Sabarku Yang Terus Kau Sia-Siakan!

Sabarku Yang Terus Kau Sia-Siakan!
BAB. X HUBUNGAN YANG MULAI MEMBAIK


__ADS_3

Setiap hari Aya selalu makan janji manis, bahkan kata-kata manis yang sering terlontar dari mulut buaya itu, sudah membuatnya serasa mual.


Mungkin bisa jadi rayuan gombal itu sudah menjadi makanan sehari-hari untuk Aya.


"Mikha..! " Tanya Aya dengan lembut.


"Iya apa Ay? " Jawab Mikha.


"Iseng aja manggil hehe..! " Aya malah menggoda Mikha.


"Isshhh.. Aya..!! " Mikha gregetan banget sama sikap Aya kali ini.


"Hehe, Aya udah siapin makan buat Mikha, makan dulu yuk..! " Ajak Aya.


Mikha pun tanpa basa-basi langsung mengikuti ajakan Aya.


Mikha dan Aya makan bersama dengan lahap Mikha makan.


"Ini sungguh sangat enak makanan syurga yang dimasak oleh bidadari syurga..! " Sambil tersenyum Mikha menggoda Aya.


"Ah kamu ini, manis banget ya mulutnya kayak buaya..! " Terkekeh mentertawakan Mikha.


Mikha hanya memandang sinis pada Aya.


...****************...


Dikamar Aya dan Mikha tidak seranjang, mereka berdua tidur terpisah sesuai perjanjian yang mereka sepakati sebelum menikah. Aya tidur dikasur dan Mikha tidur di soffa kamar.


"Mikha, kamu mau tidur dikasur? " Tawar Aya.


Mendengarnya Mikha terkaget-kaget dengan tawaran Aya.


Kringgg.... Kring.. Suara telepon rumah berdering dengan nyaring, ternyata Papa Mikha menelepon. Mikha mengangkat telepon itu.


"Iya Pa, gimana? " Tanya Mikha.


"Ngga, gimana kabar Aya hari ini? apakah ia sudah lekas membaik? " Tanya Papa yang mengkhawatirkan keada'an Aya.


"Iya, untuk sa'at ini Aya sudah lekas membaik Pa, Aya sudah bisa melakukan aktifitas seperti biasanya. Tapi masih sering ku marahin biar ngga terlalu capek..! " Jelas Mikha.

__ADS_1


"Aduh, sekarang udah mulai peduli tuh..! " Goda Papa.


"Isshh.. Papa ini terus aja menggodaku, apa'an sih Pa, lagian aku kasihan aja sama Aya, Ayahnya kan sakit dan masih belum sadarkan diri, kasihan dia terlalu capek mengurus Ayahnya..! " Ucap Mikha.


"Iya'in aja deh, biar yang gengsi makin melangit..! " Sambil tertawa mengejek Mikha.


"Eh, Mikha jangan lupa cepet-cepet kasih Papa sama Mama cucu yang lucu ya..! " Goda Papa.


"Apa sih Papa terus saja neko-neko..! " Kesal Mikha sambil salting juga sebenarnya, cuman Mikha sangatlah gengsi mengakuinya.


"Mikhaaaa..! " Seru Aya dari dalam kamar.


"Udah dulu ya Pa, Aya memanggilku..! " Ucap Mikha.


"Iya sana samperin dulu, nanti marah kalau lama nyamperinnya! " Goda Papa pada Mikha.


Mikha pun langsung nyamperin Aya.


"Gimana Ay? " Tanya Mikha.


"Itu.. Ada kecoa besar banget aku takut Mikha, tolong dibuang dong, tadi ada didekat kursi itu..! " Tunjuk Aya ketakutan melihat kecoa.


"Mikha.. Ampun jangan jail begitu dong..! " Pinta Aya yang sudah lemas pasrah dengan keada'an.


Tapi Mikha masih bersikekeh menjaili Aya. Hingga pada akhirnya Aya terbaring tak bersuara, melihat itu Mikha kaget dan sangat khawatir dengan keada'an Aya.


"Ay.. Kamu kenapa? Bangun Ay, kamu bercanda ya sama aku? Ayolah bangun Ay jangan bikin aku khawatir..! " Mikha gugup dan khawatir.


Tuh kan Mikha kalau Aya sudah tak sadarkan diri baru tuh nyesel, dari tadi sih terus dijailin kasihan kan sekaran Aya malah pingsan.


