Revenge The Sweet

Revenge The Sweet
26. Stalker


__ADS_3

...Happy reading...


Setelah mendengar cerita Kamelia. Ansel menghubungi seseorang untuk membantunya mencari informasi mengenai logo naga merah itu.


Dia mengirimkan foto kepada seseorang yang diambilnya saat ia mendengarkan cerita Kamelia.


"Halo! Gue minta lo cari info tentang mereka," ucapnya.


"Kalo udah dapat langsung hubungi gue."


"Baik bos."


Setelah itu, Ansel memutuskan secara sepihak dan memasukkan ponsel ke saku seragamnya. Lalu, ia melangkah menyusul Kamelia yang sudah pergi terlebih dahulu.


Ansel berjalan keluar kelas dan melangkah ke arah kelas Kamelia berada. Terlihat kelas mereka yang berisik karena tidak ada guru yang mengajar. Ansel ke kelas tersebut dan melangkah ke meja Kamelia yang berada di pojok belakang.


Nampak Bima dan Dika yang sedang bernyanyi sambil berjoget ria. Dengan gagang sapu sebagai mic-nya


"Tes, tes. Satu dua tiga," ucap Bima seolah tengah mengecek suara mic-nya. Setelah itu terdengar suara cemprengnya.


"Seperti mati lampu ya sayang! Seperti mati lampu!"


"Cintaku tanpamu ya sayang, bagaikan malam tidak berlampu!" Sambung Dika tak kalah heboh.


"Seperti mati lampu ya sayang! Seperti mati lampu! Asik-asik joss!" Nyanyi Bima dengan goyang ngebornya.


Sedangkan, Ray hanya menatap malas mereka sambil menggelengkan kepala melihat tingkah kedua teman absurdnya itu. Dan Kamelia menelungkupkan kepalanya di atas meja.


Kini, Ansel sudah berdiri disisi mejanya. Menatap Kamelia yang sedang tiduran. Bima dan Dika yang melihat Ansel langsung menghentikan aksi mereka.


"Eh, Ansel. Mau ketemu Lia, ya" tegur Bima.


"Hm," balasnya.


"Orangnya tidur," kata Ray singkat.


"Perlu kita bangunin?" Tanya Dika pada Ansel.


"Ngga---" Namun ucapannya terpotong karena Bima sudah membangunkan Kamelia.


"Woy, Lia bangun! Ada cowok lo nih! Cepetan bangun!" Ucapnya sambil mengoyangkan bahunya agar gadia itu bangun.


"Hm, apaan sih! Ganggu orang tidur aja!" Kamelia menyingkirkan tangan Bima lalu melanjutkan tidurnya.


"Eh ratu es! Cowok lo udah nungguin cepatan bangun!"

__ADS_1


"Ck, iya-iya gue bangun," balas Kamelia malas.


"Hoam, bisa nggak sih kalian nggak ganggu tidur gue sekali aja!" Ujarnya setelah ia berhasil menegakkan badannya.


"Noh cowok lo udah nunggu daritadi," kata Dika. Ray hanya diam menatap Ansel dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Cowok sia--pa?" Ucapnya sambil menoleh ke kanan. Dan mendapati Ansel berdiri di depan matanya.


"Lo, kenapa?" Tanyanya pada Ansel.


"Ada yang mau gue ngomongin serius," kata Ansel.


"Tentang?"


Ansel langsung menarik tangan Kamelia untuk keluar kelas agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka dan Kamelia diam mengikuti langkahnya. Dia penasaran hal apa yang akan Ansel katakan padanya.


Setelah itu, Ansel menghentikan langkah tidak jauh dari kelas mereka berada.


"Lo mau ngomong apa?"


"Dengar! Gue udah nemuin info tentang mereka," ucapnya memberitahu.


"Benaran?"


"Oke," balas Kamelia.


"Yaudah, sekarang kembali ke kelas." Kemudian, mereka berdua melangkah untuk kembali ke kelas masing-masing.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Sepulang sekolah mereka berdua langsung menuju ke tempat yang akan mereka kunjungi dengan motor milik Ansel. Beberapa menit kemudian, mereka berdua pun sampai.


