Revenge The Sweet

Revenge The Sweet
07. Psikopat


__ADS_3

Pov Kamelia


"Dia psikopat," ucapku terkejut. Melihat pemandangan di depannya apalagi saat ia menatap wajah orang yang telah melakukan itu semua.


Hingga tanpa sadar aku menjatuhkan belanjaan ditanganku. Tak lama aku tersadar dari keterkejutanku. Dengan buru-buru ku ambil kantong belanja yang jatuh dan membereskannya.


Kemudian aku pun bangkit setelah membereskan kantong belanjanya. Namun orang tersebut sudah berdiri dihadapanku.


Aku dibuat gugup sekaligus takut. Melihat tatapan dia yang sangat tajam menatap diriku.


"Hai," sapanya tersenyum sinis.


Aku memundurkan langkahku saat dia berjalan mendekati diriku hingga membuatku terpojokkan.


Dia pun langsung mengbunci pergerakkan dengan kedua tangan yang berada disisiku.


Kemudian, menarik daguku hingga aku bisa melihat netra hitam miliknya tengah menatap tajam diriku.


Jujur saja, kini aku sedang berusaha tuk tidak terlihat takut.


Dengan cepat aku menepis tangannya, "Lepas!" Ku lihat dia tersenyum miring kepadaku.


Dengan berani kubalas tatapan tajamnya tak kalah tajam darinya. Seakan tidak takut tapi sebenarnya aku hanya menyembunyikannya.


"Sungguh tak ku sangka, kau melihatnya lagi?" ujarnya sinis.


"Mak--sud lo... yang dibelakang se--ko--lah itu...!" ucapku tak percaya.


"Tepat sekali," sahutnya. Lalu, ia semakin merapatkan dirinya padaku.


Aku was-was melihatnya. Kemudian, dia mendekati telingaku dan membisikkan sesuatu. Membuatku meremang mendengarnya.


Aku yang mulai merasakan semakin bahaya langsung menendang kakinya sekuat tenaga. Aku yang melihat lengah akibat serangan tadi.


Dengan cepat lari sekuat mungkin untuk kabur dari agar segera sampai apartemenku.


Tidak ada yang kupikirkan saat ini. Selain bisa terlepas dari psikopat itu. Sungguh tidak bisa dipercaya orang yang ia tabrak tadi siang adalah seorang psikopat.


Sang most wanted sekolah yang selalu dipuja ternyata seorang...psikopat.


Sungguh tidak bisa dipercaya! Pikirku.


Pov end


🍂🍂🍂


Ansel pov


Aku tersenyum senang menatap mangsa dihadapanku ini. Rasanya sangat memuaskan bisa menyiksa target itu dengan beringas.


Jleb!


Kutusukkan pisau digenggaman kebagian perutnya sehingga ia berteriak kesakitan.


"Akhh!"


Aku semakin memperdalam tusukan itu dan membuat sang mangsa semakin kesakitan. Sungguh menyenangkan!

__ADS_1


"Haha... aku akan mengakhiri hidupmu dan kamu tidak perlu merasakan kejamnya dunia, haha!"


Setelah itu, ku cabut pisau itu dari perutnya dengan kasar. Dan menusuknya kembali dibagian lainnya.


Saat diriku tengah asyik menikmati kegiatanku. Tiba-tiba aku mendengar suara benda jatuh tidak jauh dari tepatku berada.


Aku pun menolehkan kepala menatap jalan masuk ke gang. Terlihat seperti ada bayangan seseorang.


Dengan cepat aku menuju kesana. Ketika aku tiba, ku melihat dirinya. Seorang gadis yang beberapa hari dilihatnya.


Dan gadis itu adalah gadis yang sama dengan yang menabraknya tadi siang.


Kuperhatikan dia yang sedang membereskan barangnya. Sepertinya dia belum menyadari sampai dia bangkit dan terkejut melihat diriku.


Dia secara spontan melangkah mundur. Sedangkan, aku hanya menatap tajam dirinya dan tersenyum sinis.


Sungguh tidak disangka, aku akan bertemu dia dalam keadaan seperti ini.


Dengan langkah pelan aku berjalan mendekatinya sampai dia terpojok dan tidak bisa kemana-mana.


Aku semakin tersenyum melihatnya yang sama sekali tidak gemetar menatapku. Ku akui gadis ini memang berbeda dari gadis yang pernah ditemuinya.


Jika gadis lain akan menatapnya dengan tatapan memuja. Beda halnya dengan gadis dihadapannya yang menampilkan reaksi biasa saja.


Bila gadis itu adalah mangsanya, sudah pasti mereka gemetar dan ketakutan melihat tatapan tajamnya.