Segala cara dilakukan Mikha untuk membangunkan Aya yang tak sadarkan diri, Mikha menyelimuti Aya, memberikan kehangatan pada Aya, bahkan Mikha berinisiatif untuk memberikan nafas buatan, ya meskipun ini hal yang tak sopan, tapi mau gimana lagi.


Mikha pun perlahan dengan leembut memberikan nafas buatan untuk Aya. Ketika Bibir bertumpuk dengan bibir belum sempat Mikha memberikan pertolongan Aya malah sudah terbangun, dengan keada'an yang seperti ini, tentu mengejutkan Aya yang baru sadar.


Dengan spontan Aya mendorong badan Mikha yang menumpu badan Aya. Lalu Aya berteriak histeris.


"Mikhaellllll apa yang sednag kamu lakukan? Kamu mau ngapain ? Jangan macam-macam ya..! " Tegas Aya.


"Ngga orang tadi aku mau bantuin kamu biar sadarkan diri, lagi pula kita kan suami istri, bebas dong mau ngelakuin apapun kita kan sudah halal..! " Dengan segala penjelasan Mikha ia malah menggoda Aya.

__ADS_1


"Inget ya Mikha sama perjanjian itu, kamu ngga boleh macem-macem in aku, kecuali kita berdua sudah benar-benar jatuh cinta satu sama lain. Aku tidak mau menjalin hubungan XX bukan karena cinta, melainkan karena nafsu semata..! " Tegas Aya.


"Iya Aya aku juga tidak lupa dengan itu..! " Jawab Mikha.


"Tapi aku tetap kesal Mikha kamu telah menyentuhku..! " Kesal Aya pada Mikha.


"Iyaaa, ma'af deh ma'af, tuan puteri yang maha benar, cowok kan selalu salah terus dimata cewe iyakan? " Jelas Mikha.


"Bukan seperti itu Mikha maksudnya,, " Ucap Aya terpotong.


"Maksudnya gimana? " Tanya Mikha.


"Emm.. Sudahlah, yuk kita pergi ke Rumah sakit jenguk Ayah, tadi Ibu menelepon katanya Ibu mau pulang sebentar ambil baju ganti, ngga ada yang jagain Ayah, meskipun ada suster tapi kan kita harus waspada sama keada'an sa'at ini, takutnya ada yang menyelundup dan berpura-pura menjadi suster yang akan jagain Ayah..! " Jelas Aya mengalihkan pembicara'an.


"Ehh.. Kamu ya udah kebiasa'an mengalihkan pembicara'an.. " Ucap Mikha yang kesal dengan Aya karena sudah mengalihkan pembicara'an.


"Hehe.. Iya nanti kita bahas lagi aja deh gimana? Sekarang kita pergi dulu ya ke Rumah Sakit..! " Ajak Aya sambil menggoda Mikha.


"Oke baiklah, tapi aku mau mandi dulu ya Ay, soalnya gerah banget hari ini..! " Jelas Mikha.


"Iya sana pergi mandi dulu bau asem banget.. Haha..! " Ejek Aya.


"Emmm.. (Sambil mengendus-ngendus tubuh Aya) Kamu juag sama ih bau aceemm..! " Goda Mikha.


Padahal aslinya Mikha mencium bau aroma yang menggodanya, bau khas harum dari parfum Aya. Tapi tetaplah Mikha kan gengsi orangnya jadi ia ngga mau mengakui kalau sebenarnya ia tergoda dengan bau khas Aya kali ini.


"Apa sih Mikha, nyosor-nyosor sih, enak aja, orang harum gini dibilang bau asem..! " Ucap Aya sambil menepuk dahinya, menggeleng-gelengkan kepalanya terheran-heran dengan sikap Mikha.


"Itu kan hanya perasa'anmu saja, aku kan sebagai orang lain yang mencium bau asem itu. " Tegas Mikha.


"Iyain aja deh, yaudah sana gih cepetan mandi, ntar kalau udah mandi giliran aku yang mau mandi..! " Ucap Aya.


"Emmm kenapa ngga bareng aja mandinya? Hehe" Goda Mikha lagi.


"Apa'an sih Mikha, masa iya kita mandi bareng? " Terheran-heran sambil menepuk jidatnya.


"Ahaha, canda aja jangan dibawa serius kalii..! " Ucap Mikha mengklarifikasi.


"Iya ih sana cepetan mandi, nanti takut telat kesananya. Ayyyyyoooo..! " Tegas Aya sambil mendorong badan Mikha menuju kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2