Revenge The Sweet

Revenge The Sweet
13. Emosi


__ADS_3

...Happy reading...


Kamelia, divya, Ray, Dika, dan Bima berjalan beriringan menuju ke kantin. Seperti biasa trio kampret tidak henti-hentinya berbicara. Kamelia hanya menghela nafas lelah melihat mereka.


Orang-orang yang berlalu lalang hanya menatap heran mereka bertiga. Sedangkan Divya tertawa melihat tingkah mereka dan kamelia hanya memutar bola matanya malas melihatnya.


"Salah apa gue bisa ketemu teman sekolah kayak gini," batin Kamelia. lalu menghela nafas panjang.


Sesampai mereka di kantin, Kamelia dan Ray mencari tempat untuk mereka tempati. Lalu, Divya, Dika, dan Bima memesan makanan.


Tidak berapa lama, ponsel Kamelia pun berbunyi. Ia pun mengecek ponselnya, ternyata Ansel mengirimkan pesan kepadanya dan menyuruhnya agar menemuinya di rooftop sekolah.


"Kenapa tiba-tiba banget? Apakah ada hal penting?" tanya Kamelia dalam hatinya.


"Ada apa?" tanya Ray.


"Hmm, nggak apa-apa. Oh iya, kalian duluan aja makannya. Gue mau pergi dulu," ucap Kamelia. Lalu buru- buru pergi.


"Hey! Tapi Lo mau kemana?! Hey Lia!" seru Ray. Sedangkan Kamelia tidak menjawab seruan Ray.


"Mau kemana dia?" tanya Bima. Yang tiba-tiba datang membawa mangkuk berisi bakso.


"Eh buset!" Kaget Ray. Dan Bima hanya tertawa.


"Nggak tahu tuh mau kemana dia, tapi Lo bisa nggak sih kalau dateng nggak ngagetin orang? Mau buat gue jantungan Lo hah?!"


"Hehe, santai dong bos. Jangan marah mulu, nanti cepet tua mau lo?" balas Bima.


Ray hanya mendengus, lalu fokus memakan baksonya yang dipesankan oleh Bima tadi.


Tak beberapa lama, Divya dan Dika datang bersamaan sambil membawa makanan.


"Lah? Ratu es kemana?" tanya Dika.


"Iya dia kemana? Gue udah pesenin bakso nih untuk dia," timpal Divya.


"Gue juga nggak tahu, katanya kita duluan aja makannya." balas Ray.


"Wih, kalau gitu baksonya untuk gue aja ya?" ucap Bima senang. lalu menarik mangkuk bakso milik Kamelia tapi mendapatkan cubitan tangan dari divya.


"Aaww! Njir sakit!" Teriak Bima. Lalu mengelus tangannya sakit.


"Ish ini tuh punya Kamelia! jangan di makan!" tegas Divya.


"Pelit banget sih!" desis Bima.


"Eh biawak, sebelum makan itu harus baca doa dulu kayak gue jadi kedepannya nggak gampang laper." celetuk Dika.


"Cih! Iya iyalah nggak gampang laper, Lo aja pesen 4 porsi bakso gimana nggak kenyang Kadal!" Bantah Bima melihat 4 mangkuk bakso di dekat Dika. Dan Dika hanya tertawa.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Sementara itu, sesampai Kamelia di rooftop sekolah. Bukannya mendapatkan penjelasan kenapa cowok itu memintanya kemari. Ansel langsung menarik tangan kamelia dan memojokkannya di dinding.


"Sstt aww!" ringis Kamelia merasakan punggungnya sakit terbentur dinding.


Ansel mengunci pergerakan Kamelia ke dinding. Lalu menatap tajam Kamelia, sudut matanya berkerut, dan rahangnya mengeras berusaha menahan emosi.

__ADS_1


"E-elo kenapa sih?" Tanya Kamelia sedikit gugup karena tatapan tajam Ansel.


Ansel berdecak, "Lo tanya kenapa?! Apa Lo nggak sadar apa yang Lo lakuin Kamelia?!"


Kamelia terdiam sesaat, ia merasakan aura Ansel sangat dingin.


Kamelia berusaha untuk tenang. lalu menghela nafasnya, "Gue nggak ngerti maksud Lo apa?"


Ansel mendengus, "dan sekarang gue mau nanya sama Lo, sejak kapan Lo bisa deket sama sih Bangs*t Ray?!


Kamelia mengerutkan keningnya bingung, "Ray? Kenapa dia?"


Ansel terkekeh mendengar pertanyaan Kamelia. Bisa-bisanya gadis dihadapannya ini malah balik bertanya kenapa? Apakah dia tidak tahu kalau dirinya sangat membenci laki-laki itu.


"Gue nggak suka Lo terlalu deket sama dia!


Kini kesabaran Kamelia sudah sampai batasnya. Dia tidak bisa menahan lebih lama lagi. Ia benar-benar tidak mengerti apa maksud sebenarnya laki-laki dihadapannya ini.


"Nggak suka kenapa? Apapun itu, gue nggak bakal jauhi dia!" Bantah Kamelia.


"KAMELIA!" bentak Ansel membuat Kamelia terkejut seketika.


Setelah itu, Kamelia langsung mendorong tubuh Ansel. Dan mulai berjalan pergi meninggalkan Ansel. Sebelum pergi Kamelia menoleh ke arah Ansel.


