Revenge The Sweet

Revenge The Sweet
43.


__ADS_3

...Happy reading...


Di sebuah kamar yang terlihat mewah itu terdapat sepasang manusia sedang tidur. Meski hari sudah menunjukkan pagi hari tapi sepertinya sinar matahari pagi tidak cukup untuk membangunkannya.


Hingga akhirnya terdengar suara lenguhan diantara mereka. "Ugh," lenguhnya. Dia menggerakan tubuhnya namun ia merasa aneh karena dirinya sulit menggerakkan seperti ada sesuatu yang menahan.


Perlahan-lahan ia membuka matanya dan hal pertama yang ia lihat adalah seseorang yang sedang terlelap disampingnya. Lalu ia mengalihkan tatapannya kearah tangan dia yang tengah memeluknya.


Dan hal itu mampu membuatnya apa yang terjadi semalam hingga akhirnya mereka tertidur dengan berpelukan. Dimana ia menangis di pelukan dia sampai dirinya masuk ke alam mimpi. Itu membuat dia merasa malu. Malu karena dia melihat ia menangis semalam.


Ditatapnya wajah tampan dihadapannya. Tanpa sadar tangan terulur untuk mengelus wajah dihadapannya ini. Dia merasakan halus kulit orang itu. "Tampan," ucapnya pelan. Kemudian, ia tersenyum tipis.


"Eugh." Ansel mencari posisi nyaman untuknya karena ia seperti terganggu dengan sentuhan Kamelia.


Setelah itu, Kamelia melepaskan tangan Ansel yang tengah memeluknya dengan pelan agar tidak membangunkannya. Setelah terlepas, ia mulai beranjak dari kasur lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan muka dan gosok gigi.


Beberapa menit berlalu, Kamelia keluar dari kamar mandi. Lalu ia menatap Ansel yang masih tertidur. Setelah itu, ia melangkah keluar kamar menuju dapur untuk membuat sarapan mereka nanti.


"Ugh!" Ansel terbangun dari tidurnya. Lalu, ia membuka mata dan mendapati kasur kosong. Dia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Kamelia namun tidak ada.


Kemudian, ia memutuskan untuk beranjak dari sana. Dan melangkah keluar kamar. Ia menuruni tangga satu per satu lalu berjalan kearah dapur. Sesampainya disana, ia melihat Kamelia sedang memasak sesuatu.


"Lagian ngapain?" Tanyanya. Kamelia yang mendengar suara itu berjengit kaget lalu menolehkan kepalanya.


Melihat keadaan Ansel yang nampak kacau karena baru bangun tidur. "Masak nasi goreng," jawabnya.


"Oh...." ia pun duduk di meja makan dan menuangkan air gelas lalu meneguknya. Tak lama Kamelia sudah menyelesaikan kegiatannya.


Dia menaruh nasi goreng tersebut ke dalam piring lalu membawanya ke meja makan. Dua piring nasi goreng siap untuk di santap.


"Nih buat kamu," ucapnya memberikan sepiring nasi goreng.


"Thanks," kata Ansel.


"Hm." Setelah itu, mereka menikmati makanan itu dalam hening tanpa adanya percakapan. Hanya denting sendok yang beradu dengan piring yang mengisi suasana hening disana.


Tak lama Kamelia selesai menghabiskan makannya begitu juga Ansel. "Gimana?" Tanya Kamelia. "Enak," balasnya singkat. Setelah itu, ia meneguk air minumnya.


Kamelia mengambil bekas makan mereka makan dan membawanya ke dapur untuk di cuci.


...🔥🔥🔥...


"Hiks... hiks... Ma, Pa. Kenapa kalian tinggalin Claretta Ma Pa, hiks...."


Setelah acara pemakaman kedua orang tuanya. Claretta mengurung dirinya di dalam kamar. Menangisi kepergian kedua orang tuanya.


Dia tidak memperdulikan kedua temannya yang sedari tadi membujuknya untuk keluar.


"Claretta, keluar yuk!" Seru Zelmira.


"Buka pintunya, Clae," ucap Davina sambil mengetuk pintu.

__ADS_1


"Clae, kita tahu lo sedih karena kematian orang tua lo. Tapi lo jangan kayak gini dong. Kita khawatir lo kenapa-kenapa."


"Iya Clae. Buka pintunya biar kita bisa nemenin lo di dalam."


Tak ada sahutan dari dalam yang ada hanya suara tangis Claretta.


"Hiks... hiks...."


"Gimana nih?" Tanya Zelmira.


"Udah, kita biarin aja dulu sampe dia tenang," ujar Davina.


