
Mikha langsung men-sherlock lokasinya sa'at ini.
Polisi langsung bergegas menuju lokasi yang sudah Mikha bagi.
Tidak lama Para prajurit polisi itu tiba ditempat.
"Ma'af Mas tadi Masnya liat korban pergi ke arah mana? " Tanya Polisi.
"Iya jadi saya tadi membuntuti istri saya dan kehialngan jejak diaini pak, karena mereka mengelabuhi saya dengan menyalip mobil Truk barang yang besar didepan saya dan membuat saya kehilangan arah mereka. Saya bingung harus belok atau lurus. " Jelas Mikha.
"Baik kalau seperti itu Masnya sama kita pergi ke arah sini (menunjuk ke arah belok) nanti biar siaa prajuritnya ke arah sana (menunjuk ke aarah lurus) ..! " Jelas Polisi. Mereka pun berpencar untuk menemukan Aya.
Tapi usaha mereka tak membuahkan hasil.
Seharian penuh mereka mencari mengelilingi tempat itu tapi masih belum ada titik terang untuk mereka.
Mikha merasa putus asa, ia sangat frustasi karena belum bisa menemukan Aya, ia takut terjadi apa-apa pada istrinya.
Tiba-tiba Mikha menemukan petunjuk, ia menemukan syal yang Aya pakai, didekat pohon yang letaknya tak jauh dekat gubuk kosong tak berpenghuni, dari sini Mikha berfikir jika Aya pasti ada didalam gubuk itu. Tapi kali ini Mikha tidak mau gegabah mengambil keputusan. Mikha segera menelepon tim polisi dan mengatur strategi untuk mengepung rumah itu.
Semua polisi mengepung diam-diam rumah itu sedangkan Mikha berjalan dengan berani menuju rumah itu untuk mengelabuhi para penculik.
Didobraknya pintu depan rumah itu,
"Ay... Kamu dimana Ay? " Tanya Mikha, sambil mencari dimana Aya berada.
Mikha terus mengelilingi rumah itu dan ternyata tidak ada Aya di sana, lalu dimanakah Aya berada? Fikir Mikha yang terus bertanya-tanya.
...****************...
Aya ternyata sudah diamankan dari gubuk itu sebelum Mikha menghampiri rumah itu, Aya dibawa lewat belakang rumah menggunakan gerobak yang ditutupi dengan tumpukan sampah dan barang bekas. Sialnya Mikha berpapasan tapi ia tak menyadarinya.
Flashback..
__ADS_1
Mikha tak sengaja berjalan dan menubruk Pria paruhbaya yang sedang membawa gerobak. Disana Mikha tak mencurigai sesikitpun. Tapi yang Mikha lihat, Bapak itu sedang terburu-buru seperti dikejar-kejar setan.
"Bruugghhh.. Ma'af Pak..! " Ucap Mikha meminta ma'af.
"Iya gapapa mas.. ! " Jelas Bapak itu sambil beranjak pergi.
Mikha terus memandangi Bapak-bapak itu.
"Aneh deh, seperti ada yang disembunyikan sama Bapak itu. Tapi apa ya? Kenapa kok kayak yang dikejar-kejar setan? " Mikha terus beranggapan tentang Bapak itu, hingga ia lupa bahwa ia sedang mencari Aya. "Arrghhh sudahlah, aku tidak ingin tahu, terserah deh mau gimana-gimana juga, sekarang yang aku fokus kan adalah mencari Aya.
Mikha pun membuang fikiran buruknya dari Bapak-bapak yang ia temui itu. Mikha melanjutkan perjalanan mencari Aya.
...****************...
Mikha tiba-tiba teringat dengan Bapak-bapak yang ia temui tadi, apa mungkin itu Aya? yang dibawa Bapak-bapak itu? Soalnya Bapak-bapaknya terlihat sangat mencurigakan. Mikha menceritakan hal ini pada teman-temannya.
"Jadi begitu.. " Jelas Mikha panjang lebar.
"Atau jangan-jangan...! " Jawab mereka kompak.
Mikha dan team langsung bergegas mengejar Bapak-bapak yang mikha temui tadi.
Tapi Mikha dan team rupanya kehilangan jejak mereka. Mereka memutuskan untuk kembali pulang dan melanjutkan pencarian besok pagi.
