Revenge The Sweet

Revenge The Sweet
16. Welcome


__ADS_3

...Happy reading...


Suara bising terdengar dimana-mana memenuhi ruangan tersebut. Kerlap-kerlip lampu  membuatnya terlihat menarik. Orang-orang menari diiringi dengan musik yang keras, dan ada juga yang bercumbu dengan pasangan mereka.


Dari berbagai minuman soda sampai memabukkan tersedia di sana. Bau asap rokok dan wanita seksi yang sedang menggoda para pria nampak dimana-mana.


Terlihat seorang gadis berumur 17 tahun dengan pakaian begitu seksinya sedang duduk sendirian di sofa sambil menikmati minumannya. Dia menatap malas orang-orang disekitarnya.


Dia adalah Claretta Florenza, seperti biasa dia menghabisikan waktunya di sebuah klub malam untuk menenangkan pikirannya atau sekedar  untuk bersenang- senang.


Claretta merenung sambil memikirkan kejadian di mana ia dipermalukan oleh Kamelia di depan semua orang terlebih lagi cowok yang disukainya malah tertarik dengan gadis itu.


Dia berdecak kesal mengingat kembali kenangan itu. Kemudian meneguk habis minumannya. Lalu, menggenggam kuat gelas di pegangnya.


"Dasar jal*ng! Gue bersumpah, bakal buat Lo menderita seumur hidup! gue janji!" Geramnya marah.


Saat dirinya sibuk dengan pikirannya, datanglah seorang gadis seumurannya datang menghampiri. Kemudian, gadis itu pun duduk di sampingnya.


Gadis itu menatap Claretta dengan tatapan heran, karena sikapnya yang tidak seperti biasanya.


"Kenapa lo?" tanya gadis itu. Sambil menuangkan minuman ke gelas Claretta.


"Nggak papa" jawab Claretta masih dengan sorot mata menunjukkan marah.


"Nggak biasanya Lo kayak gini. Cerita aja, siapa tahu gue bisa bantu."


"Lo tahu, gue benci banget sama anak baru di sekolah gue!! Beraninya dia mempermalukan gue di depan banyak orang! Dan sekarang dia ngerebut cowok gue! Pengen banget gue cakar tuh mukasok cantiknya!!" Ucapnya marah. Lalu meneguk minumannya kembali.


"Benarkah? Wah, nggak nyangka gue ada yang berani sama lo di sekolah."


"Gue juga nggak nyangka dia bisa seberani itu lawan gue!" —Ucapnya lalu menyeringai—"Tapi tenang aja, gue nggak bakal biarin dia begitu saja! Gue bakal balas perbuatan dia!"


Gadis itu tersenyum miring, "bagus, Ini baru sahabat gue! Kalau Lo butuh apa-apa hubungi gue aja, pasti bakal gue bantu."


"Thanks Dav, Lo memang sahabat terbaik gue,"  ucap Claretta.


Claretta menuangkan minuman ke gelas kosong, lalu memberikannya pada sahabatnya.


"Oh iya, btw kalau boleh tau siapa nama tuh cewek?" tanya Davina.


"Kamelia Chanthavy!" jawab Claretta.


PRANG!


Davina menjatuhkannya gelasnya, terkejut mendengar nama yang tidak asing baginya.


"Kamelia? Kamelia Chanthavy maksud lo?"


"I-iya emang kenapa?" tanya Claretta.


"Lo punya fotonya?!"


"Hmm, Bentar gue cari dulu di ponsel." Lalu, Claretta mengecek ponselnya dan menemukan foto Kamelia.


"Ini orang—"


Davina langsung merebut ponsel Claretta, ia menggenggam kuat ponsel itu. Lalu—


Prang!!!


Davina membanting ponsel itu, Claretta terkejut begitu pun beberapa orang yang melihat kejadian itu dan tak lama orang-orang kembali sibuk dengan urusannya masing-masing.

__ADS_1


"Kenapa...Lo banting ponsel gue?" tanya Claretta.


Davina menoleh dan menatap tajam Claretta. Claretta yang ditatap menelan susah salivanya.


"Gue benci lihat wajah dia!" tekannya. Lalu memalingkan wajahnya.


"Cih! Ternyata itu lo Kamelia?! Gue lo udah mati bunuh diri," ucapnya kesal.


"Lo kenal sama dia?" tanya Claretta.


"Ya, Lo ingat nggak cewek yang gue ceritain dulu? Nah, Ceweknya itu tuh dia!"


"What?! Jadi dia?!" teriak Clareta tak percaya.


Lalu sebuah ide untuk balas dendam terlintas di kepala Claretta.


"Kalau gitu, gimana kalau kita balas dia? Kita buat dia menderita sampai ia mohon untuk mati, bagaimana?" Lanjutnya.


"Ide bagus sih! gue punya rencana buat  hancurin dia!" Ucap Davina sembari tersenyum miring memikirkan rencananya.


"Caranya?" tanya Claretta.


Davina membisikkan rencananya pada Claretta, setelah itu Claretta tersenyum jahat mendengar rencana yang akan dilakukan mereka nanti.


🍂🍂🍂


Keesokan paginya, Kamelia dan Ansel sedang berada di rooftop sekolah menatap pemandangan pagi di sana. Berdiri di perbatasan pagar sambil memperhatikan orang-orang di bawah.


Sambil menunggu bel masuk berdering, Kamelia terkadang selalu ke rooftop untuk merilekskan pikirannya sembari melihat pemandangan pagi yang cerah.


Ansel yang tahu jika Kamelia selalu ke rooftop setiap paginya pun ikut pergi ke sana. Dengan alasan kalau ia juga ingin menikmati cuaca pagi di atas sana.


