Revenge The Sweet

Revenge The Sweet
31. Bolos bersama


__ADS_3

...Happy reading...


Divya melangkah sambil memikirkan perkataan kamelia kemarin. Dia khawatir dengan sahabatnya itu apalagi hari ini dia tidak masuk sekolah membuat dirinya semakin gelisah.


Gue harus gimana?


Apa gue bilang aja sama yang lain?


Soalnya gue takut dia kenapa-napa


Tapi gue juga mau ngomongnya gimana?


Dia terus melangkah sambil bermonolog dengan dirinya sendiri. Nampak raut wajahnya yang terlihat cemas mengkhawatirkan Kamelia.


"Dia itu gila apa gimana sih?"


"Masa mau nyerang markas orang cuma berdua"


"Lagian buat apasih?"


"Tahu ah, pusing gue," ucapnya sambil memegang kepalanya.


Setelah itu, ia mendengar seseorang memanggilnya. "Divya!" Ia pun menatap ke depan. Dan ia melihat lima laki-laki berjalan kearahnya.


Dengan alis terangkat sebelah Divya bingung melihat mereka. "Ngapain mereka nyari gue?" Guman Divya.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Kelima orang itu berjalan disepanjang koridor. Ray, Bima, Dika, Ian dan Putra sedang mencari Divya. Menyelusuri sekolah untuk menemukan cewek itu.


"Tuh anak kemana sih? Dicariin nggak ada," ucap Bima kesal. Sejak tadi kelima laki-laki itu menyelusuri sekolah mencari keberadaan Divya.


Disisi lain Divya sedang berjalan dikoridor tanpa tujuan. Dari tadi dia terus memikirkan Kamelia. Dia cemas dengan gadis itu mengingat apa yang akan dia lakukan.


Setelah lama mencari Divya. Akhirnya mereka menemukan gadis itu. Dan mereka lihat Divya yang berjalan berlawanan dengan mereka. Dia nampak melamun seperti memikirkan sesuatu.


Bima yang melihat Divya langsung saja berteriak memanggilnya,"Divya!" Tak lama orang yang dipanggil menatap kearah mereka berlima.


Setelah itu, Bima langsung berlari kecil menuju Divya. "Ayo," ajak Ray. Kemudian, mereka berempat mendekati Divya. Sedangkan, Divya hanya menatap heran dengan kehadiran mereka.


"Ada apa?" Tanyanya.


"Lo tahu alasan Kamelia nggak masuk," kata Ray to the point.


Divya yang mendengar pertanyaan Ray bingung mau jawab apa. Gimana nih gue harus jawab apa? Batin Divya. "N-ggak," balas Divya ragu.


"Yakin lo?" Ujar Ian.


"Iya."


"Kok lo gugup? Lo nggak lagi bohong 'kan" tuding Ian.


"Vya, lo kan sahabat Lia masa nggak tahu," ujar Bima.


"Serius gue nggak tahu." Ck, mampus gue harus berhadapan sama mereka.


"Lo jujur aja," tuntut Putra.


"Gue udah jujur," ucapnya. Divya memainkan tangan menutupi rasa gelisah dari dirinya. Jujur saja, dia ragu untuk menceritakan apa yang dirinya ketahui. Apalagi mengingat perkataan Kamelia kemarin.


Ray yang sejak tadi memeperhatikan gerak-gerik Divya merasa bahwa cewek ini sedang menyembunyikan sesuatu yang tidak ia dan teman-temannya ketahui.


"Vya bilang apa yang lo tahu?" Divya menatap Ray. "Gue tahu lo sembunyiin sesuatu dari kita. Dan itu berhubungan sama Kamelia," lanjut Ray.

__ADS_1


Mereka menatap Divya dengan tatapan menuntut jawaban. Divya yang ditatap oleh mereka dibuat gugup. Gimana nih? Apa gue harus jujur sama mereka?.


"Gue--" ia ragu untuk menceritakannya.


"Aduh, Vya. Buruan napa," ucap Bima tak sabar.


"Gue---"


"Gue---" Divya masih menggantung ucapan karena ragu.


"Vya, cepetan!" Ucap Bima dan Dika. Mereka geram karena Divya yang sedari tadi cuma ngomong 'gue'.


"Iya sabar!" Bentak Divya.


"Ini juga mau cerita!"


