Revenge The Sweet

Revenge The Sweet
47. Jebakan


__ADS_3

...Happy reading guys...


...Satu bab menuju ending...


...Semangat guys...


"Gue obati dulu luka lo," ucap Kamelia. Ketika mereka sudah sampai di apartemen miliknya. Kenapa tidak mengantar Divya ke rumahnya saja. Tentu itu tidak mungkin mengingat kondisinya yang saat ini dipenuhi luka-luka. Apa yang akan mereka katakan kepada ibunya Divya.


"Lo bawa dia ke kamar gue," katanya pada Ray.


"Oke," balas Ray. Lalu, ia membawa Divya yang berada dalam rangkulan dirinya ke kamar Kamelia. Di belakangnya Kamelia mengikuti mereka.


Ray mendudukan Divya di tepi kasur pelan-pelan. "Makasih," ucap Divya.


"Sama-sama. Gue keluar dulu." Ray pun melangkah pergi sehingga tersisa Divya dan Kamelia.


Kamelia berjalan ke tempat Divya dengan membawa kotak obat. Kemudian, ia duduk di sisi Divya sambil membuka kotak obat. Mengambil kapas dan obat luka untuk dioleskan ke tubuh Divya yang terdapat luka.


Dengan hati-hati Kamelia mulai mengobati lukanya. "Shh..." ringisnya. Ketika merasakan perih dari lukanya.


"Thanks udah nolongin gue," ucapnya.


"It's okay. Itu udah kewajiban kita buat lo karena lo teman kita." Ia membereskan kembali kotak obat itu setelah selesai membersihkan dan mengobati Divya.


"Hm, yah. Lo kenapa lepasin mereka?"


Kamelia menatap Divya. "Gue punya rencana buat balas mereka nanti."


Divya yang mendengar jawaban Kamelia menganggukan kepalanya. "Gitu ya," ujarnya.


Di ruang tamu nampak cowok-cowok tengah bersantai. Ian dan Dika tengah asik bermain playstation. Ray dan Putra yang menonton kegiatan mereka dan Ansel yang menyandarkan tubuhnya di sofa sembari memejamkan matanya.


Lalu dimana Bima? Laki-laki itu kini tengah berada di dapur Kamelia. Apalagi yang dilakukannya kalau bukan mengambil camilan disana.


"Wahh, gila banyak banget nih makanan!" Lalu ia pun mengambil makanan itu satu per satu. "Emang paling mantep main kesini di jamin pasti kenyang," ujarnya.


Setelah itu, ia melangkah menuju teman-temannya yang sedang bermain playstation. Dengan tangan yang penuh dengan cemilan dan minuman soda.


"Halo kawan!"


Mereka menolehkan kepala ketika mendengar suara Bima kecuali Ansel yang tidak peduli.


"Buset lo! Ngambil makanan orang sembarangan!"kata Dika.


"Hehehe," balasnya nyengir.


"Gue minta soda-nya satu," kata Putra.


"Lo ngomong nggak ngambil nih semua," tanya Ray.


"Nggak," ucapnya santai.


"Bodoh!" ucap Dika.


"Diem lo!"


Terlihat Ian dan Dika yang nampak serius dengan permainan mereka. Dika yang melihat Ian hampir mengalahkan dirinya dengan cepat menyerangnya.


"Gue nggak akan biarin lo menang!"

__ADS_1


"Coba aja kalo bisa," tantang Ian.


"Ck, remehiย  gue lo, hah!"


Sedangkan, Bima sibuk makan cemilan yang tadi dia ambil di dapur sambil melihat pertandingan mereka berdua.


"Sok-sok an lo! Ujungnya juga kalah lo," sahut Bima menanggapi ucapan Dika.


"Diam lo! Nggak usah bacot!"


Pertandingan mereka semakin sengit tidak ada yang ingin mengalah. Mereka sama-sama ingin menang. Hingga akhirnya....


"Akh! Sial gue kalah!" umpat Dika kesal.


"Apa gue bilang lo pasti kalah," ucapnya. Lalu memasukan keripik kentang ke mulutnya.


"Diam lo!" sewot Dika. Ian mengambil soda yang ada di meja dan meminumnya.


Dari arah kamar, nampak Kamelia yang berjalan menuju mereka. Dia melihat mereka yang tengah menikmati cemilan.


"Lo tuh ya kebiasaan kalo ngambil nggak pernah bilang," ujar Kamelia pada Bima. Sedangkan yang diomeli hanya memperlihat giginya dengan cengiran lebar. "Hehehe."


"Ck, abis makanan gue lo ambil semua," decaknya.


"Tahu tuh, bisanya cuma ngabisin makanan orang aja," kata Dika.


Ini bukan masalah pelit tapi masalah Bima itu tidak tahu diuntung. Setiap kali dia kesini dapat pastikan cemilan yang ada habis tak bersisa karena ulahnya. Karena itulah Kamelia kesal ketika ia tahu yang dilakukannya.


Stok makanannya untuk sebulan akan habis ketika berkunjung ke apartemennya. Dan ia terpaksa harus menyetok kembali dan pergi ke supermarket untuk berbelanja.