"Clae! Kita pergi dulu ya. Kalo butuh sesuatu panggil kita aja!" Serunya. Setelah itu, mereka pergi dari sana.


...🔥🔥🔥...


Di pagi hari yang cerah ini. Kamelia melangkah kaki di koridor sekolah dengan langkah santai menikmati paginya yang indah. Namun, semua itu hilang ketika ia mendengar suara teriakan yang memekikan telinga dari ujung sana.


"Lia! I miss you!" Ucapnya. Berlari menuju Kamelia. Merentangkan tangannya berniat memeluk Kamelia namun sebelum itu terjadi Kamelia sudah mendorong jidat Bima hingga ia terdorong ke belakang.


"Aww," ringisnya.


"Ck, merusak pagi gue aja lo," dengus Kamelia.


Hari yang ia kira akan cerah berubah menjadi suram ketika ia bertemu trio kampret di pagi hari. Membuat mood-nya jadi rusak. Oh, ayolah! Kapan lagi coba liat Kamelia miliki mood yang bagus begini. Jarang-jarang loh.


"Pagi Lia," sapa Dika.


"Hn, pagi" ucapnya malas.


"Tega banget lo sama gue," kata Bima sambil mengelus jidatnya.


Tapi, Kamelia tidak menghiraukannya. "Kelas yuk," ajak Dika.


"Ayo." Setelah itu, mereka menuju kelas meninggalkan Bima yang masih misuh-misuh tidak jelas.


Bima yang menyadari dirinya ditinggal segera mengejar teman-teman sembari berteriak. "Woy, tungguin gue!"


Sesampainya di kelas tak lama bel masuk tanda pelajaran di mulai berbunyi. Siswa-siswi pun bergegas untuk di tempatnya masing-masing begitu juga dengan Kamelia dan trio kampret.


"Isaac newton adalah penemu teori gravitasi ..., " ucapan bu guru terpotong karena bel istirahat berbunyi.


Kring! Kring!


"Oke, sampai disini dulu pelajaran kita hari ini. Jangan lupa kerjain tugas yang ibu kasih. Selamat siang." Setelah itu, bu guru melangkah keluar kelas setelah membereskan barang bawaanya.


Sepeninggalnya bu guru suasana kelas langsung ramai. Semuanya bernafas lega seakan terbebas dari penjara.


"Akhirnya istirahat!"


"Gila! Otak gue mau pecah kalo belajar fisika gini. Gak kuat nampungnya," ujar Dika.

__ADS_1


"Kalo gue mah udah keburu mental pelajaran nggak sempat masuk ke otak gue," balas Bima.


"Udahlah, mending kita kantin aja!" ajak Bima.


"Yaudah, ayo!" Mereka berjalan keluar kelas menuju kantin berada. Kamelia berjalan bersama Ray dibelakang Bima dan Dika.


Ray memasukkan kedua tangan ke saku celananya sedangkan Kamelia sibuk dengan ponsel di genggamnya.


Tak lama mereka tiba di kantin. Nampak sekali suasana yang ramai karena siswa-siswi sedang mengantri pesanan. Lalu, Bima mencari tempat duduk yang masih kosong berada di pojokan dan mereka hanya mengikut saja.


Setelah mendapatkan tempat, Kamelia langsung saja mendudukan dirinya disana. Begitupun yang lainnya.


"Mau pesan apa?" Tanya Bima.


"Kayak biasanya aja," jawab Ray.


"Lia pesan apa?"


"Bakso jus jeruk," balasnya tanpa mengalihkan pandangan dari ponsel.


"Okey!" Kemudian, ia pergi memesan makanan mereka. Ketika mereka sedang menunggu pesanan.


Terdengar panggilan seseorang di ujung sana,"Lia!" Seru Divya. Lalu, ia lari kecil menuju tempat mereka.


Dia langsung duduk disamping Kamelia. "Hei," tegurnya.


"Hm," dehem Kamelia. Menanggapi sapaan Divya.


Beberapa menit kemudian, Bima datang membawa pesan mereka.


"Eh, Vya! Lo nggak pesan makan," sapa Bima.


"Nggak. Masih kenyang gue tadi pas jamkos gue ngantin," kata Divya.


"Oh gitu," jawabnya sambil  menganggukan kepalanya. Setelah itu, mereka menyantap makanan tadi dengan khidmat.


...🔥🔥🔥...


...Gimana next, nggak?...


...Menurut kalian ceritanya gimana?...


...Seru nggak? Penasaran nggak?...


...Vote and comment ya, guys!...


...Thank you for all...


...💙Love us💙...


...PUSRI...

__ADS_1


__ADS_2