
Langit mulai gelap, Divya beserta trio kampret sudah pulang sejak lima menit lalu.
Sekarang Kamelia sedang membereskan bekas camilan mereka tadi. Terdapat bungkus makanan dimana-mana. Siapa lagi pelakunya kalau bukan trio kampret.
Kamelia benar-benar lelah hari ini. Harus membantu Divya yang mau berubah. Belum lagi mereka bertiga yang selalu bikin pusing dirinya.
"Benar-benar menyebalkan!" umpat Kamelia.
Setelah membereskan ruang tamunya. Kamelia pergi ke dapur. Kemudian, ia mengambil soda dari kulkas.
Saat ia membuka lemari es, Kamelia menghela nafas menatap kulkas hampir kosong. "Hah..., sial banget hidup gue," keluhnya.
Stok yang dia siapkan untuk satu bulan hanya cukup satu minggu karena ulah trio kampret.
Dan terpaksa dia harus pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhannya. Kamelia bergegas mengambil jaket di kamarnya.
Kemudian, ia melangkah keluar apartemen untuk pergi ke supermarket dengan jalan kaki karena jaraknya cukup dekat.
Kamelia memasuki supermarket, ia menelusuri setiap rak dan menaruhnya di keranjang. Dia membeli berbagai camilan dan minuman soda untuk menggantikan stok yang dihabiskan trio kampret.
Dia juga membeli sedikit sayur dan buah-buahan. Setelah itu, ia menuju kasir untuk membayar belanjanya.
"Semuanya 156 ribu," ucap kasir tersebut. Kamelia memberikan uangnya kepada kasir itu. Setelah itu, ia melangkah keluar dari supermarket dengan kantong belanjaan di kedua tangannya.
Kemudian, ia menatap langit yang diterangi bulan purnama. "Hari yang melelahkan!" ucapnya berdiri di depan supermarket.
Lalu ia melangkah kembali menuju apartemennya.
πππ
Saat tengah bermain game, tiba-tiba dia merasa ingin membunuh seseorang. Hasratnya yang begitu kuat membuatnya beranjak dari sofa dan bersiap bergegas keluar mencari mangsa.
Tidak beberapa lama kemudian, akhirnya ia melihat seorang laki-laki berumur sekitar 20an sedang berjalan sendirian di sebuah jalan yang sepi.
"Haha! Akhirnya ketemu juga! Bersiaplah menjadi karya seni selanjutnya!" kekehnya.
Dari arah belakang, dia melangkah mendekati laki-laki tersebut. Sambil membawa sebuah kayu. Lalu, memukul tekuk belakang orang itu menggunakan kayu tersebut.
Laki-laki itu jatuh pingsan, dia bergegas dan membawa orang itu ke gang yang sepi.
Kemudian, ia pun melancarkan aksinya. Seringai iblis muncul dari bibir tipis miliknya. Menatap penuh minat pada orang di depan. Senang rasanya mendapatkan mangsanya.
Tidak berapa lama, laki-laki tersebut tersadar dari pingsannya. Ia melihat seorang berhoodie hitam sedang berdiri menatap dirinya dengan tajam dengan seringai di bibirnya.
"Si--siapa kamu?!" tanya laki-laki tersebut.
"Malaikat mautmu, haha!" Ia pun tertawa setelah berkata seperti itu.
Jleb! Jleb!
Laki-laki berhoodie itu menusukkan pisau ditangannya kepada laki-laki yang menjadi mangsa saat ini.
__ADS_1
Wajahnya terlihat senang ketika ia melakukan aksinya tersebut. Dengan brutal dia melancarkan kegiatannya.
Menggoreskan pisau itu ke wajah, tangan, kaki dan bagian tubuh lainnya. Membuat darah mengalir dimana-mana.
Sedangkan, korban hanya bisa berteriak kesakitan. Namun, orang dihadapannya ini sungguh tidak berperasaan. Ia hanya tertawa menikmati semuanya.
"Haha..., teruslah berteriak! Karena setelah ini...tidak akan bisa lagi. Jadi berteriaklah sepuasnya, haha!"
"Akh! To-long!" ucapnya terbata-bata meminta tolong. Namun, tidak ada orang yang mendengar teriakannya.
Sebab, jalan ini jarang sekali dilalui orang-orang apalagi di malam hari.
"Percuma kamu teriak karena nggak ada satupun orang yang bakalan denger."
