
"Pohon sialan,apa guna nya aku bersatu dengan alam kalo di gini kan " Mega menjadi Kesal dan geram dia menendang pohon tumbang itu,
Kaki nya terhenti ketika ia menyadari sesuatu yang janggal.
"Ini bukan bekas pohon tumbang dengan potongan yang halus sudah jelas ini adalah ulah orang "Mengepalkan tangan nya hingga mengeluarkan suara.
***
"Ayah "
Terlihat pangeran Alexsander berjalan dengan satai dan Lisa di sisi nya.
Ia berlutut di hadapan ayah nya.
"Ayah,ini calon istri yang ku bicarakan kepada mu "
"Hahah, kemarilah kalian aku ingin melihat lebih jelas lagi "
Pangeran menuntut Lisa menaiki tangga sedikit tinggi hingga berdiri tepat di depan raja.
"kamu sangat cocok dengan anak ku
Dan cantik dengan umur kalian kita tidak akan melakukan pernikahan melainkan pertunangan sampai saat nya tiba "
"Baik ayah " menunduk lalu pergi meninggal kan raja serta orang orang yang ada di dalam nya.
Mega masih melamun tidak menyangka dia akan mendapatkan kekuatan ini.
Karena bosan ia lebih memilih turun dari bukit dan menuju lapangan pertandingan.
"Apa ini benar benar kekuatan yang di berikan perempuan itu tapi knapa cuman aku yang di berikan. "Kepala Mega dipenuhi oleh pertanyaan.
Kaki Mega berhenti ketika mendengar suara ledakan besar menghancurkan beberapa pohon.
Mega berlari kencang menuju asal suara itu.
Dan menemukan perempuan dengan jubah sihir dan tongkat nya seperti nya itu yang mengeluarkan suara ledakan itu.
Pandangan Mega berhenti dia mematung ketika melihat bekas ledakan tadi ,lubang besar terbentuk menghancurkan pohon pohon.
Mega tidak percaya apa yang Di lihat nya.
Sampai perempuan itu menyadari kehadiran Mega,
Perempuan yang lebih tinggi Dari Mega berjalan dengan Pelan menghadap Mega cukup lama Mega menyadari nya.
"Maaf mengganggu latihan kk "
Akhir nya ia menghormati seorang lebih tua dari nya karena kekuatan nya lebih tinggi dari Mega.
"Apa yang kau lakukan di sini "
Tanya perempuan itu tanpa ekperesi.
__ADS_1
"Aku kebutulan mendengar suara ledakan lalu aku kemari dan menemukan .."
"Siapa nama mu ? "
"Mega dan kau " tanya Mega kembali seperti nya rasa hormat nya tadi sudah hilang.
"Sindy, kau harus hormat dengan ku walaupun badan ku pendek tetapi umur ku 18 thn "
Mega terkejut ia sedikit tertawa tapi ia langsung menahan nya.
"Temani aku jalan aku lapar aku ingin makan " Mengajak Mega tanpa basa basi.
Mega tidak menjawab hanya mengikuti nya dari belakang.
'Jika ia penyihir seharus nya ia tau kekuatan yang aku alami 'pikir Mega.
"kak apa kau tau kekuatan ...."
Sindy terkejut ketika Mega sudah selesai menjelaskan nya.
"Itu adalah kekuatan legenda Eyaso legenda dari desa sebelah. "
'sudah aku duga dia tau banyak '
"Apa kehebatan kekuatan itu ?" tanya Mega seolah olah tidak tau.
"dengar dengar dari cerita nya, Eyaso dapat menyembuhkan diri nya sendiri darah nya berubah menjadi bunga,di buku ada yang mengatakan ia meremukan badan seseorang ketika butir butir bunga itu memenuhi badan nya.
Aku juga mendengar bahwa Eyaso di penuhi harum bunga semakin banyak ia bunuh semakin menyengat harum nya jika ia lewat di kerajaan ini maka semua orang melirik nya tapi..
Pertanyaan Sindy membuat badan Mega berkeringat dingin dia tidak tau harus menjawab apa.
