Revenge The Sweet

Revenge The Sweet
11. Dendam


__ADS_3

Ansel mendudukkan Adel di kursi yang telah disediakan. Setelah itu, Kamelia langsung mengikatkan tali ditangannya ke tubuh Adel.


Lalu, Kamelia mengambil air mineral dan membukanya. Kemudian menyiramkannya pada gadis yang tidak sadarkan diri dihadapannya ini.


Byuur! Gadis itu pun langsung sadar dari pingsannya. "Hah!" ucapnya ketika sadar.


"Aish!" ringisnya merasakan sakit dipergelangan tangannya. Kemudian, ia melihat tangannya yang terikat.


Lalu, ia menatap sekitarnya yang begitu gelap sehingga ia tidak bisa melihat apapun.


"Tolong!" teriaknya sembari berusaha melepaskan ikatan tali ditangannya.


Namun, ikatan itu sangatlah kencang hingga membuat gadis itu berkali-kali meringis menahan sakit.


"Siapapun tolongin gue! Tolong!"


Sekeras apapun dia berteriak tidak akan ada yang mendengarnya. Tak lama terdengar langkah kaki yang mendekat kearah gadis itu.


"Siapa?" ujarnya ketakutan. Gadis itu merasa was-was. Dia mendengar suara langkah orang yang menuju dirinya.


"Siapa kalian?!" ucapnya sekali lagi. Sebab, ia tidak dapat melihat mereka karena tempatnya yang gelap.


Dengan langkah pelan mereka mendekati gadis itu sehingga dia bisa melihat wajah mereka berdua dengan jelas.


"Hai Adel," sapa Kamelia dengan smirk-nya.


"Lo..." ucapnya tidak menyangka.


"Lo nggak lupakan siapa gue?" Lagi-lagi Kamelia menampilkan senyum jahatnya.


Sedangkan, Ansel yang berada disampingnya hanya memperhatikan saja apa yang akan dilakukan gadis ini.


"Lo, lepasin gue!"perintah adel.


"Lepasin?"


Kamelia melangkah semakin dekat. Adel yang melihatnya was-was dengan apa yang akan dilakukan Kamelia padanya.


Setelah itu, Kamelia langsung menarik rambut Adel dengan kencang. Membuat gadis itu mendongak keatas.


"Lo bilang lepas? Oh tentu, nggak semudah itu, kawan."


"Aish, lo... apa-apaan! Lepasin rambut gue!"ucapnya tidak terima dengan apa yang dilakukan Kamelia.


Setelah itu, Kamelia mengeluarkan pisau lipat dari saku-nya. Adel melihat itu mulai merasa takut.


"Lo mau ngapain?"


"Gue?"


Srett! Kamelia langsung memotong rambut panjang milik Adel. Membuatnya berjatuhan ke lantai. Adel emosi melihat rambut kesayangannya dipotong seperti itu.

__ADS_1


"Lo...liat aja pembalasan gue!" geram adel.


"Oh ya, kalo begitu gue tunggu pembalasan lo."


Kemudian Kamelia mencengkram dagu Kdel dengan kuat. "Tapi..., itu nggak akan terjadi karena lo bakalan mati setelah ini," ujar Mamelia tersenyum.


Lalu, ia menggoreskan pisau ditangannya ke pipi milik adel. Dan membuat gadis itu meringis kesakitan.


"Lo gila, ha!" teriak Adel.


"Gue gila? Haha!"


Srett! Lagi, Kamelia menggoreskan kembali pipi bagian kanan Adel. "Mungkin iya," lanjutnya.


Adel meringis kesakitan, ia tidak menyangka Kamelia yang dulunya pengecut akan melakukan hal ini padanya.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Sedangkan Ansel tersenyum senang melihat aksi Kamelia tersebut, "gue nggak nyangka lo bakal kayak gini. Tapi, gue suka lo yang sekarang." batinnya.


"Gu-gue mohon lepasin gue. Gue minta maaf udah jahat sama lo," mohon Adel pada Kamelia.


Kamelia hanya tersenyum miring lalu ia terkekeh geli. Dia ingat kembali akan kenangannya waktu SMP dimana ia dibuli habis-habisan oleh mereka.


"Lo inget nggak dulu gue mohon sama kalian, tapi kalian malah mengacuhkan gue! Apa kalian pernah berpikir gimana perasaan gue saat itu?!" Geram Kamelia sambil fokus mengukir wajah Adel menggunakan pisau.


"Aww.. sakit! gue mohon hentikan! Gue minta maaf sama lo," ringis Adel.


"Owh, sekarang lo baru kepikiran minta maaf. Dulu kemana aja, ha?! Cih! Lo pikir gue bakal maafin kalian? Nggak, sekarang gue mau kalian merasakan apa yang gue rasain dulu!"