Ansel mematikan mesin kendaraan dan turun dari motor bersama Kamelia. Mereka berdua menatap bangunan bertuliskan 'dragon bar' di depan mereka. Yaps, saat ini mereka ada di bar.


Kemudian, mereka masuk ke dalam sana. Suara bising langsung menyapa pendengaran. Ada orang dimana-mana tengah berjoget ria sambil menikmati minuman mereka bahkan bercumbu.


Ansel merapatkan tubuh Kamelia dengannya saat mereka melewati segerombolan laki-laki. Lalu, ia menangkap seorang pria yang duduk disebrang sana dan memiliki tato dilehernya.


"Liat itu," kata Ansel sambil menunjuk pria tersebut. Kamelia pun mengikuti telunjuk Ansel dan ia melihat orang yang mereka cari.


"Sekarang kita duduk dulu disana," ajak Ansel. Dan Kamelia mengikutinya berjalan kearah meja bar. Mereka mendudukan diri disana lalu mengamati pria itu.


Mereka sedang menunggu laki-laki itu keluar dari sana. Lalu, mereka akan mengikuti pria itu untuk mencari keberadaan markas mereka.


"Lo mau minum nggak," tawar Ansel kepada Kamelia.

__ADS_1


"Nggak," balasnya tanpa menoleh. Ia tidak ingin pandangannya lepas dari pria yang sedang diawasinya saat ini.


"Oke."


"Bang, cocktail-nya satu," pintanya ke pada bartender.


Setelah itu bartenderΒ  menyiapkan minuman Ansel dan memberikannya kepada cowok tersebut.


"Ini minumannya." Ia memberikan minuman itu pada Ansel.


"Oke, makasih." Lalu, ia langsung menegak minumannya.


Diseberang sana, pria yang sedari tadi diawasi Kamelia mulai beranjak dari duduknya. Kamelia yang melihat itu bersiap-siap untuk segera mengikutinya.


Tak lama, laki-laki keluar dari bar. Kamelia langsung beranjak dari tempat dan menarik Ansel bersamanya. "Ayo, kita ikuti dia," ucapnya menarik tangan Ansel.


Ansel yang baru minum pun dengan terpaksa mengikuti Kamelia. Sekarang mereka berada di depan bar. Kamelia menoleh ke kanan ke kiri untuk mencari pria tadi. Lalu ia melihat orang itu tengah memakai helmnya.


Kamelia yang melihat itu langsung menarik Ansel kembali. "Ayo!" Kemudian, mereka naik ke atas motor lalu Ansel melajukan motornya mengikuti pria itu.


Motor mereka berada agak jauh dari motor yang mereka ikuti. Setelah itu, orang di depan mereka belok ke kiri. Kemudian, dia berjalan memasuki hutan. Ansel dan Kamelia merasa aneh kenapa orang itu masuk ke dalam hutan.


Namun, tak berapa lama terlihat bangunan seperti pabrik dan pria itu menghentikan kendaraannya lalu masuk ke dalam tempat tersebut. Mereka yang melihat dari kejauhan mulai melangkah mendekati tempat itu setelah pria tadi masuk.


Mereka berjalan mengendap-endap. "Hati-hati," ucap Ansel pada Kamelia.Β  Ansel berjalan di depan Kamelia memimpinnya. Setelah itu, mereka mengintip ke dalam dari lubang yang terdapat disana.


Ansel melihat banyak orang disana. Mereka sedang mengerjakan sesuatu. Dia tidak tahu apa itu sepertinya benda itu penting bagi mereka.


"Bagaimana?" Tanya Kamelia.


"Kayaknya ini memang markas mereka. Soalnya ada banyak orang di dalam," jelasnya.


"Sekarang kita pulang dulu. Setelah itu, baru pikirin rencana selanjutnya."


"Oke." Kemudian, Ansel dan Kamelia berjalan ke tempat kendaraan mereka berada dan meninggalkan tempat itu.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


...Ramaikan komentar, guys...


...Tinggalkan jejak kalian...


...See you next part...


...Thank you...

__ADS_1


__ADS_2