Setelah itu, Divya mencerita apa yang ia tahu dan juga mengenai perkataan Kamelia yang dengar waktu di taman sekolah. Merekaย  terkejut mendengar ucapan Divya. Ketika cewek mengatakan alasan kenapa Kamelia dan Ansel tidak masuk sekolah hari ini.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Setelah mengambil tas mereka dikelasnya masing-masing. Kini keenam orang tersebut sudah ada dibelakang sekolah bersiap untuk kabur.


Mereka menatap pagar belakang sekolah yang menjulang tinggi.


"Gimana mau manjat?" Tanya Dika.


"Iyalah, bego!" Ujar Bima.


"Lah, gue gimana?" Tanya Divya kepada mereka.


"Entar lo naik pundak gue," balas Ray.


"Oke."


Ian mulai naik dengan Putra yang membantunya. Begitu juga yang lainnya.


"Naik," ucap Ray pada Divya.


"Jangan ngintip lo," ancamnya menunjuk Ray.


"Buruan!"


"Iya, sabar napa." Setelah itu, Divya naik ke atas pundak Ray yang menjadi tumpuan dia memanjat pagar sekolah. "Aish," ringisnya ketika kaki Divya menginjak bahunya.


Ray mengangkat tubuhnya agar Divya naik ke atas pagar dengan mudah. Kemudian, Divya langsung naik ke atas sana. Akan tetapi, dia tidak berani turun karena pagar yang tinggi.


Berbeda halnya Dika dan Bima yang sibuk sedari tadi. Mereka berdua berebut siapa yang naik duluan.


"Nggak bisa, gue duluan yang naik," ujar Bima.


"Nggak ya. Gue duluan!" Balas Dika.


"Heh, lo berdua tuh nggak usah ribut. Mending lo suit deh ke buru ada orang liat," kata Putra.


"Ini turun ya gimana," kata Divya.


"Lompat aja," balas Ian enteng. Saat ini laki-laki itu sudah berada diluar pagar.


"Gila lo, kalo gue mati gimana?"


"Vya cepetan!" Kata Ray.


"Udah, cepetan turun. Entar ke tangkep."

__ADS_1


"Beneran nih," ujar Divya.


"Iya." Setelah itu, ia lompat dari atas pagar sambil memejamkan matanya. Tak lama ia merasa seseorang menangkapnya.


Kemudian, ia membuka matanya dan bernafas lega," hah." Tak lama yang lainnyaย ย  juga sudah berada diluar pagar. Mereka mengambil tas masing-masing yang tergeletak ditanah.


Kini mereka sudah menyandang tas masing-masing. Bersiap untuk pergi. Diujung sebelah kanan ada Bima, Dika, Ray, Divya, Ian lalu Putra disebelah kiri ujung.


"Kita kemana?" Tanya Ian.


"Entah. Gue nggak tahu mereka pergi ya kemana," balas Divya.


"Mending kita cari kendaraan dulu," ujar Ray.


"Ayo kita bolos!" Ucap Bima semangat sambil mengangkat tangannya. Setelah itu, mereka melangkah pergi dan hari ini mereka berenam akan bolos bersama.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Flashback on


"Sebenarnya---kemarin gue nggak sengaja dengar mereka ngomong," kata Divya memulai ceritanya.


"Emang mereka ngomong apa?" Tanya Ian.


Divya menatap lekat teman-temannya. Kembali mengingat kejadian kemarin. Dengan helaan nafas yang pelan lalu berkata,"mereka mau nyerang markas orang," ujarnya pelan.


"Apa!" Teriak mereka heboh.


"Nyerang siapa?"


"Markasnya dimana?"


"Ngapain mereka ha! Mau cari mati!"


"Gila itu orang berdua."


"Lo ngapa nggak kasih tahu kita dari kemarin, Vya," kata Ray.


"Ya maaf, habis gue bingung."


"Sekarang kita mau gimana?" Tanya Putra.


"Kita bolos aja gimana? Kayaknya seru," ujar Bima.


"Bolos pala lo," ucap Dika menampol kepala Bima.


"Oke, kita bolos terus kita cari mereka," kata Ray.


Setelah itu, mereka ke kelas masing-masing untuk mengambil tas. Kemudian, mereka akan bertemu di belakang sekolah tempat mereka kabur nanti.


Flashback end


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


...Next?...


...Iya atau nggak?...


...Gimana menurut kalian cerita ini? Cerita ya di komen...


...Sampai ketemu di part selanjutnya๐Ÿ‘‹...


...With love...

__ADS_1


...PUSRI...


__ADS_2