Revenge The Sweet

Revenge The Sweet
28. Suara aneh


__ADS_3

...Happy reading...


Di dalam kamar yang besar itu terdapat seorang gadis tengah berbaring di kasur empuk miliknya. Dia sedang bermain ponsel dengan tubuh tengkurap. Dia sangat fokus dengan handphone tangannya dan sekali-kali ia tertawa karena membaca chat dari temannya.


Gadis itu adalah Claretta. Di kamar itu terdapat kasur king size dan di atas tempat tidurnya ada walpaper dengan gambar dirinya berukuran besar.


Saat ia tengah asyik bermain ponsel tiba-tiba terdengar suara aneh. Namun, ia abaikan karena merasa dirinya salah dengar. Akan tetapi, suara itu kembali terdengar dan lebih jelas. Claretta yang mendengar suara itu mematung. Sebab, dia sangat mengenal suara seorang perempuan yang menangis sembari memohon agar dilepaskan.


"Hiks....hiks....lepasin aku, hiks...aku janji bakal nurutin kalian, hiks!"


"Nggak, nggak mungkin. Itu bukan dia," ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Dia udah mati Claretta. Jadi lo nggak usah khawatir, itu bukan dia." Dia terus menyakinkan dirinya bahwa yang dengarnya tadi hanya halusinasi saja.


"Hiks...pembunuh! Kalian itu pembunuh!"


"Bukan, gue bukan pembunuh," ucap Claretta dengan tangan dikepalanya.


"Nggak, bukan gue," racaunya disudut kamar. Saat ia tengah meracau ada seorang yang melangkah mendekatinya.


Puk


"Aaaa," teriak Claretta. Ketika ia merasakan tangannya disentuh.


"Eh, kamu kenapa?"


Claretta mengangkat kepalanya saat mendengar suara yang dikenali. "Mama," ucapnya.


"Iya, ini mama. Kamu ngapain teriak?" Tanya mama Claretta.


"Ha, em-- nggak kok, ma. Cuma kaget aja tiba-tiba ada nyentuh tangan aku. Ku kira setan," ujar Claretta.


"Ck, ada-ada aja kamu."


"Kenapa, ma?"


"Oh, mama mau ngasih tahu besok kita mau keluar kota. Kamu sendirian nggak papa, kan?"


"Iya, ma." Seketika raut wajahnya berubah menjadi lesu mendengar perkataan mamanya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Kini, Kamelia tengah membaringkan dirinya disofa. Menatap langit-langit atap sembari memikirkan sesuatu. Saat ia sedang asyik melamun tiba-tiba terdengar seseorang memencet bel apartemen.


Ia pun dengan enggan beranjak dari tempatnya. Lalu melangkah untuk membuka pintu mencari tahu siapa yang datang malam-malam begini. Menggangu saja pikirnya.


Ia pun membuka pintu. Kemudian, ia mengangkat satu alisnya melihat teman-temannya berdiri di depan apartemennya. Dengan membawa kresek berisi cemilan dan minuman.


"Ngapain?" Tanya Kamelia pada mereka.


"Kita mau malam mingguan disini," jawab Bima cepat.


"Iya, Lia. Kita mau ngajak lo nonton bareng," kata Dika.


"Yaudah, ayo!" Ucap Bima langsung masuk ke apartemen. Padahal, Kamelia belum menyuruh mereka masuk tapi langsung main nyelonong aja.


Setelah itu, mereka masuk ke dalam apartemen Kamelia. Dan Kamelia hanya bisa menghela nafas. Pupus sudah rencananya untuk tidur lebih awal gara-gara kedatangan mereka semua. Ck, menyebalkan batin Kamelia

__ADS_1


Kamelia ikut duduk bersama teman-temannya. Bima sibuk memilih film yang akan mereka tonton.


"Eh mau film apa?" Tanya Bima kepada mereka.


"Horor Bim, horor!" Balas Dika.


Sedangkan, Divya sibuk makan cemilan yang mereka bawa tadi.


"Oke." Kemudian, Bima mendudukan diri disebelah Dika ketika film yang sudah dimulai.


Semuanya menatap fokus layar di depan mereka. Kamelia menyenderkan bahunya di sofa sambil menikmati filmnya.


"Anjirr," kaget Bima dan Dika. Ketika jump scare terdengar tiba-tiba.


"Buset dah," ucapnya sambil mengelus dada, takut jantungan.


"Ck, sok-sokan mau nonton horor. Baru gitu doang udah kaget," kata Divya menggelengkan kepalanya.


