Reborn Little Army

Reborn Little Army
Gereja hitam II


__ADS_3

Bab 37.


Mata biru Mega mengarah ke arah laki laki itu, dalam sekejap tubuh laki laki itu depenuhi oleh api hitam dan membakar nya sampe benar benar habis.


Mega membantu Okto berjalan menepatkan nya di tempat aman sebelum pergi meninggal kan nya


Sebelum menembus keluar Mega harus mencari siapa dalang Dinding halangan itu.


Mata nya melirik entah ke mana dan berhenti .


Laki laki hitam mengangkat kedua tangan nya dan di sekeliling nya di bantu dan di jaga oleh beberapa orang.


Mereka menyodor kan pedang nya ke depan, mata yang liar mengawasi entah ke mana,


Mega menghampiri mereka dengan berjalan mengendap endap.


Lokasi Mega masih aman, dia bersembunyi di balik dinding dan hanya tinggal beberapa langkah lagi agar sampai di tempat mereka.


Mega fokus menatap mereka dengan mata biru nya, dalam hitungan detik dua orang mati terbakar menyisakan abu.


Laki laki yang berada di tengah sangat terkejut ia memerintahkan kawan nya agar lebih fokus, namun dua orang lagi terbakar oleh api hitam, Mega benar benar tidak memberi kesempatan pada mereka.


Laki laki itu teriak agar anggota Gereja hitam yang lain nya membantu menjaga diri nya, merasa kesal Mega mengeluar kan pedang nya dan menebas beberapa dari mereka.


Orang berjubah dan bercadar hitam terus bertambah di hadapan Mega.


Tanpa basa basi, tanpa gentar Mega maju memakai pedang. dan Mata Biru nya.


Srakk....


Sekali potongan memakan tiga korban sehingga kepala mereka tidak ada lagi di badan nya.

__ADS_1


Hyaa....


Teriak musuh dan menyerang dari udara, di belakang Mega.


Karena suara nya, Mega jadi mengetahui di mana musuh nya, ia hanya memalingkan kepala nya dan menatap laki laki itu, dan dalam sekejap tubuh nya hangus terbakar.


Hyaa....


Hyaa...


Semua musuh sekali gus maju ,mereka benar benar tidak takut akan kematian.


Mega berdecak kesal ia sedikit mundur ia tau ini akan menyulit kan bagi nya.


Syuup.....


Suara angin kecil membuat rambut Mega berterbangan entah ke mana tiba tiba 3 laki laki berada di samping nya, jelas mereka adalah anak anak yang ikut bertanding dan berniat membantu Mega.


Mega tersenyum "Baiklah kita akan hadapi mereka, jangan sampe mati " mereka ber empat maju menyerang anggota Gereja hitam.


"Apa kalian bisa mengurus ini, aku akan membunuh laki laki itu" teriak Mega kepada teman nya yang sibuk berhadapan dengan musuh.


"Pergilah,kami akan mengurus yang ini " teriak laki laki tanpa mengalihkan pandangan nya dan fokus menghajar musuh yang berada di depan nya.


Mega berlari kencang menghadang dan menebas beberapa musuh yang meneyerang nya.


Tinggal beberapa langkah lagi agar dia dekat dengan laki laki yang membuat dinding penghalang itu.


Namun keberuntungan tidak berpihak kepada Mega, sebuah palu besar menghantam tubuh Mega dan melayang jauh.


Laki laki besar, memakai palu sama sekali tidak di sadari Mega kehadiran nya.

__ADS_1


Mega berdiri, pelan tapi pasti dan mencoba mengejar laki laki itu.


Buummmm...


Palu besar mendarat ke lantai batu, dan meleset mengenai Mega.


Mega membuka mata nya lebar lebar dan membakar pria di depan nya ,pria berlari karena ke penasan sebelum ia mati dan menjadi abu, tetapi suatu cairan merah keluar dari mata Mega.


Mata nya sudah pada batas nya, mau tak mau ia harus menutup mata nya.


Seandai nya mata Mega masih bisa bertahan maka tidak mudah bagi nya membunuh laki laki penghalang itu namun semua tidak seperti harapan.


Mega berlari cepat mengejar laki laki itu sudah dekat jarak mereka tinggal beberapa langkah lagi, Mega melompat dan melayang di udara.


Lalu mengayun kan pedang nya ke arah kepala laki laki itu.


Laki laki ini tersenyum, ia tidak takut seperti ada yang di rencanakan nya.


Laki laki itu menarik napas nya, dua pipi nya menjadi bulat seakan akan penuh memakan sesuatu.


Huf.....


Suatu hembusan di lancar kan dan menghasil kan angin yang kuat dan tajam.


Angin nya seperti kumpulan piso yang berterbangan, tidak sempat menghindar Mega harus merelakan tubuh nya terkena oleh angin tajam itu membuat Mega kembali terpental jauh.


Bam... Bam.. Bamm...


Mega berguling gulung cukup jauh, hingga akhir nya berhenti seluruh tubuh nya terukir sebuah cap sayatan dan kemudian hilang sembuh seperti tidak terjadi apa apa.


Mega menghela napas ini yang kedua kali nya dia lalai, dan jika ia tidak cepat cepat akan semakin banyak korban berjatuhan.

__ADS_1


__ADS_2