Revenge The Sweet

Revenge The Sweet
14. Play it


__ADS_3

...Happy reading...


Minggu siang, Kamelia dan Ansel pergi ke mall yang ada di pusat kota. Bukan untuk kencan tapi melainkan menjalankan rencana mereka selanjutnya.


Saat ini, mereka sedang mengamati seorang gadis yang akan menjadi target mereka selanjutnya yang berada di lantai dua. Dia bersama dengan kedua teman-temannya. Lalu mereka memasuki toko pakaian.


Saat Kamelia dan Ansel ingin menaiki lift untuk menyusul gadis tersebut. Beberapa orang di lift menatap mereka berdua dan berbisik-bisik.


"Hey, liat cowok itu keren banget njir!"


"Waw! gilaa badas banget cewek itu gila."


"Mereka berdua pacaran?"


"Mereka serasi banget, cantik dan ganteng."


Kamelia dan Ansel tidak menanggapinya, mereka memilih untuk diam dan fokus dengan misi mereka.


Sesampainya mereka di lantai 2. Mereka mengamati gadis itu dari kejauhan. Menunggu waktu yang tepat untuk memulai rencana mereka.


Tak lama, gadis itu berserta teman-temannya keluar dengan beberapa paper bag di tangan mereka masing-masing. Kamelia yang melihat itu langsung tersenyum miring.


"Bagaimana?" Tanya Ansel.


"Play it!" Ucap Kamelia dengan seringai iblisnya.


Ansel tersenyum jahat. lalu, ia melangkah ke arah mereka yang tengah berjalan sambil mengobrol.


"Serius Lo Nay?" tanya salah satu temannya.


"Gue juga awalannya Nggak nyangka seorang Naya bisa pacaran dengan tuh cowok," timpal teman lainnya.


Gadis bernama Naya itu hanya tersenyum miring dan dengan sombongnya ia berkata, "iya dong! asal kalian tahu gue itu cuman manfaati dia. coba kalian pikir orang secantik gue masa berpacaran sama orang jelek kayak-"


BRAK!


Naya pun terjatuh, akibat seseorang yang menabraknya dari depan. Siapa lagi kalau bukan Ansel yang dengan sengajanya menabrak gadis tersebut.


"Sstt Aww..Brengs*k! Siapa sih?! Kalau jalan tuh pakek mata!" Bentak Naya.


Ansel mengulurkan tangannya ke arah gadis dihadapannya itu. Naya tertegun melihat ketampanan cowok di depannya ini.


"Sorry gue nggak sengaja, Lo baik-baik saja?" tanya Ansel. Dengan wajah pura-pura khawatir.


Naya menerima uluran tangan cowok dihadapannya ini dan berdiri. "Gu-gue ng-nggak papa. makasih," ucapnya gugup dan tersipu malu.

__ADS_1


Ansel tersenyum, "syukurlah kalau gitu."


Jantung Naya berdetak saat melihat cowok di hadapannya ini tersenyum. "Ganteng banget njirrr!!!" Batinnya.


"Oh iya gue minta maaf udah nabrak Lo, gue sedikit nggak fokus tadi," ucap Ansel. Dengan menunjukkan wajah pura-pura bersalahnya.


"Gu-gue Ng-nggak papa kok, nggak ada cedera juga" balas Naya bohong. Padahal bokongnya terasa sangat sakit.


"Eh nay, beruntung banget Lo ditabrak oleh cowok ganteng kayak dia." Bisik salah satu teman Naya.


"Iya gue juga mau dong ditabrak kayak gitu," bisik teman lainnya.


Naya hanya tersenyum miring. lalu berkata dalam hatinya, "ya, iyalah gue kan cantik. Jadi semua cowok tuh pangling kalau liat gue."


Ansel tetap berusaha untuk tersenyum. Namun, di hatinya ia sangat jengkel. "Jijik gue megang Lo cewek brengs*k!!!" Batinnya.


"Gue jadi nggak enak sama Lo. Oke gini aja, gue minta nomor ponsel Lo. Jadi kapan-kapan gue bisa mentraktir lo sebagai tanda permintaan maaf gue." Ucap Ansel.


"Waw cowok seganteng dia minta nomor ponsel gue?! Memang keberuntungan ada di pihak gue," batin Naya senang.


