
Kamelia, Divya dan trio kampret sedang makan di kantin sekolah. Sejak hari itu, Divya menjadi teman mereka.
Ketika tengah menikmati makanannya. Kamelia merasa ada orang yang tengah memerhatikannya.
Ia pun menoleh ke kanan, cukup terkejut melihat orang yang semalam dia temui menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Kamelia langsung memalingkan wajahnya saat melihat orang itu tersenyum miring padanya. Ia melanjutkan makan dengan buru-buru.
Ray heran melihat Kamelia yang nampak buru-buru. "Lo kenapa?" tanyanya.
"Nggak papa," balas Kamelia.
"Gue duluan!" pamitnya. Setelah menyelesaikan makannya.
"Hei, lo mau kemana," seru Ray.
"Kamelia!" panggil Divya.
Namun, Kamelia tidak memperdulikan seruan mereka dan tetap melangkah meninggalkan kantin sekolah.
Sedangkan, mereka berempat bingung melihat Kamelia yang tiba-tiba saja pergi.
"Dia kenapa?" tanya Bima.
"Nggak tahu," jawab Ray.
"Udahlah, mending kita lanjut makan aja," kata Dika.
Setelah itu, mereka kembali melanjutkan kegiatan makan mereka. Hingga bel berbunyi mereka baru meninggalkan kantin
Kamelia berjalan menuju toilet. Setelah itu, ia berjalan menuju wastafel untuk mencuci wajahnya.
Menatap dirinya dicermin sebentar. Kemudian, ia memutar kran membasahi mukanya.
"Hah, segarnya!" ujarnya saat merasakan air membasahi wajahnya.
Menatap wajahnya di cermin. Lagi-lagi kejadian beberapa hari ini sering menghantuinya.
Apalagi bayang-bayang wajah Ansel yang selalu muncul dipikirannya.
"Bisa gila gue kalo kayaknya gini," tukasnya.
Kemudian, ia melangkah keluar toilet. Namun, tiba-tiba ada orang yang menarik tangannya.
🍂🍂🍂
Ansel yang sedari tadi memerhatikan Kamelia. Langsung beranjak dari kursi saat ia melihat Kamelia meninggalkan kantin.
"Mau kemana?" tanya Ian yang melihat Ansel bangkit dari kursinya.
"Ada urusan," jawab Ansel melangkah pergi.
Ian dan Putra hanya menatap heran kepergian Ansel. Tidak biasanya dia buru-buru seperti itu.
"Kenapa dia?" tanya Putra.
"Entahlah," balas Ian.
__ADS_1
Ansel mengikuti kamelia dibelakangnya tanpa gadis itu sadari. Dilihatnya gadis itu memasuki toilet wanita.
Dia melangkah mendekat dan berdiri disana menunggu Kamelia keluar. Menyenderkan bahunya dinding.
Tak lama kemudian, Kamelia keluar dari toilet. Dia pun menarik Kamelia dan memojokkannya ke dinding lalu menatap datar Kamelia.
Kamelia kaget karena tiba-tiba tangannya ditarik seseorang. Ia mendongakkan kepalanya dan melihat wajah tampan Ansel dihadapannya.
"Nih orang mau ngapain?" Batin Kamelia bertanya. Jujur saya, ada rasa takut dihatinya apalagi mengetahui orang dihadapannya ini adalah seorang psikopat.
Ansel pun mendekatkan wajahnya pada Kamelia. Menyisakan jarak satu jengkal. Kamelia menahan nafasnya saat ia mencium aroma mint dari tubuh cowok dihadapannya ini.
"Lo, mau ngapain?" ucapnya was-was. Tapi ansel tidak menjawab pertanyaannya.
"Lo jangan macem-macem, ya!" ancam Kamelia.
Nih cowok mau ngapain sih? Daritadi ditanya nggak dijawab!
Jangan-jangan dia mau bunuh gue. Kan gue tahu rahasia dia!
Aduhh! Gimana nih?
Gue nggak bisa kabur lagi!
Kamelia terus berbicara dalam hatinya. Sedangkan, ansel terus menatap lekat gadis yang dihadapannya sekarang.
Kamelia kembali menatap ansel. Membuat kedua saling menatap mata satu sama lain.
Keduanya terdiam, masih dalam posisi yang sama. Untunglah tidak ada satu pun orang yang berlalu lalang di sana.
Ansel mengambil beberapa helai rambut Kamelia lalu menghirup aroma wangi rambutnya, ia sangat menyukainya aroma yang begitu lembut di rambut Kamelia.
Sedangkan, Kamelia dibuat terkejut dengan apa yang dilakukan cowok tersebut. Kamelia menepis tangan Ansel dari rambutnya.