Kamelia tersenyum jahat. Lalu, ia berdiri dan menampar wajah Adel berulang kali. Sampai di sudut bibir Adel berdarah, dan ia kembali mengukir wajah dan lengan Adel menggunakan pisau.ย  Sedangkan adel terus-menerus memohon ampun.


Setelah puas bermain-main, Kamelia menyerahkan pisau lipat tersebut kepada Ansel.


Ansel menatap heran Kamelia.


"Lo juga mau kan? Nih!" kata Kamelia sembari menyodorkan pisaunya.


Ansel tersenyum miring lalu menerima pisau tersebut, "tahu aja lo, gue mau apa."


Kamelia pun duduk di sebuah kursi yang terletak tidak jauh yang berhadapan dengan kursi Adel. Ia menyilangkan kakinya dan tangan di lipat di dadanya. Sambil menikmati dan menonton Adel yang akan di siksa.


Ansel menatap Adel tajam, dia sangat membenci gadis yang ada di hadapannya ini. Ia lalu mendekati Adel dan tangan kirinya menarik rambutnya.


"Arrghh!!" jerit Adel.


Adel merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya. Rasanya rambutnya akan tercabut sampai ke kulit kepalanya.


"Lihat aja, gue bakal laporin kalian berdua ke kantor polisi!" ancamnya.


"Silahkan aja, tapi gue turut prihatin karena lo nggak bakal liat dunia lagi!" tantang Ansel.

__ADS_1


Ansel pun menyeringai, lalu tangan kanannya memegang pisau yang diberikan Kamelia tadi mulai mencongkel bola mata Adel sebelah kanan, dan menariknya sampai bola mata itu bergelantungan sampai pipinya karena urat-urat masih menempel di bola mata tersebut.


Adel menjerit kesakitan, Darah keluar begitu deras di matanya. Ansel menarik rambut Adel ke atas dan memotongnya menggunakan pisau lipat tadi sampai pendek.


Adel terus menjerit dan memohon kepada Kamelia untuk melepaskannya. Kamelia yang melihat itu hanya tersenyum.


"Li-lia gu-gue mohon maafin gue, gue akui gue salah. Plis lepasin gue," mohonnya.


Ansel yang risih dengan suara Adel dia pun mulai memaksakan pisau masuk ke mulut Adel lalu membelahnya dari samping Sampai ke telinga dan menarik lidah Adel setelah itu memotongnya.


Adel tidak kuat lagi menahan rasa yang begitu menyakitkan ini. Kini Ia sangat menyesal telah membully Kamelia kalau kedepannya akan seperti ini.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Sementara itu Ansel menancapkan pisau tersebut ke dada Adel dan menariknya sampai ke perut. Tali terlepas dan adel pun terjatuh ke lantai.


Setelah itu Ansel memaksa merobek-robek perut adel menggunakan tangannya.


Terlihat Jantung Adel masih berdetak walaupun sedikit melemah. Ansel pun mulai mengobrak Abrik organ-organ yang ada di dalam perut Adel sedangkan jantungnya ia biarkan utuh.


Kamelia yang melihat Ansel sedikit bergidik ngeri. Baru pertama kalinya ia melihat secara langsung seorang psikopat melakukan aksinya. Tapi dirinya sangat puas membalaskan dendamnya kepada Adelia.


Terlihat Adel sudah tidak bernyawaย  lagi setelah Ansel mengobrak-abrik perutnya. Lalu, Ansel memotong jantung Adel dan memakannya sampai setengah dan kembali memuntahkannya ke wajah Adel


"Cih! Jantung apaan ini!" dengusnya.


Ansel pun membalikan badan dengan wajah dan baju yang telah berlumuran darah Adel, sambil tersenyum menatap kemelia lalu menghampirinya.


"Gimana aksi gue? Lo suka?" tanyanya pada Kamelia.


Kamelia melihat sekilas Adelia lalu tersenyum miring dan kembali menatap Ansel.


"Hm, lumayan" balas Kamelia.


Ansel yang mendengar jawaban Kamelia pun merasa senang. Setelah itu Kamelia bangkit dari kursinya dan menghampiri Adel yang tidak bernyawa lagi dengan kondisi tubuh yang hampir begitu hancur.


"Ini akibatnya karna udah berani mengusik kehidupan gue!"โ€” Kamelia mengusap pipi Adelโ€”"Tapi lo tenang aja, gue nggak bakal membuat lo sendirian di sana. Sebentar lagi teman-teman lo yang lain akan menyusul! Hahaha! Gimana, gue baik bukan?" Ucapnya dan diakhiri dengan senyuman jahatnya.


Setelah itu, Ansel menelpon bodyguardnya untuk membersihkan kekacauan ini.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


...Next?...


...Iya atau nggak?...


...Gimana menurut kalian cerita ini? Cerita ya di komen...


...Sampai ketemu di part selanjutnya๐Ÿ‘‹...


...With love...

__ADS_1


...PUSRI...


__ADS_2