"Udahlah, bosen gue ngomongin lo. Tetap aja gitu," ucapnya. Ia melangkah menuju dapur. Dia butuh air untuk menghilangkan hausnya.


...๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ...


Dan hari mereka akan menjalankan rencana itu. Ia juga sudah menemukan keberadaan kedua orang itu. Saat ini, mereka ada di apartemen Haikal yang berada cukup jauh dari pusat kota.


Sepulang sekolah nanti, ia dan Ansel akan pergi kesana. Kamelia melangkah ke parkiran sekolah. Disana Ansel sudah menunggunya.


"Ke apartemen dulu," ucapnya ketika sudah ada di dekat Ansel.


"Oke." Ia memberikan helm kepada Kamelia. Setelah itu, mereka berdua meninggalkan area sekolah.


Setelah berganti pakaian, Kamelia dan Ansel langsung pergi ke tempat tujuan mereka. Butuh waktu 45 menit untuk sampai karena lokasinya cukup jauh.


Nampak dua orang tengah menatap gedung di depan mereka. Setelah itu, kedua orang itu saling menatap satu sama lain seakan bertelepati melalui matanya.


Kemudian, mereka mulai memasuki bangunan itu. Menuju lift untuk ke lantai 7 gedung tersebut. Tak lama terdengar bunyi. Ting! Pertanda mereka sudah sampai di lantai 7.


Keduanya keluar dari lift, terlihat lorong apartemen yang sepi. Mereka melangkah menuju kamar no. 67. Ketika tiba di depan pintu bertulisan no. 67 salah satu dari mereka menekan bel sebanyak tiga kali.


Setelah itu, ia menoleh ke rekannya mengatakan untuk segera pergi dengan isyarat kepala-nya. Dia yang mengerti langsung menaruh benda yang di bawa tadi di depan pintu itu agar ketika sang pemilik membuka pintu langsung terlihat.


Kemudian, mereka segera bergegas agar tidak ketahuan. Setelah kepergian mereka pintu tadi terbuka. Nampak seorang pemuda.


Cklek!


Ia menatap sekelilingnya namun tidak ada satu orang pun disini. Ia mengeryit bingung pasalnya ia jelas-jelas mendengar suara bel. Namun, saat ia membuka pintu dirinya tidak melihat siapapun.


"Siapa?" tanya seorang perempuan dari balik punggung pemuda itu.

__ADS_1


"Nggak tahu, nggak orang disini," jawabnya.


"Orang iseng kali."


"Mungkin," balasnya acuh.


"Udah, yuk masuk." Ketika ia ingin menutup kembali pintu. Dirinya tak sengaja melihat sebuah kotak berukuran sedang. Ia tak sadar jika ada di benda itu. Ia pun mengambilnya dan masuk ke dalam apartemennya.


Tak jauh dari sana, dua orang sejak tadi memperhatikan mereka. "Ayo pergi!" ajaknya pada sang rekan. "Hm." Mereka pun pergi darisana. Karena setelah ini kedua orang itu akan menjalankan rencana selanjutnya.


...๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ...


"Itu apaan?"


"Entah, gue nemu di depan tadi," balasnya. Ia meletakkan kotak itu di atas meja. Kemudian, ia membuka kotak itu. Temannya mendekat karena penasaran apa isi dari kotak tersebut.


Setelah terbuka, ia bingung melihat foto-foto didalam kotak. Ia mengambil satu dan melihat dengan jelas.


"Ini..."


"Itu apa?"


"...Kamelia," lanjutnya.


"Hah?" Ia merebut foto itu dan ia tak kalah terkejut.


"Ini maksudnya apaan?"


"Nggak tahu." Yaps, di dalam kotak tadi terdapat foto Kamelia yang sedang diikat di tiang dengan wajah yang membiru karena pukulan.


"Kenapa ngirim ke kita? Apa tujuannya coba?"


"Entahlah, gue juga nggak tahu."


"Coba lo liat, ada surat nggak di dalam itu," suruhnya.ย  Dia pun mulai mencarinya. Tak lama ia menemukan surat dibawah tumpukan foto.


Aku tahu kalian ada masalah dengan cewek ini. Gue yakin kalian ingin balas dendam. Jika kalian mau, datang ke alamat yang ada di foto. Hubungi gue kalau kalian menerima tawaran. Gue nggak ada maksud apa-apa. Sebab gue udah puas balas dia.


From : KA


Di sisi lain, seorang gadis tengah terikat dengan seragam yang sudah kacau. Ia menunduk dan berdiam diri. Terlalu lelah untuk memberontak kembali.


Dari kejauhan terdengar suara langkah kaki mendekatinya. Tapi ia tidak peduli sama sekali. Langkah itu semakin dekat dan jelas. Hingga akhirnya langkah itu terhenti. Dan ia bisa melihat sepasang kaki di depannya.


"Hai Kamelia," sapanya dengan seringai menghiasi wajahnya. Perlahan ia mengangkat kepalanya, menatap datar orang di hadapannya saat ini.


...๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ...


...Gimana next, nggak?...


...Menurut kalian ceritanya gimana?...


...Seru nggak? Penasaran nggak?...


...Vote and comment ya, guys!...


...Thank you for all...


...๐Ÿ’™Love us๐Ÿ’™...

__ADS_1


...PUSRI...


__ADS_2