Kemudian, mereka kembali fokus dengan layar di depan. Wajah mereka terlihat tenang karena hantunya belum muncul. Divya menatap Bima dan Dika yang sedang fokus. Lalu tiba-tiba muncul ide jahil untuk mengerjai mereka.


Setelah itu, dirinya sedikit mendekat ke tempat dua curut itu berada. Lalu, ia pura-pura fokus ke layar sambil mengemil jajanan. Kemudian, ia langsung melakukan aksinya saat kesempatan ada.


Ia menyolek bahu Dika dengan telunjuknya. Dika yang merasakan ada orang mencoleknya menggerakan bahunya tanda risih. Tak lama ia kembali merasakan seseorang menyentuhnya.


"Ck, lo apa-apaan sih! Bisa nggak, nggak usah nyolek-nyolek!" Ucap Dika kepada Bima.


"Loh, salah gue apa? Main marah-marah aja," balasnya tak terima.


"Lo ngapain nyolek bahu gue," kata Dika menyalahkan.


"Lo kok nuduh gue. Orang gue daritadi nonton mana tahu. Setan kali," ujar Bima. Kemudian Bima kembali fokus dengan filmnya begitu juga dengan Dika.


Kamelia yang menyenderkan punggungnya di sofa terlihat mengantuk. Jujur kalo bukan ada teman-temannya disini. Sudah dari tadi dia tidur nyenyak.


Tiba-tiba terdengar notifikasi dari ponselnya sehingga membuatnya tersadar dari kantuknya.


Ansel


Bsk ikut gue


^^^Me^^^


^^^Kmn?^^^


Ansel


Ikut aja


Setelah itu, Divya kembali melakukan aksinya. Kali ini, Bima yang menjadi sasarannya.


"Ck, lo ngapain sih," ucap Bima ketika ia merasakan tangan seseorang menyentuhnya. Lagi, Divya menyolek Bima hingga ia merasa kesal.


Bima yang kesal langsung menoleh ke Dika," lo balas dendam, ha!" Ucapnya emosi.


"Balas dendam apaan?" Tanya Dika tak tahu.


"Nggak usah pura-pura bego lo."

__ADS_1


"Apaan sih! ngomong tuh yang jelas."


Sedangkan biang keroknya sibuk makan cemilan sambil sesekali melirik mereka berdua. Senang rasanya bisa ngejahili mereka batin Divya senang.


"Alah, ngaku lo. Lo kan yang nyolek gue barusan."


"Enak aja, gue dari tadi nontonnya. Main tuduh aja, ada bukti nggak," ucapnya tidak terima disalahkan begitu saja.


"Alah, ngaku lo!" Desak Bima.


"Lo mau berantem, ha!"


"Wah, nggak mau ngaku."


"Ayo berantem siapa takut," ucap Bima menantang


"Ayo." Setelah itu, terjadi pergulatan antara mereka berdua. Saling dorong hingga membuat mereka terguling-guling.


"Ngaku lo! Lo kan yang gangguin gue," tuduh Bima.


"Enak aja, yang ada lo gangguin gue duluan," balas Bima.


Saat mereka tengah bertengkar di dekat tv tiba-tiba hantunya muncul disertai jump scare yang kencang. Sehingga membuat dua curut itu berteriak kaget.


"Aaaa!" Mereka langsung menjauh ke sudut lalu berpelukan tanpa disadari.


"Hahaha," Divya tertawa keras melihat mereka.


"Ck, dasar" kata Kamelia. Tak habis pikir dengan kelakuan dua orang itu.


"Mampus lo," ucap Ray mengatai kebodohan dua teman gilanya.


"Anjir kaget gue," ujar Bima.


"Sama gue juga," balas Dika.


Mereka berdua masih belum menyadari posisi mereka yang sedang berpelukan. Hingga Divya menyadarkan mereka," mau sampai kapan lo berdua pelukan?" Teriak Divya.


Dika dan Bima yang mendengar itu langsung menatap satu sama lain. Lalu mereka melepaskan pelukannya, menjauhi satu sama lain.


"Lo ngapain peluk-peluk gue," kata Bima. Ia mengelus tubuhnya menghilangkan bekas Dika merasa jijik.


"Yang ada lo! Lo ngapain coba meluk gue. Kayak nggak ada orang lain aja," balas Dika tak kalah jijik.


Mereka yang melihat itu tertawa riang. Benar-benar tak habis pikir dengan mereka ini.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


...Next?...


...Iya atau nggak?...


...Gimana menurut kalian cerita ini? Cerita ya di komen...


...Sampai ketemu di part selanjutnyaπŸ‘‹...


...With love ...

__ADS_1


...PUSRI...


__ADS_2