Reborn Little Army

Reborn Little Army
pedang besar


__ADS_3

Mega menyimpan pedang nya dan menghilang kan pistol nya, ia kembali menatap Okto.


"knapa, knapa kau melakukan itu apa kau meremeh kan ku, aku tidak butuh belas kasihan mu " kemarahan Okto memuncak.


"Aku tidak mengasiani mu aku hanya rindu bertarung dengan tangan "


Ucap Mega dan memutar pergelangan tangan nya.


Sebelum Mega menjadi tentara di dunia nya yang dulu.


Ia harus terlibat dengan beberapa geng, berkali kali ia berkelahi dan bertahan tak jarang seluruh badan nya penuh dengan memar.


Waktu berlalu Mega menjadi begitu handal dalam berkerkelahi terutama pengalaman, bahkan ia pernah berurusan dengan mafia, seandai nya ia tidak di tolong oleh kenalan nya juga mafia mungkin dia sudah mati.


Okto menggigit gigi nya sendiri merasa geram sungguh geram, baru kali ini dia di remehkan dan di permain kan.


Mega berjalan pelan dengan kuda kuda berat.


"Baiklah, kau yang minta aku tidak akan segan segan. " Okto melesat maju mendarat kan beberapa kali tendangan sebelum mengayun kan pedang nya.


Mega menangkis tendangan nya, walaupun sedikit menyakit kan .


Mega menundukan kepala nya sehingga Pedang Okto meleset dan hanya mengenai udara.


Bum...


Tendangan mendarat ke wajah Mega sehingga ia terpental jauh,


Sedikit memar dan berasap tetapi masih menyakit kan, Mega mengusap pipi nya lalu bangkit berdiri.


"Sungguh hebat aku kagum "


Mega berlari kencang,sebelum menghilang entah ke mana.


Mata Okto terbuka lebar dan melebar kan jangkaun api nya.

__ADS_1


Membuat Mega sementara tidak bisa mendekat.


Okto melirik ke kanan dan kekiri masih tidak di temukan .


Angin kencang menerpa wajah Okto sesaat, sebelum akhir nya ia sadar di mana posisi Mega.


Ia mendongkak kan kepala nya.


Tepat seperti dugan nya Mega mengayun kan tumit kaki nya dengan kuat membelah udara.


Bum........


Kaki Mega mendarat tepat di tangan Okto, sekali lagi bergetar hebat kini tulang tangan nya patah ,seandai nya kaki Mega mendarat di kepala Okto maka sudah di tentukan siapa pemenang nya.


Okto melompat ke belakang beberapa kali, dan memeriksa tangan nya yang patah. Lalu membalut dengan kuat agar serpihan tulang nya tidak menusuk daging nya.


Setelah selesai membalut okto mempersiap kan agar bersiap menyerang, namun sekali lagi dia harus kehilangan Mega.


Inilah yang membuat Okto selalu lengah dan berkali kali kena serangan Mega.


Berlari melompat dan asal menyerang.


Bum....


Sekali lagi tendangan tetapi kini tendangan Mega harus meleset ,Okto yang sangat lincah sangat susah di serang dengan satu jurus.


Tidak sampai di situ Mega berlari kencang mengejar Okto, sangat kencang bahkan hampir mendahului Okto.


Okto Melebar kan api nya agar Mega tidak bisa mendekat sesuai dugaan Mega hanya mengejar dari jarak beberapa langkah.


Mega terus mengejar sehingga akhir nya Okto menyadari maksud Mega,


Kini Okto kehabisan napas dan tenaga karna berlari tadi.


Berlari kencang sambil mengeluar kan api besar tentu saja begitu banyak menguras tenaga.

__ADS_1


Api Okto mulai melemah semakin lama semakin kecil.


Mega melihat jelas itu ,dia berlari dengan sangat kencang mendahului Okto .


Lalu menendang wajah nya dengan punggung kaki nya.


Entah tenaga Okto yang berkurang atau Fokus nya tidak setabil sehingga ia harus menerima tendangan itu,


Ia mundur beberapa langkah ,wajah nya penuh dengan darah dari hidung maupun mulut.


Ia menyeka nya, kini tenaga nya tidak ada lagi ,bediri pun ia harus memebutuhkan waktu yang lama, jelas


terlihat ketika ia berdiri kaki tidak seluruh tubuh nya bergetar hebat dan tanpa di sadari nya ia ke hilangan ke seimbangan .


Wajah nya menjadi begitu pucat Melihat Mega berjalan menghampiri nya, berlari pun ia tidak mempunyai tenaga lagi.


Perlahan lahan Mega mendekat sekarang jarak mereka hanya sekitar dua langkah kaki,


Mega dapat melihat ketakutan dakam diri Okto.


Jika berani mengikuti pertandingan ini berarti dia harus siap mati.


Mega semakin mendekat.


Buar....


Pedang besar mendarat di tengah tengah mereka, Mega sempat menghindar dengan melompat ke belakang.


Okto memang tidak menghindar tetapi pedang itu tidak mengenai Okto sedikit lagi pedang itu menembus kepala nya.


Mega melihat ke atas ,terlihat bayang bayang hitam, manusia besar.


tiba tiba lingkaran bulat menutupi seluruh Arena baik bangku penonton mau mereka semua orang orang terjebak di situ.


beberapa dari mereka berusaha keluar tetapi ketika mereka menyentuh dinding penghalang itu, ia harus kehilangan nyawa seluruh badan nya menjadi abu, terbakar!.

__ADS_1


makasi ya kalo udah mau membaca atau sekedar mampir.


__ADS_2