"Mungkin terkena harum bunga ketika aku lewat di perdagangan " berbohong adalah jalan terbaik.
'Anak ini berbohong '
Mata sindy menjadi serius, mega menjadi tidak nyaman dengan tatapan nya.
"Ngomong ngomong kau sedang apa di dekat kerajaan. "tanya Sindy kepada Mega.
"aku mengantar teman perempuan ku untuk menikah dengan pangeran kebetulan disini ada pertandingan itu maka aku menetap di sini dan aku ingin tidur di hutan ini di sini lebih nyaman dari gudang pembersih itu " Mengepal tangan nya jiwa miskin nya meronta padahal dia bisa membentuk uang dengan kekuatan tetapi dia merasa itu sangat licik.
"Kasihan ,kau bisa tinggal dengan ku "
Kata kata sindy membuat Mega menjadi ragu jika saja dia tidak perempuan dia pasti sudah menerima nya, lagian umur nya 18 tahun hanya beda dua tahun dengan umur nya yang dulu.
"Eheehee sebaik nya tidak usah " Mega menggaruk kepala nya yang tidak gatal membayang kan bagaiman canggung nya nanti jika serumah.
"kau ragu, tenanglah aku tidak ke rumah ku hari ini aku ingin menjaga putri
Lagian emang knapa kita serumah kau masih keci sedang kan aku sudah besar knapa kau takut. "
'ya, kau tidak tau aku kebih besar dari mu !
__ADS_1
"Gpp aku hanya merasa gak enak "
Tertawa canggung.
"Baiklah aku akan menunjukan rumah ku di mana tapi sebelum itu aku ingin makan sesuatu temani aku "
Berjalan meninggal kan Mega.
Mata hari sudah terbenam hari mulai gelap, lampu lampu menghiasi kota itu
Langkah kaki mereka berhenti ketika sampai tepat di restoran .
"Selamat makan!" Mega menyantap makanan nya dengan lahap sedangkan sindy makan dengan santai.
"Kau bilang kau akan menjaga putri? "
Tanya mega dan menunjuk nya dengan sumpit nya.
Sindy hanya menganguk kan kepala nya
"Aku mau tanyak putri punya berapa saudara " Walaupun Mega sudah mengetahui nya tapi dia ingin memastikan dari orang yang lebih pasti.
"4, tiga laki laki dan satu perempuan "
"Siapa yang lebih besar dan siap yang lebih keci? "kembali memakan makanan yang tadi di sumpit nya.
"Yang paling besar adalah pangeran Bryan dan pangeran kedua adalah pangeran Alexsander
Pangeran ke tiga adalah langeran Branken dan putri adalah terakhir. Elisabeth. "
"Elisabeth !" teriak sambil memukul meja tidak menyangka dia bertemu secara langsung dengan putri kerajaan
"Kau kenal ?" melihat sikap Mega jelas Sindy menaruh curiga pada Mega.
"Ya, aku pernah menyelamatkan nya dari seeorang yang kupikir pencurik rupanya pengawal kerajaan hahah"
Mega mengaruk kepala nya tidak menyangka dia akan salah paham bisa bisa dia di penjara atas tuduhan mencurik putri kerajaan .
Setelah selesai makan mereka pergi menuji rumah Sindy tidak butuh lama agar mereka sampai.
Rumah yang menampil kan kemewahan
Berlantai dua.
Setiap dinding di tempel dengan keramik.
Mega terpana dengan keindahan rumah Sindy dan tersadar ketika sindy memanggil nya agar masuk.
"Ambil ini "memberikan kunci
"Jangan biarkan orang masuk pilih lah kamar mu tidak di kunci kok " lalu pergi meninggal kan Mega sendirian.
Mega masuk dengan canggung, dia berdiri mematung ketika melihat rumah nya sangat rapi tiap dinding nya terdapat corakan corakan indah.
__ADS_1
Mega menyusuri ruangan itu dan tiba pada satu ruangan yang sangat gelap.
Ia meraba dinding dan menemukan saklar nya.