempat biasa nya.
Waaaa. ...
Teriak Mega ketika melihat tangan nya lepas dari badan nya.
Ia menahan sakit nya ,
sampai sebuah bunga tiba tiba bertambah banyak.
Mega kebingungan dia melihat lepasan tangan nya tadi berubah menjadi butir butiran bunga mawar merah
Mega kebingungan melihat tangan nya yang hilang.
Dia melihat bekas tangan nya yang patah di badan nya.
Cukup aneh jika manusia biasa mungkin akan keluar darah tapi Mega mengeluarkan butir butiran bunga dan membentuk tangan yang terlepas dari badan nya kembali.
"Apa!"
Mega terkejut mata nya terbuka lebar ia mencoba mengerakan gerakan tangan nya.
"Knapa bisa begini, dari mana asal bu...
Kata kata Mega terhenti ketika dia mengingat pembicaraan dengan Elisabeth yang mencium harum bunga dari diri nya.
"Jangan bilang ini " Mega mengingat pertemuan nya dengan Eyaso awal nya dia tertidur di padang bunga dan tiba tiba berbicara dengan Eyaso.
Satu kata yang paling di ingat Mega adalah "aku akan selalu ada di dalam diri mu "
"mungkinkah ia memberiku kekuatan nya
Kalo begini aku tidak bisa mati, sebentar bisa bisa ada yang mengerjai ku " Mega membentuk piso dengan kekuatan langka nya.
__ADS_1
Perlahan lahan mengores perut nya sampai cukup dalam dan lebar.
Aneh nya bukan darah yang keluar melainkan Butiran bunga mawar merah dan menutupi luka nya.