Jleb! Ia menusukkan pisau tepat dibagian jantung laki-laki tersebut.
Sehingga laki-laki mati dibuatnya.
Cowok berhoodie itu menampilkan smirk-nya melihat hasil karya malam ini.
πππ
Kamelia melangkah dengan santai sembari memainkan ponselnya. Ia memilih jalan pintas untuk menuju apartemennya agar cepat sampai.
Namun, ketika ia melewati jalan tersebut. Tiba-tibaβ
"Tolong! Siapa pun! ku mohon tolong aku!"Β
Dengan hati-hati ia berjalan mendekati gang itu untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Dan betapa terkejutnya dia ketika melihat seseorang sedang membunuh dibalik gang yang gelap dengan cahaya remang-remang dari sinar bulan.
"Akh! To-long!" ucapnya terbata-bata meminta tolong. Namun, tidak ada orang yang mendengar teriakannya.
Sebab, jalan ini jarang sekali dilalui orang-orang apalagi di malam hari.
"Percuma kamu teriak karena nggak ada satupun orang yang bakalan denger."
Jleb! Ia menusukkan pisau tepat dibagian jantung laki-laki tersebut.
Sehingga laki-laki mati dibuatnya.
Cowok berhoodie itu menampilkan smirk-nya melihat hasil karya malam ini.
Kamelia kembali dikejutkan dengan orang yang menjadi pelaku pembunuhan itu. Karena dia sangat mengenali sosok berhoodi itu. Dia adalah orang yang tidak sengaja dia tabrak tadi siang.
"Ternyata dia...psikopat," ucap Kamelia lirih.
Kamelia menjatuhkan belanjaannya karena kaget melihat apa yang terjadi di depannya dengan mata kepala sendiri.
Sungguh ini adalah rahasia besar yang ia ketahui mengenai laki-laki itu. Dia tidak pernah menyangka orang yang menjadi idola satu sekolah adalah psikopat.
Mengetahui hal itu membuat dirinya sedikit shock. Apakah ia akan menjadi target cowok itu karena ia tidak sengaja menabraknya. Apalagi dia baru saja mengetahui fakta mengenai dirinya.
__ADS_1
Akankah ia menjadi mangsa lanjut karena insiden ini, mengingat laki-laki menatap datar dirinya tadi siang.
Beberapa hari yang lalu di sekolah
Kamelia sedang berjalan bersama Ray, Dika dan BimaΒ menuju ke kantin. Saat di tengah perjalanan, di arah yang berlawanan mereka bertemu Ansel dan teman-temannya.
Ansel menatap Kamelia dengan tatapan yang sulit diartikan, sedangkan Kamelia yang ditatap terlihat kebingungan.
Ray yang melihat Ansel menatap Kamelia terlihat kesal dan langsung menegurnya.
"Kenapa lo liat Kamelia segitunya?! Nggak pernah liat cewek ya?!" sergah Ray.
Ansel yang mendengar itu langsung menatap Ray tajam, laluΒ tersenyum miring dan melangkah pergi bersama teman-temannya.
"Eh, itu Ansel kenal sama lo?" tanya Dika.
"Gue nggak kenal," jawab Kamelia.
"Terus ngapain dia liatin lo terus?" tanya Bima.
"Gue nggak tau," balas Kamelia acuh tak acuh.
"Hah! jangan-jangan dia suka sama lo?!" heboh Dika.
"Nggak-nggak ! Nggak mungkin seorang Ansel sang most wanted di sekolah ini suka cewek serem kaya Kamelia!" hardik Bima.
Kamelia yang mendengar ucapan Bima langsung menatap tajam ke arah Bima. Bima yang melihatnya langsung bergidik ngeri dan langsung meminta maaf ke sang ratu.
"Gue saranin lo jangan dekat-dekat sama Ansel," ucap Ray.
"Kenapa?" tanya Kamelia.
"Nggak apa-apa, ayo jalan gue laper nih!" ucapnya lalu melangkah pergi duluan.
"Cih, apaan sih? Nggak jelas banget," gerutu Kamelia.
Setelah itu, kamelia pun melangkah pergi menyusul trio kampret.
πππ
...Gimana next, nggak?...
...Menurut kalian ceritanya gimana?...
...Seru nggak? Penasaran nggak?...
...Vote and comment ya, guys!...
...Thank you for all...
...πLove usπ...
__ADS_1
...PUSRI...