"Jadi, gimana?" tanya Ansel.


"Oh iya, sorry gue melamun tadi." Sahut Naya. Kemudian memberikan nomor ponselnya ke Ansel.


"Oh iya gue Ansel. Kalau boleh tahu siapa nama Lo?" Tanya Ansel.


"Nama yang indah, seperti orangnya juga."


Ansel tersenyum, lagi-lagi membuat jantung Naya berdetak kencang saat melihat ketampanan dimiliki Ansel, dan pipinya berubah menjadi merah muda. Naya benar-benar dibuat gila oleh Ansel. Ingin sekali ia jungkir balik karena sangkin senangnya.


"Baiklah gue pergi dulu. Sekali lagi maaf ya," ucap Ansel. Sembari tersenyum manis Membuat mereka menahan diri agak tidak berteriak. Lalu Ansel melangkah pergi.


"Kyaaa.. dia minta nomor ponsel gue!" Jerit Naya senang.


"Hoki banget lu! Gue jadi iri deh," ujar salah satu temannya.


"Iya. Lo beruntung banget sih Nay," timpal teman lainnya.


"Iya dong siapa dulu, Nayarin Ramesta gitu loh." Angkuhnya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Saat merasa sudah cukup jauh dari mereka, Ansel mengeluarkan sapu tangannya dan mengelap telapak tangannya. Kemudian, ia membuang sapu tangannya itu ke tong sampah.


Disisi lain dari kejauhan, Kamelia mendengus melihat tingkah ketiga gadis tersebut. Mereka tidak tahu aja kalau cowok itu sebenarnya seorang psikopat. Jika mereka tahu pasti mereka akan ketakutan, Pikirnya.

__ADS_1


"Cih, gitu aja lebay banget sampe teriak-teriak. Kalau udah dibunuh oleh tuh psikopat diem lu ya." ucap Kamelia.


TAP!


Tiba-tiba, seseorang memegang pundak Kamelia. Sontak Kamelia terkejut dan langsung menoleh.


"Ansel?" Seru Kamelia.


"Kenapa Lo kaget begitu? Oh iya, rencana pertama udah selesai." ucap Ansel dengan tersenyum penuh kemenangan.


"Kerja bagus Ansel!" Balas Kamelia sembari memberikan senyum yang sama.


Kamelia pun beranjak ingin pulang. "Oke, misi kita sampai sini dulu gue mau-"


Ansel menahan tangan Kamelia agar tidak pergi, Sedangkan Kamelia menatap Ansel bingung.


"Ada apa?" Tanya Kamelia.


"Untung kita disini, bagaimana kalau kita berkeliling dulu? Sekalian refreshing agar kita bisa lebih fokus lagi menjalankan misi selanjutnya," ujar Ansel.


Walau sebenarnya bukan itu niatnya, tapi ia terpaksa membuat alasan agar Kamelia tetap bersamanya lebih lama lagi dan Menikmati momen berduanya dengan seorang gadis yang sangat spesial bagi dirinya.


Kamelia pun berpikir sejenak. Lalu, ia menyetujui kemauan Ansel.


"Ada benarnya juga sih. Baiklah, kalau gitu kita berkeliling dulu di mall ini," balas Kamelia.


Ansel mendengar itu pun tersenyum senang. Kemudian Ansel mengajak Kamelia untuk menonton bioskop bersamanya. Kemudian mereka memesan dua tiket dan popcorn.


Di saat film diputar, Kamelia fokus menonton sembari memakan popcornnya. Sedangkan Ansel tanpa sepengetahuan Kamelia ia diam-diam cukup lama menatapi Kamelia.


"Gue sangat suka jika Lo selalu berada di samping gue Kamelia," batinnya.


Kemudian Ansel tersenyum, lalu mengalihkan pandangannya dan kembali menonton.


Di hari itu, mereka menghabiskan waktu dengan menonton bioskop dan berkeliling di mall. Hingga hari menjelang sore lalu, mereka memutuskan untuk pulang.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


...Next?...


...Iya atau nggak?...


...Gimana menurut kalian cerita ini? Cerita ya di komen...


...Sampai ketemu di part selanjutnyaπŸ‘‹...

__ADS_1


...With love ...


...PUSRI...


__ADS_2