
Plak...Plakkk...Plakkk....
Arrrgghhhhh.....
****************
Hari ini adalah hari bahagia harusnya untuk ke dua mempelai. Namun itu hanyalah khayalan, justru hari ini adalah hari paling buruk bagi Aya. Dihari itu setelah acara akad selesai, orang tua Aya (Ayahnya) mengalami kejang karena suatu kejadian yang membuat beliau syok. Ayah langsung dilarikan ke Rumah Sakit terdekat, semua orang khawatir dengan keada'an Ayah, Bagaimana tidka khawatir, Ayah kejang-kejang seperti orang yang akan melepaskan nyawa.
Sebelum pergi ke Rumah Sakit, Aya mendapati sesuatu, selembar kertas, ia tak sempat mbukanya karena sedang panik.
Aya dan keluarga pergi ke Rumah Sakit membawa Ayah.
****************
"Kenapa Ayahmu sebenarnya? " Tanya Bibi Aya.
"Aku ngga tahu bibi..! " Ucap Aya sambil menangis. Tiba-tiba Aya ingat dengan apa yang sebelumnya terjadi pada Ayahnya.
Aya langsung membawa selembar kertas dan membukanya melihat isi dari kertas itu.
"Bi, ternyata Ayah sakit karena tulisan ini..! " Sahut Aya sambil memperlihatkan isi dari tulisan itu.
Jadi isinya...
"ASAL KAMU TAHU, DENGAN SEPERTI INI, MENIKAHKAN ANAKMU DENGAN MIKHA, KAU TAK AKAN MELIHAT ANAKMU AYA AKAN BAHAGIA, AKAN KU PASTIKAN MEREKA SECEPATNYA BERPISAH DAN KELUARGA KECILNYA HANCUR..! CAM KAN ITU..!! "
Tulisan itu ditulis diatas selembar kertas yang sudah diremas-remas dan menggunakan lipstick sebagai pena-nya.
"Pantas saja Ayah mu syok, melihat tulisan ini..! " Ucap Bibi.
"Iya bi, mudah-mudahan Ayah baik-baik saja..! " Ucap Aya.
"Iya mudah-mudahan ya nakk.. Lalu siapa yang berani menulis ini? " Ucap Bibi sambil mengasongkan selembar kertas itu bertanya-tanya Jawab Bibi.
Bibi dan Aya bertanya-tanya sebenarnya siapa yang berani menulis ini..? ...
Dokterpun keluar dari ruangan tempat Ayah ditangani..
Aya dan Bibi langsung menghampiri sang Dokter,
"Bagaimana keada'an Ayah saya Dok? " Tanya Aya begitu khawatir dengan keada'an sang Ayah.
__ADS_1
"Iya Dok, bagaimana dengan kakak saya? Apakah dia baik-baik saja? " Sambung Bibi.
"Pasien kini sedang berjuang antara hidup dan mati, ia koma untuk sa'at ini, bersabarlah kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk pasien..!! " Sahut Dokter.
"Iya Dok, lakukan saja yang terbaik, perihal biaya nanti saya usahakan, asal Ayah saya selamat!! " Ucap Aya.
"Baik, kami selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien..! " Tegas Dokter.
"Saya boleh masuk Dok, menemui Ayah saya? " Tanya Aya yang ingin memastikan Ayahnya baik-baik saja.
"Tentu boleh, tapi kami sarankan agar satu persatu yang menjenguknya dan jangan banyak kontak dengan pasien, takutnya mengganggu kesembuhannya..! " Tegas Dokter.
"Baik Dok..! " Aya pun langsung memasuki ruangan dan menemui Ayahnya.
Hanya air mata yang dapat mengungkapkan semua yang Aya rasa. Tak ada satu kata pun yang bisa mewakili hari itu.
Ayah terbaring lemah ia bernafas dengan bantuan berbagai alat yang menempel di tubuhnya, sungguh sangat tak tega melihat Ayah seperti itu. Rasanya sangat sakit dan hancur. Aya peluk Ayah dan terus menangis.
...****************...
"Mikha..! " Ucap Papa.
"Iya Pa..! " Jawab Mikha yang sedang asyik memainkan ponselnya itu.
"Hehe..! " Mikha malah tersenyum tanpa dosa.
"Mikha, kamu masih belum berfikir juga? Malah berani-beraninya terkekeh seperti itu. Ayo sekarang cepat berdiri, susul Aya..! " Tegas Papa.
