Reborn Little Army

Reborn Little Army
Pertanyaan


__ADS_3

# bab 30.


"Aku harap kau hati hati dan tidak terlalu berharap kepada putri, atau kau akan berakhir seperti adam "


Vio pergi meninggal kan Mega dan tidak menyaut ketika Mega memanggil manggil nya, seperti nya niat tidak ingin berbicara dengan Mega terlalu lama atau hanya memberitahu kan kata kata nya itu.


Mega bingung dan tidak tau apa yang terjadi, putri siapa?, berharap ?,berakhir seperti adam?, itu semua tertulis dalam otak nya dan berusaha menemukan jawaban nya walaupun pada akhir nya tidak terjawab.


Mega menghela napas berkali kali semejak diri nya di lahirkan kembali ke dunia ini ,dia selalu mengalami hal yang tidak pernah di alami nya di dunia biasa.


Mega berdiri lalu pergi kerumah Sindy,


Ketika dia sampai dan menemukan Sindy duduk menatap jendela yang terbuka dan menampakan pemandangan alam yang cukup memuaskan bagi nya .


Di tangan nya terdapat cangkir kaca, dan mengsirup isi nya.


Dan mengoyang goyang kan kursi nya seperti orang tua pada umum nya.


Mega hanya berdiri mematung dan tidak menyangka Sindy suka berdiam diri di rumah, ya pada umum nya memang penyihir tidak suka terlalu aktif .


Karena itu penyihir memiliki fisik yang lebih lemah dari orang yang mengikuti bela diri,

__ADS_1


Walaupun begitu penyihir itu sangat pintar dan tidak suka gegabah.


Contoh nya dia harus menghafal mantra mantra sihir,


Menerjemah kan bahasa tak di kenal seperti itu lah penyihir.


Sindy menyadari kehadiran Mega.


"Oh selamat datang ,apa kau menang tentu saja jika kau tidak menang mana mungkin kau bisa berdiri di rumah ku, apa kau hantu ya aku tidak peduli yang penting kau masih berdiri di sana, dasar cicak! "


Mega menjadi kesal dan geram ia mengepal kan tangan nya, mengigit gigi nya sendiri.


"Aku menang, dan ada yang ingin kutanyakan kepada mu. "


"Siapa adam"


Mata Sindy terbuka lebar bahkan dia menghentikan goyangan bangku nya


"Dari mana kau tau tentang adam "


Tatapan tajam di arah kan kepada nya

__ADS_1


Membuat Mega sedikit merinding, bahkan dia mengosok gosok tangan nya.


Mega hanya diam dan tertawa kecil, mengalihkan pandangan nya tidak ingin melihat mata Sindy yang super dingin itu.


Sindy menghembuskan napas berat nya lalu kembali menyenderkan badan nya ke kursi.


"Adam, adam adalah tunangan Putri Elisabeth, sikap nya yang lembut, baik membuat orang orang di sisi nya merasa nyaman berbeda dengan putri Elisabeth, dia sangat membenci adam dan tidak segan segan menyakiti hati nya, tetapi entah karena apa dia hilang sampe sekarang tidak di temukan, menurut ku raja merasa bersalah lalu membuat pertandingan untuk memperebutkan Putri Elisabeth. "


"Tunggu tunggu ,kau bilang apa barusan memperebutkan putri Elisabeth, tapi aku tidak tau" Wajah Mega menjadi pucat, dia tidak ingin menikah malainkan menikmati masa muda nya untuk kedua kali nya.


"Eee, jangan bilang kau belum tau " Sindy terkejut lebih terkejut jika saja orang orang bertarung untuk memperebutkan Elisabeth dan rela mati jadi Mega ini bertading untuk apa kalo hadiah mana mungkin mempertaruh kan nyawa nya.


"Hehehe, jadi gitu ya Adam itu adalah Tunangan Elisabeth ,jika aku menikah dengan Elisabeth hmmm, mungkin aku akan langsung menceraikan nya, atau aku perlu mengambil tahta ayah nya, hehe cita cita waktu aku kecil akan terwujud "


Mega mengangkat tangan tepat di depan wajah nya dan lalu mengerak kan jari jari nya . menununjukan wajah penuh dengan kehayalan tinggi.


"Diam bocah, aku tidak akan membiarkan mu aku akan langsung membunuh mu setelah aku berhasil membunuh mu aku akan menjadi ratu dan mempunyai suami yang ganteng melahir kan anak anak cantik dan ganteng sebagai penerus ku. "


Mengangkat tangan nya sampai di depan wajah nya lalu menggerak gerakan jari nya, wajah nya sama seperti Mega, membuat Mega menjadi kesal.


"Diam lah kau pun sama saja "

__ADS_1


Mega memegang dagunya dan hanyut dalam pikiran nya sebelum menatap Sindy lama.


"Aku mau tanya, knapa pangeran dari negara lain ikut bertanding "


__ADS_2