"Gue nggak ngerti maksud Lo, kenapa gue harus jauhi Ray! Ray, dia adalah teman gue! Begitupun dengan teman-temannya yang lain. Jadi, gue mohon hentikan semua perdebatan ini! Dan lo nggak berhak larang gue," tegas Kamelia lalu pergi meninggalkan Ansel sendirian.


Ansel menghela nafas kasar sembari mengacak-acak rambutnya. Lalu, dia memukuli dinding berulang kali sampai tangannya berdarah.


Kemudian, dia mengeluarkan sebuah foto ukuran sedang di sakunya. Lalu ia terkekeh melihat foto tersebut. Setelah itu mencium foto tersebut masih dengan tatapan mata yang tajam.


"Gue nggak bakal biarin itu terjadi Kamelia! Lo hanya milik gue! MILIK GUE!"


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Tiba-tiba, Ray menyentil dahi Kamelia. Membuat Kamelia tersadar dari lamunannya.


"Aww!" ringis Kamelia merasakan sakit di dahinya.


"Lo mikirin apa sih? Nih pake helmnya!" kata Ray sambil memberikan helm kepada Kamelia.


Saat Kamelia ingin mengambil helm tersebut, tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang. Dan betapa terkejutnya dia ternyata itu adalah Ansel.


"Lo pulang barengan gue!" kata Ansel lalu menarik tangan Kamelia.


"Nggak! Dia pulang sama gue!" bantah Ray lalu menarik tangan kamelia sebelahnya.


Ansel menatap tajam tangan Ray yang beraninya memegang tangan Kamelia, "lepasin dia Bangs*t!"


"Cukup!" Kamelia melepaskan genggaman tangan mereka berdua dari tangannya.


"Ansel! Lo hari ini kenapa sih?!" Dan gue nggak mau pulang sama Lo! Gue pulang sama Ray." Kata Kamelia.


Ansel mengepalkan tangannya kuat. Ia lalu berjalan mendekati Kamelia dan menariknya mendekat ke arahnya.


"Ini permintaan gue Kamelia. dan Lo harus inget, Mulai sekarang Lo harus pulang dan pergi barengan gue!" Bisik Ansel.


Ray langsung menarik Kamelia agar menjauh dari Ansel.

__ADS_1


"Jangan dekati Kamelia, Brengs*k!" Seru Ray.


Ansel terkekeh, "sekarang gue mau nanya sama Lo lagi Kamelia. Lo mau ikut gue atau sih bangs*t Ray?"


Kamelia terdiam, lalu menghela nafasnya panjang. Dia lalu melepaskan tangannya dari genggaman Ray.


"Maaf Ray, makasih. Tapi gue bakal pulang bareng Ansel." Kata Kamelia.


Ray mengerutkan keningnya bingung, "Lia? Tapi kenapa?"


Ray mengepalkan tangannya kuat lalu berjalan mendekati Ansel dan menarik kerah bajunya.


"Lo ngancam Kamelia, iya kan?!" tuduh Ray. Sedangkan Ansel hanya tersenyum miring.


"Brengs*k!" Umpat Ray dan mulai melayangkan tinjunya ke wajah Ansel tapi ditahan Kamelia.


"Udah! hentikan Ray!" bentak Kamelia.


"Lo tenang aja, gue nggak di ancam kok. Rumah gue dan Ansel kebetulan searah. Jadi, gue pulang bareng dia," lanjut Kamelia.


Ray melepaskan tangannya dari kerah baju Ansel. Lalu menatap tajam Ansel. Sedangkan Ansel tersenyum senang dan memberikan tatapan mengejek pada Ray. Ray yang melihat itu kesal dibuatnya.


"Lo yakin?" tanya Ray kepada Kamelia.


"Iya," jawab Kamelia sembari tersenyum simpul. Lalu, Ray menghela nafasnya.


"Okey gue percaya sama Lo, tapi gue nggak akan segan-segan jika sih brengs*k ini celakain Lo!" Ancam Ray kepada Ansel.


Setelah itu, Ansel menarik Kamelia menuju mobilnya berada. Ray yang melihat itu hanya menatap tajam ke arah Ansel sembari mengepalkan tangannya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Selama diperjalanan, hanya ada keheningan di dalam mobil tersebut. Sampai dimana Ansel membuka suaranya memecahkan keheningan itu.


"Lo harus jauhi Ray, Kamelia." Kata Ansel sembari fokus menyetir.


Kamelia mengerutkan keningnya, "beri gue penjelasan, kenapa gue harus jauhi dia?"


Akan tetapi, Ansel tidak menjawab pertanyaan Kamelia. Sehingga suasana hening kembali tercipta hingga akhirnya mereka sampai di depan apartemen Kamelia.


"Makasih," ucap Kamelia. Lalu keluar dari dalam mobil.


Setelah itu, Ansel melajukan mobilnya sedangkan Kamelia menatap kepergian laki-laki itu dengan bingung. Pasalnya, Ansel terlihat bersikap aneh hari ini. Apalagi mengingat tingkahnya di rooftop sekolah tadi siang.


Kamelia menghela nafasnya lelah. Dia pun tidak ingin mengambil pusing. Kemudian ia melangkah pergi menuju ke apartemennya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


...Next?...


...Iya atau nggak?...


...Gimana menurut kalian cerita ini? Cerita ya di komen...


...Sampai ketemu di part selanjutnyaπŸ‘‹...


...With love ...

__ADS_1


...PUSRI...


__ADS_2