Revenge The Sweet

Revenge The Sweet
08. Kesepakatan


__ADS_3

Setelah bel istirahat berbunyi, Kamelia langsung keluar kelas tanpa perduli dengan trio kampret yang memanggilnya.


Sesuai rencananya hari ini, ia akan menemui ansel. Karena ada suatu hal yang harus dibicarakan serius dengan cowok itu.


Kamelia berjalan menuju kelas ansel yang berada di kelas XI IPA 1 dan terhalang satu ruang dengan kelasnya.


Sesampainya disana, Kamelia celingak-celinguk mencari keberadaan ansel tapi ia tidak menemukan cowok itu.


Hingga akhirnya, ia melihat teman ansel yang ingin keluar kelas.


"Eh, tunggu!" serunya.


Kedua teman ansel yang tak lain adalah Ian dan Putra menghentikan langkahnya. Mereka menatap Kamelia yang tengah berdiri di depan kelas mereka.


"Ada apa?" tanya Ian.


"Hm, kalian tahu dimana ansel?" ucap kamelia kepada mereka.


Sedangkan, Ian dan Putra merasa aneh kenapa cewek dihadapan mereka ini mencari seorang ansel.


"Rooftop mungkin," balas Ian santai.


Kamelia yang mendengar jawaban tersebut langsung mengucapkan terma kasih kepada meraka, "Thanks."


Setelah itu, Kamelia berbalik dan melangkah menuju rooftop sekolah.


"Ngapain dia nyariin si ansel?" ucap Putra heran.


"Entahlah, mending kita kantin aja," balas Ian. Lalu mereka berjalan kearah kantin sekolah.


Kamelia terus melangkah menaiki tangga satu per satu. Sesuai dengan apa yang ia pikirkan semalam. Hari ini, ia akan menemui ansel untuk berbicara hal serius.


🍂🍂🍂


Flashback on


Sepulang sekolah, Kamelia merebahkan dirinya di sofa. Dia selalu memikirkan kejadian beberapa hari ini dialamjnya. Mulai melihat psikopat yang membunuh seseorang dibelakang sekolah.


Sampai akhirnya dia tahu bahwa psikopat itu adalah teman satu sekolahnya. Kamelia terus berpikir dan bertanya kenapa dia harus ketemu psikopat kejam.


"Hah, bisa gila gue kalo kayak gini" ucapnya sambil meraup wajahnya.


Apalagi mengingat kejadian tadi siang. Saat dia pergi ke toilet dan tiba-tiba ansel menarik dirinya. Dia tidak tahu apa yang dipikirkan cowok itu setelah ia mengetahui rahasianya.


"Kalo gue dibunuh gimana?"


"Nggak-nggak, gue nggak boleh mati sebelum misi gue selesai." Ia menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran anehnya.


Tiba-tiba ide gila terlintas dikepalanya. Gimana kalo gue kerja sama sama dia?


"Nggak, itu sama aja gue bunuh diri" katanya menolak ide yang terlintas diotaknya.


"Tapi... kalo gue minta dia bantu gue. Dia kan jadi partner dong!"


"Nggak mungkin kan dia bunuh partnernya sendiri."


Kamelia terus mempertimbangkan ide terus hingga ia stress dibuatnya. "Akhh, bisa gila gue gara-gara tuh orang!" Dia menarik rambutnya frustasi memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

__ADS_1


"Kalo gue ajak dia misi gue bakal cepat selesai?"


"Tapi kalo dia nggak mau..."


"Huh, terserah dia mau apa nggak yang penting gue harus coba."


"Besok gue harus temui dia!"


"Kamelia semangat karena besok lo bakalan temuin tuh psikopat!" ucapnya menyemangati diri sendiri.


Flashback end


🍂🍂🍂


Jujur saja dia masih kaget mengingat kejadian saat ia pulang dari supermarket malam itu.


Dimana ia melihat ansel sedang membunuh seseorang dengan mata kepalanya sendiri. Mengetahui kebenaran tentang cowok itu.


Dan kenapa harus dia orang yang melihat kejadian tersebut? Ada banyak hal yang menjadi pertanyaan atas semua itu.


Sampai akhirnya ide gila terlintas dipikirannya. Dimana ia harus bekerja sama dengan laki-laki itu untuk balas dendamnya.


Awalnya tidak mau melakukan ide itu karena ia takut akan menjadi korban selanjutnya. Ia tidak ingin mati sebelum dendamnya terbalaskan.