Tapi gadis ini meskipun ada rasa takut namun dia mencoba untuk melawan rasa takutnya.


Sungguh gadis yang menarik! Batinku tersenyum.


"Sungguh tak sangka, kau melihatnya lagi?" ujarku sinis.


"Mak--sud lo... yang dibelakang se--ko--lah itu...!" ucapnya tak percaya.


"Tepat sekali," sahutku. Lalu, aku semakin merapatkan diriku padanya.


Ku dekatkan bibir ke telinganya lalu berbisik, "lo nggak akan gue lepasin!" ucapku dengan suara berat.


Kemudian, aku merasakan tubuhnya yang menegang. Entah apa yang dia pikirkan setelah mendengar kata itu. Tapi aku tidak akan melepaskannya.


Setelah itu, aku merasa kakiku yang ditendang sekuat tenaga sehingga aku lengah darinya.


Dia menggunakan kesempatan itu untuk kabur dan berlari sebisanya. Aku terkejut dengan itu lalu terkekeh dan menatap tajam dirinya yang menjauh.


"Lo nggak akan lepas semudah itu, Kamelia Chanthanvy!"


Pov end


🍂🍂🍂


Dengan sisa tenaganya Kamelia berlari secepatnya hingga akhirnya tiba di apartemennya.


"Hah...hah...."


Setelah itu, ia langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa dan menghela nafas lega.


Kamelia memejamkan matanya, mengingat kejadian yang baru saja dilihatnya. Dia tidak habis pikir mengingat kejadian yang baru dialaminya.

__ADS_1


Sungguh tidak bisa dipercaya dengan apa yang dilihatnya!


"Gue nggak nyangka dia psikopat," ucapnya masih tidak percaya.


Lalu dia membuka matanya, menatap langit-langit ruang tamunya. Memikirkan hal yang baru saja terjadi.


Dia nggak habis pikir ternyata Ansel adalah seorang psikopat. Yang lebih parahnya lagi dia satu sekolah dengan dirinya.


"Apakah setelah ini dia bakalan membunuh gue, ya?" guman Kamelia pada dirinya sendiri.


🍂🍂🍂


Beberapa menit yang lalu, Ansel tiba dirumahnya. Lalu, ia melangkah menuju kamarnya. Kemudian, ia membersihkan diri dan darah yang menempel dipakaiannya.


Tak lama kemudian, dia sudah memakai kaos berwarna hitam dengan celana pendek. Berjalan menuju tempat tidurnya dan merebahkan diri.


Dia menatap langit-langit kamarnya sembari mengingat kejadian barusan. Membuat senyum terbit dibibirnya.


Sungguh ini adalah malam yang paling menyenangkan baginya!


Malam yang indah dengah cahaya rembulan menembus kaca jendelanya. Kemudian, dia bangkit dari tidurnya dan melangkah kearah balkon.


Menatap langit yang dipenuhi bintang-bintang. Itu adalah kebiasaan yang ia lakukan sejak kecil. Seakan mendapatkan ketenangan saat ia menatap kelamnya malam.


"Lo nggak akan pernah bisa kabur dari gue," ucapnya.


"Dan gue pastikan, lo bakal jadi milik gue, Kamelia Chanthavy," ujar Ansel kembali mengingat gadis yang ditemuinya tadi.


Ansel terbangun dari tidur ketika alarm berbunyi. Setelah itu, ia melangkah ke kamar mandi.


Tak lama kemudian, ia keluar dengan mengenakan seragam sekolah lengkap. Dia berjalan mengambil tas yang berada di meja belajar.


Kemudian ia melangkah kakinya santai dengan tas dipundak kanan. Mengambil motornya yang berada di garasi dan mengendarai menuju sekolah.


Beberapa menit kemudian, ansel tiba disekolahnya. Laki-laki turun dari motornya dan melepaskan helm.


Ketika ia sedang melepaskan helmnya. Matanya tak sengaja menangkap sosok Kamelia yang baru saja memasuki gerbang sekolah.


Ansel yang melihatnya menampilkan senyum tipis di bibirnya. "Lo nggak bakal lepas dari gue," ujarnya sambil menatap Kamelia.


"Lihat aja nanti!" Dengan masih tersenyum ia melangkahkan kakinya menuju kelas sembari memikirkan sesuatu yang membuatnya tertarik akhir-akhir ini.


🍂🍂🍂


...Gimana next, nggak?...


...Menurut kalian ceritanya gimana?...


...Seru nggak? Penasaran nggak?...


...Vote and comment ya, guys!...


...Thank you for all...


...💙Love us💙...


...PUSRI...

__ADS_1


__ADS_2