"Iya Pa..! " Jawab Mikha pasrah.
Mikha pun langsung menghampiri Aya.
Tidak sengaja pintu kamar tempat Ayah dirawat itu terbuka, Mikha melihat Aya sedang sedih dan menangis melihat sang Ayah, hati Mikha pun iba melihatnya.
"Ternyata dia serapuh itu..? " Ucap Mikha.
Tak lama Aya pun keluar dari ruangan. Mikha dan Aya berpapasan, disini Mikha tak berkata sedikitpun, dasar Mikha ini pria kulkas apa gimana sih? Aya pun pergi kearah Wc Mikha pun membiarkan Aya melewat begitu saja. Setelah tersadar Mikha baru menyadarinya. Sambil menepuk jidatnya
"Dasar bodoh, aku malah terdiam ketika berpapasan, bukanya ku yegur atau gimana kek, memang ya suka ngeblank ini otak diajak bener..! "
Setelah dari Wc, Aya pergi masuk kembali. kedalam ruangan dan menunggu Ayah.
__ADS_1
Kebetulan hari itu hanya ada Aya dan Mikha yang menunggu Ayah.
Hari mulai gelap, Mikha bingung harus ngapain, ia mengintip Aya dari depan pintu, ternyata Aya sedang tertidur pulas sambil memeluk sang Ayah. Mikha yang kasihan melihat Aya langsung masuk kedalam ruangan.
"Aya, bangunlah..! " Sambil ragu menepuk punggungnya.
Aya langsung terbangun dan menoleh ke arah Mikha.
"Ayah biarlah aku yang menjaganya, kamu pindah tidurnya di atas sofa itu. " Tegaur Mikha.
Tanpa sepatah kata Aya langsung pergi ke arah sofa itu dan membaringkan badannya. Sebab Aya sedikit ingat dan tidak karena ia terlalu capek mungkin.
"Kasihan Aya, ia terlalu capek hingga tak ingat aku suruh pindah tidur. "
Waktu terus berjalan hari mulai larut. Mikha menatap kecantikan Aya yang alami sedang tertidur pulas diatas sofa. Tiba-tiba Aya menggerakkan tubuhnya dan menggigil kedinginan, bagaimana tidak, Aya sa'at itu memakai dress pendek selutut dengan lengan monglek. Ia tak sempat ganti baju yang tertutup.
Mikhapun memberikan jaketnya dan menyelimuti aya dengan jaketnya itu, memang tidak membuat Aya hangat, tapi setidaknya Aya merasa lebih mendingan.
Tidak terasa hari sudah mulai pagi, Aya pun terbangun dari tidurnya.
Aya melihat Mikha tertidur pulas disamping Ayah nya. Aya terharu melihat moment ini. Ternyata masih ada yang sayang pada Aya dan keluarganya. Aya menghampiri Ayah dan suaminya itu.
"Kalian adalah 2 pahlawanku, sehat-sehat terus ya pahlawanku..! " Sambil mengelus rambut sang Ayah dan suaminya. Mikha pun tersadar, karena Aya pegang rambut Mikha. Tapi disini Mikha pura-pura tidak tahu apa-apa. Mikha malah tersenyum diperlakukan seperti ini oleh istrinya.
Ayapun menepuk punggung Mikha.
"Mikha, bangunlah..! " Ucap Aya.
Mikha pun berdrama bangun.
"Mari kita sholat dulu, sudah adzan..! " Ajak Aya.
Mikha pun menganggukkan kepala nya dan pergi mengikuti Aya.
Mereka jalan terpisah Aya didepan dan Mikha mengikutinya dari belakang.
Mikha dengan spontan meraih tangan Aya dan menggandengnya. Aya yang kaget melihat Mikha dengan penuh heran.
Mikha yang merasa bersalah melihat sang istri yang sedang bertanya-tanya.
"Tidak apa kan? Kalau aku pegang tangan kamu? Lagi pula kita kan suami istri? Jangan sedih ya, aku akan selalu ada disampingmu untuk menjagamu..! " Tegas Mikha sambil tersenyum.
__ADS_1
Disini Aya sangat bahagia, karena suaminya menerimanya dengan baik, walaupun perjodogan ini sangat tidak mereka setujui, tanpa landasan cinta. Namun Mikha sangatlah Sosweet dan Romantis ya...