Karena pada akhirnya, dia akan tetap berurusan dengan laki-laki mengingat dia yang mengetahui rahasia cowok itu.


Apalagi kemarin cowok itu mengatakan tidak akan melepaskannya.


Saat ini, Kamelia sudah berada di depan pintu menuju rooftop. Ia mengambil nafas terlebih dahulu dan menyakinkan dirinya.


Setelah itu, ia membuka pintu tersebut secara perlahan. Jujur rasanya gugup untuk menemui cowok tersebut. Tapi dia sudah memberanikan dirinya demi misi balas dendamnya.


Kamelia melangkah mendekatinya. Mendengar langkah kaki seseorang, laki-laki itu pun membuka matanya. Laki-laki itu sedikit terkejut melihat siapa yang datang menghampirinya.


Dengan alis terangkat sebelah menatap heran gadis di hadapannya ini.


"Gue mau bicara sama lo," kata Kamelia.


"Soal apa?" tanya balik Ansel.


"Gue mau lo kerjasama sama gue," ungkap Kamelia.


"Kerjasama? Maksud lo?"


Saat ini, mereka berdua tengah berhadapan satu sama lain.


"Gue minta lo buat bantu gue balas dendam, lo hanya perlu jawab iya atau tidak atas permintaan gue," ucapnya menatap mata ansel. Bahwa ia serius dengan apa yang dikatakannya.


"Balas dendam?" ucap ansel sedikit heran. Dia bingung kenapa cewek ini meminta dirinya untuk balas dendamnya.


"Ehm," dehem Kamelia.


"Gue tolak gimana?" Ucap ansel didepan wajah Kamelia membuat jarak mereka hanya satu jengkal.


"Gue bakal tetap maksa lo," jawab Kamelia yakin.


"Haha, yakin mau maksa gue. Lo tahu kan nggak semudah itu buat gue iyain mau lo," kata ansel.

__ADS_1


"Gue bakal turutin permintaan lo," ucap Kamelia.


Ansel yang mendengar ucapan Kamelia tersebut terlihat berpikir. Haruskah ia menerima permintaan gadis itu atau menolaknya.


Jika ia menerimanya ini adalah kesempatan untuknya agar bisa mengetahui banyak tentang cewek dihadapannya sekarang ini.


Lalu, ia menatap kembali Kamelia dan berkata,"tiga permintaan, gimana?"


Kamelia ia berpikir sebentar mempertimbangkan jawaban ansel.


"Oke, tiga permintaan," ucapnya. Lalu, ia mengulurkan tangannya dan ansel pun menyambutnya.


"Oke deal."


Mereka pun berjabat tangan tanda bahwa mereka sudah sepakat dengan semuanya.


🍂🍂🍂


Kamelia berjalan menuju pagar rooftop. Menatap pemandangan di depan matanya. Ansel pun mengikuti langkah cewek itu.


Ada hal yang membuat penasaran dirinya mengenai cewek yang tengah ia tatap dari samping saat ini.


Mengetahui gadis menemuinya saja sudah membuatnya terkejut apalagi setelah mendengar permintaan cewek itu.


Dia pikir cewek ini akan menghindari dirinya seperti kemarin. Mengingat gadis ini mengetahui dirinya adalah seorang psikopat.


Dia tahu ada rasa takut ketika cewek ini melihatnya di gang malam itu. Ia juga tahu bahwa Kamelia berusaha menghindari dirinya.


Kamelia berdiri menatap langit biru yang cerah. Ada banyak hal yang ia pikirkan saat ini. Akhirnya, ia akan memulai misi balas dendam.


Ia berjanji tidak akan mengampuni mereka semua. Mereka harus merasakan apa yang ia rasakan.


Apalagi mengingat keluarganya yang harus mati dengan tragis. Membuat dadanya sesak kala mengingat kejadian itu.


"Kenapa gue?" tanya Ansel.


"Hah!" Kamelia menolehkan kepalanya dan menatap ansel.


Ansel yang melihat Kamelia bingung pun mengulangi pertanyaannya. "Kenapa gue yang lo pilih?"


"Oh, karena lo... psikopat," ucap Kamelia enteng.


Ansel yang mendengar jawaban Kamelia hanya bisa mendengus. Benar-benar nih cewek! Batin ansel tak habis pikir


🍂🍂🍂


...Gimana next, nggak?...


...Menurut kalian ceritanya gimana?...


...Seru nggak? Penasaran nggak?...


...Vote and comment ya, guys!...


...Thank you for all...


...💙Love us💙...

__ADS_1


...PUSRI...


__ADS_2