Mikha pun terpaksa dan merasa putus asa untuk mencari Aya, Gio membawa Mikha untuk pulang.
Diperjalanan Mikha terlihat sangat murung, Gio sedih melihat Mikha yang seperti ini.
Sesampainya dirumah Mikha, Gio langsung mengantar Mikha sampai ke kamarnya, Gio berniat untuk menemani Mikha dan menginap untuk sementara dirumah Mikha.
"Mikha, gue nginep ya disini? " Jelas Gio.
"Ya terserah loe aja..! " Jawab Mikha sambil membuka pintu kamar. Gio malah tetap berdiri didepan pintu. Mikha yang melihat Gio yang masih diam didepan pintu langsung menegurnya untuk masuk dan segera ganti baju.
__ADS_1
"Gio, kenapa loe masih diam aja, sini masuk langsung ganti baju dulu gih, tuh ada di almari baju gue, pilih aja sesuka loe..! " Tegas Mikha.
Setelah mereka berdua ganti mandi dan ganti baju mereka tiduran diatas kasur Mikha. Mereka berbincang-bincang tentang Aya. Mikha memberikan pengakuan jika kini Mikha mulai mencintai Aya. Gio yang mendengar itu merasa syok dan kaget. "Yang bener aja loe naruh hati sama Aya? Trus pacar loe itu mau loe kemanain anjir..? " Tanya Gio.
"Iya aku tahu, aku sendiri bingung bagaimana ini bisa terjadi, padahal aku menikahi Aya bukan karena cinta, tapi karena gue kasian sama nyokap gue kalau gue bantah bokap gue, kemarin aja hampir nyaris nyawa nyokap gue..! " Jelas Mikha.
Gio malah mengulum senyumnya, "Kenapa loe, ngetawain gue? " Tanya Mikha polos.
"Loe sih pake ada rasa segala sama Aya, tapi bagus juga sih mending sama Aya aja gue setuju banget, gue tau Aya orangnya baik dan pantes banget sama loe..! " Jelas Gio.
"Jujur, gue ngga bisa banget nahan ini perasa'an..! Gue takut juga kehilangan Aya tapi, gue bingung takut cinta sendirian, trus gue juga bingung takut nyakitin hati pacar gue..! " Jelas Mikha.
"Ya menurut gue kalau loe beneran cinta sama Aya, loe kejar cinta loe itu, tunjukkin effort untuknya, trus satu lagi kamu jangan pernah nyakitin dia. Untuk masalah pacar loe itu, urusan gampang nanti gue bantu gimana? " Tawar Gio.
"Iya gue janji sama diri gue sendiri gue ngga mau menyakiti hati Aya, iya bener banget tapi gue mohon jangan akhir-akhir ini soalnya aku belum siap. " Tegas Mikha.
"Iya nanti kalau loe udah siap, kasih tau gue aja.. Nanti gue bakalan bantu loe Mikha Ok! " Ucap Gio.
"Eh btw kamu tau ngga siapa ya kira-kira yang menculik Aya? " Tanya Mikha mengalihkan pembicara'an. Tiba-tiba di tengah-tengah keasyikan mereka ada yang telepon Mikha.
Dreeettt.. Dreettt.. Drettt.. Getar ponsel Mikha diatas meja dekat lampu tidur. Mikha langsung mengambil ponselnya.
"Njir, siapa ya? Ada yang nelepon nih tapi nomernya baru gue ngga tau siapa..! " Jelas Mikha.
"Coba angkat aja dulu siapa tau penting..! "
Mikha langsung mengangkat teleponnya,
"Hallo.. " Ucap Mikha, tapi masih belum ada jawaban.
Mikha mengulang ucapannya itu. "Hallo, dengan siapa ya? " Tanya Mikha. Masih sama tidak ada jawaban apapun, Mikha sangatlah kesal ditutuplah telepon itu oleh Mikha karena tisak ada suara, Mikha fikir itu hanyalah orang iseng yang mau ganggu Mikha.
Tiba-tiba teleponnya bergetar lagi, kali ini Mikha angkat teleponnya, tapi ia tak mengeluarkan suara sedikit pun. Kali ini suara dari penelepon tidaklah hening, tapi..
__ADS_1
"Hahahahahahaha...! " Malah ada suara orang ketawa seperti menertawakan Mikha. Disini mikha sangat bingung sebenarnya siapa yang meneleponnya..