Dia tidak tahu apa yang ada dipikiran cowok ini. Nggak mungkin kan nih cowok ada rasa sama dia. Gila aja, mana ada psikopat punya perasaan. Kamelia menepis jauh-jauh pikiran itu dari otaknya.
Ansel terkekeh melihat Kamelia yang menepis tangannya dari rambut gadis itu. Lalu ia mendekat wajahnya dan membisikkan sesuatu ditelinga Kamelia.
"Mulai saat ini, lo adalah milik gue" kata Ansel dengan suara beratnya.
Kamelia yang mendengar itu susah payah menelan salivanya.
Maksud cowok itu dengan miliknya?
Gue jadi cewek dia gitu!
Atau gue jadi korban dia?
Nggak-nggak, gue nggak mau. Gila aja gue pacaran sama psikopat. Bisa-bisa gila gue dibuatnya!
Setelah itu, ansel mencium pipi kanan Kamelia.
Kamelia kaget dengan apa yang dilakukan ansel padanya. "Tadi barusan, gue di--cium?" Ucapnya dalam hati masih tidak percaya.
Lalu, dengan sekuat tenaganya Kamelia mendorong ansel menjauh darinya. Sehingga ada celah baginya untuk lari dari cowok tersebut.
Setelah itu, dia langsung melarikan dirinya menuju kelasnya berada.
__ADS_1
Ansel tersenyum menatap kepergian Kamelia sembari berkata, "gadis yang menarik."
🍂🍂🍂
Sepulang sekolah, Kamelia merebahkan dirinya di sofa. Dia merasa sangat lelah hari ini. Memejamkan matanya sebentar.
Setelah itu, ia melangkah menuju dapur dan mengambil minum. Dia minum dengan perlahan sambil memikirkan semua kejadian yang beberapa hari dialaminya.
Mulai dari melihat aksi pembunuhan yang dilakukan oleh psikopat dan trio kampret yang selalu mengusik ketenangannya.
Dan parahnya lagi, psikopat itu ternyata satu sekolah dengan dirinya. Ia sangat gila memikirkannya, terlebih lagi saat kejadian di depan toilet bersama Ansel tadi.
"Kenapa sih gue harus ketemu dia!" ucap Kamelia.
Jika semuanya akan menjadi rumit begini. Lebih baik dia tidak pernah mengetahui rahasia cowok itu.
Lebih baik dia tidak tahu kalau cowok itu satu sekolah.
Lebih baik dia tidak pergi malam itu.
Namun pada akhirnya itu semua hanyalah andai-andai saja. Karena kenyataannya itu semua sudah terjadi. Dan dia tidak bisa menghindar dari kejadian itu.
Kemudian, Kamelia kembali mendudukkan dirinya di sofa. Menyenderkan kepalanya disana. Lalu memikirkan cara agar dia bisa terbebas dari ansel. Bagaimana cara cowok itu tidak mengusik dirinya.
Apalagi mengingat kejadian tadi siang. Saat dia pergi ke toilet dan tiba-tiba ansel menarik dirinya. Dia tidak tahu apa yang dipikirkan cowok itu setelah ia mengetahui rahasianya.
"Kalo gue dibunuh gimana?"
"Nggak-nggak, gue nggak boleh mati sebelum misi gue selesai." Ia menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran anehnya.
Tiba-tiba ide gila terlintas dikepalanya. Gimana kalo gue kerja sama sama dia?
"Nggak, itu sama aja gue bunuh diri" katanya menolak ide yang terlintas diotaknya.
Lagi-lagi Kamelia bikin pusing dengan masalah yang dihadapinya saat ini. Di sisi lain, dia harus segera memulai misi balas dendam.
Tapi dilain sisi, ada psikopat yang terus mengusik dirinya. Dia tahu ansel tidak akan melepaskannya semudah itu.
Jadi, dia putuskan untuk bicara dengan cowok itu. Dia tidak tahu apakah ansel akan menyetujuinya atau tidak. Tapi yang pasti dia akan mencobanya.
Sebab, pada akhirnya dia tetap akan berurusan dengan cowok itu dan dia akan memanfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya untuk melancarkan aksinya.
Dia yakin balas dendamnya akan menyenangkan jika psikopat itu mau membantunya. Kamelia tersenyum membayangkan mereka yang akan menjadi target balas dendamnya.
🍂🍂🍂
...Gimana next, nggak?...
...Menurut kalian ceritanya gimana?...
...Seru nggak? Penasaran nggak?...
...Vote and comment ya, guys!...
...Thank you for all...
...💙Love us💙...
__ADS_1
...PUSRI...