Tiba-tiba, angin berhembus pelan dan menerpa rambut Kamelia. Lalu, menampakan leher jenjang putih yang dimiliki Kamelia. 


"Cantik," gumamnya.


"Lo ngomong sesuatu?" tanya Kamelia.


"Nggak, gue nggak bilang apa-apa." Ucap Ansel langsung mengalihkan pandangannya ke depan. Terlihat telinganya memerah.


Kamelia mengangguk dan kembali melihat ke depan. Lalu dia pun melihat ke arah gerbang sekolah, melihat siswa-siswi di sekolahnya berlalu lalang masuk ke sekolah.


Tiba-tiba, matanya terpaku melihat sosok yang sangat dikenalinya masuk ke dalam area sekolah. Dia benar-benar tidak menyangka jika dia akan bertemu dengan orang itu secepat ini.


"Cih, bodoh!" gumam Kamelia.


Kamelia tersenyum senang dengan sorot mata melotot tajam. Ansel melirik Kamelia, dan mendapati Kamelia tengah tersenyum ke arah bawah. Ansel pun mengikuti arah pandang Kamelia.


Ansel melihat Claretta berserta teman-temannya dan juga seorang siswi yang sepertinya murid baru di sekolah ini. Karena selama ini, ia tidak pernah melihat siswi itu di sekolah.


Tapi, Ansel merasa wajah siswi itu tidak asing baginya. Dia merasa pernah melihatnya di suatu tempat. "Siapa siswi itu? Kok gue kayak pernah lihat wajah dia ya tapi di mana?" Pikirnya.


Setelah itu, Ansel pun teringat buku hitam yang diberikan kamelia padanya. Buku-buku itu berisi target-target yang akan mereka bunuh nantinya. Dan siswi itu salah satu dari target itu.


"Ooh, jadi dia ya." Gumamnya sambil tersenyum miring.


"HAHAHA!..." 


Kamelia tertawa, Ansel pun menoleh ke Kamelia.


"Ansel, sepertinya mangsa besar kita datang sendiri ya." Ucapnya sembari tersenyum.

__ADS_1


Ansel pun ikut tersenyum dan melihat ke arah gadis itu, "hm, gue nggak nyangka dia sendiri yang memilih jalan kehancurannya."


Kamelia pun  menompang dagunya dengan tangannya sembari melihat gadis itu. Sedangkan angin menerpa rambutnya pelan. "Gue jadi nggak sabar nih," Ucapnya senang.


🍂🍂🍂


Terlihat di beberapa kelas pada ribut dengan siswi baru tersebut. Tidak ingin ikut tertinggal, kelas IX IPA 1 pun turut membincangkannnya. Mereka ribut dan dibuat penasaran dengan siswi baru tersebut yang katanya cantik.


Ansel pun masuk ke kelasnya karena bel masuk sudah berbunyi. Dia pun menuju tempat duduknya. Sedangkan Claretta memperhatikannya sambil senyum-senyum sendiri.


"Dari mana aja Lo?" tanya Ian yang duduk di samping Ansel.


"Rooftop," jawab Ansel. Kemudian, Ian pun mengangguk.


Putra berdecak, "ck, berisik banget sih?! Kayak nggak pernah liat orang cantik aja nih orang kelas!" ucapnya kesal. sembari fokus memainkan game di ponselnya.


Ansel dan Ian menoleh ke arah Putra yang terlihat kesal. Pasalnya putra muak mendengar mereka selalu membicarakan siswi baru itu.


"Eh, Lo denger juga nggak? Katanya kita kedatangan murid baru dan orangnya cantik lho?" Kata Ian.


"Iya, gue liat dari rooftop." Jawab Ansel.


"Terus?"


"Apa?" Ansel malah balik bertanya.


"Ck, gimana orangnya, cantik?"


"Cantik? Cih! Gue malah jijik liatnya!" sinis Ansel.


Tidak berapa lama, guru pun datang ke kelas tersebut bersama siswi baru itu. Semua murid di kelas kembali ke tempat duduknya masing-masing.


"Pagi anak-anak, hari ini kalian kedatangan teman baru. Silakan kamu perkenalkan diri kamu," suruh guru itu pada siswi tersebut.


Claretta tersenyum miring melihat siswi itu. Lalu, beberapa murid mulai berbisik-bisik.


"Perkenalkan, gue Davina Zailane. Kalian bisa panggil gue Davina" ujar siswi itu yang tak lain adalah Davina.


"Baik Davina, Di sana ada bangku kosong jadi kamu bisa duduk di sana," kata guru itu sambil menunjuk tempat bangku berada.


"Baik, terima kasih Bu." Ucapnya. Lalu berjalan menuju tempat duduknya. Beberapa siswa kagum melihat kecantikan Davina. Ada juga merasa tidak aman karena Davina dekat dengan Claretta.


"Pinter banget nih cewek menyembunyikan sifat aslinya. Dasar munafik." Ucap Ian dalam hati dengan wajah datarnya.


"Cih! Jadi ini cewek yang terus-terusan dibicarakan di kelas?!" Geram putra dalam hatinya. Karena kalah bermain game.


"Bagus Davina! Rencana kita berjalan dengan lancar!" Kata Claretta dalam hati.


"Tunggu gue Kamelia, gue bakal buat Lo menunduk di kaki gue!" Kata Davina dalam hati sembari tersenyum.


Ansel menatap tajam Davina sembari tersenyum jahat. "Hahaha...sebentar lagi Lo bakal hancur cewek busuk! Tunggu aja kapan mainnya!" Ucapnya dalam hati.


🍂🍂🍂


......Next?......


...Tinggalkan jejak kaliannya...


...Ramaikan setiap paragraf...


...with love...

__ADS_1


...PUSRI...


__ADS_2