
Sesampainya di Rumah Sakit Aya dan Mikha segera memasuki ruang dimana Ayah dirawat.
"Assalamu'alaikum..! " Ucap Aya dan Mikha.
"Wa'alaikumsalam.. ! Eh Mikha, Aya.. Baru sampai ya? " Tanya Ibu.
"Ma'af bu lama, soalnya tadi itu dijalannya sangat macet, jadi padat merayap susah maju bu..! " Jelas Aya.
"Iya ngga apa-apa nak..! Ya udah Ibu tinggal pulang dulu ya, nitip Ayah ya, nanti kalau ada apa-apa telepon aja Ibu! " Tegas Aya.
Ibu pun pergi meninggalkan mereka berdua.
Krikk.. Krikk.. Krikk...
"Aya.. Kenapa sih lo malah diem aja? Ngobrol dong..! " Tanya Mikha.
"Ngobrol apa? bingung soalnya mau ngobrol juga..! " Jelas Aya.
"Emm.. Tunggu sini bentar ya, aku mau beli'in kamu sesuatu..! " Pinta Mikha.
"Oke, tapi jangan lama-lama ya..! " Jawab Aya.
Mikha pun meninggalkan Aya dan Ayah.
Ketika Mikha hendak ke parkiran, Mikha bertemu dengan teman SD nya namanya Aira.
"Mikha..? " Tanya suara dari sebelah mobil yang akan dinaiki Mikha. Dengan spontan Mikha langsung menoleh ke arah dimana sumber suara.
Dengan kaget dan heran Mikha memandangi gadis berambut panjang terurai, kulit putih bersih yang mengenakan dress merah marun membuat auranya semakin terpancar.
"Aira ya? " Tanya Mikha memastikannya.
"Iya Mikha aku Aira, masih ingat kan? " Tanya gadis itu pada Mikha.
"Iya, tentu ingat dong siapa sih yang bisa lupain kamu Aira..! " Ucap Mikha sambil tersenyum.
"Kamu lagi apa disini? " Tanya Aira pada Mikha.
__ADS_1
"Ee.. e.. Ini lagi jengukin sodara..! Kalau kamu lagi apa kesini? " Tanya Mikha pada Aira.
"Lagi ada keperluan, eh iya ma'af ya Mikha aku lagi buru-buru ada urusan, aku duluan ya..! " Ucap Aira yang akan beranjak pergi. Mikha dengan cepat mencegah kepergian Aira dengan menarik tangan Aira..
"Tunggu, boleh minta no HP nya? " Tanya Mikha mengejutkan Aira.
"Oh, boleh-boleh, ini no HP aku, kirain mau apa, aku kaget banget tahu..! " Ucap Aira sambil memberikan nomor HPnya.
Mikha langsung menuliskan no HP Aira dan Aira pun meninggalkan Mikha dikarenakan ada urusan mendadak.
"Ehhh... Iya kan aku mau pergi beli snack untuk Aya, malah lupa..! " Gerutu Mikha. Ia pun bergegas pergi untuk membeli sesuatu untuk Aya. Di depan Rumah Sakit sangatlah macet, dengan terpaksa Mikha harus bersabar mengantri didepan Rumah Sakit untuk keluar.
Mikha pun menelepon Aya.
"Hallo Aya, ma'af ya nanti kalau agak lambat, soalnya ini macet diluarnya..! " Jelas Mikha.
"Iya gapapa, santai aja Mikha, hati-hati dijalannya, jangan kebut-kebutan OK..! " Tegur Aya.
"Oke baiklah kalau begitu..! " Jawab Mikha lalu mematikan ponselnya.
Setelah lama di perjalanan akhirnya Mikha sampai juga ditempat tujuan, Mikha berniat membelikan Aya makanan ringan dan membelikan Aya bunga agar Aya lebih fresh lagi dan ngga kusut.
Ia berlari dan langsung menghampiri istrinya yang sudah lumayan lama menunggunya didalam.
Tokk.. Tokk.. Sambil membuka pintu.
"Assalamu'alaikum Istriku..! " Ucap Mikha.
"Wa'alaikumsalam Suamiku..! " Jawab Aya tersipu malu.
Mikha pun memberikan apa yang dibelinya barusan.
"Ini untukmu, ada berbagai snack yang bisa kamu makan ketika sedang bosan menunggu Ayah. Ini juga ada bunga untuk mu.. " Sambil tersenyum Mikha memberikan serangkaian bunga yang telah dibelinya itu.
"Wahh.. Cantik ya bunganya..! " Puji Aya pada bunga pemberian Mikha dan menghirup aroma harum dari bunga itu.
"Bunga itu berwarna merah sengaja aku pilih warna merah, supaya berkesan tentang kekuatan dan kamu ngga lagi lesu tapi kembali bersemangat..! " Jelas Mikha.
__ADS_1
Aya pun tersipu malu dengan ulah Mikha kali ini, ia 180° berubah menjadi manusia paling hangat dan peduli, padahal kan aslinya ia sangat-sangatlah cuek. Aya pun merasakan kehangatan yang Mikha berikan. Hatinya sangat berbunga-bunga.
"Mikha, aku mau tanya kamu something boleh? " Tanya Aya.
"Boleh dong, kenapa ngga? Apa sih yang ngga buat kamu..? " Ucap Mikha terkekeh.
"Tapi kamu janji ngga akan marah, jika aku menanyakan hal ini?! " Aya memastikan bahwa Mikha tidak boleh marah dengan pertanya'annya kali ini.
"Iya Aya, aku ngga akan marah kok! " Jelas Mikha.
"Emm.. Mikha, gimana kalau kita ngobrol nya di taman aja? Disini ada suster yang jagain sebentar aja ya sus nitip Ayah..! " Ucap Aya.
"Iya silahkan Mbak..! " Ucap suster.
Aya dan Mikha pun menuju ke arah taman dan duduk disalah satu kursi ditaman Rumah Sakit.
"Mikha, mau tanya sebenarya apa yang terjadi denganmu? Kenapa kamu mendadak sehangat itu denganku? " Tanya Aya yang masih heran dengan sikap Mikha.
Mendengarnya Mikha langsung memandangi Aya.
"Jadi gini Aya, sebenarnya aku juga ngga tahu sama apa yang berubah sa'at ini dengan diriku, kenapa aku bisa sehangat itu denganmu. " Jawab Mikha.
Jawaban Mikha ini membuat Aya semakin terbang. Aya hanya diam membeku mendengar penjelasan Mikha.
"Ma'af ya Aya kalau sikap ku ini membuat mu risih..! Tapi jujur rasanya aku sayang banget sama kamu, aku ngga mau kamu sedih. " Jelas Mikha.
"Iya aku faham mungkin itu karena rasa iba melihat keada'an ku yang seperti ini..! " Ucap Aya.
"Tidak Aya, sungguh aku seperti ini bukan karena iba, tapi ma'af Aya sebelumnya aku tidak bisa menahan rasa ini, rupanya aku mulai mencintaimu, benih-benih itu tumbuh tanpa sengaja Aya..! " Jelas Mikha sambil menundukkan kepalanya.
Mendengar itu Aya malah semakin terbang, terbang dan terbang.
"Mikha, dengarkan aku, gapapa Mikha kalau kamu memang memiliki rasa itu padaku, aku tak akan melarang mu, sebab itu adalah keputusan mu dan menjadi hakmu juga. Biarkanlah ia tumbuh jika memang benar ia ingin tumbuh..! " Jelas Aya.
"Iya Aya, akan ku biarkan rasa ini tumbuh dengan seiring waktu, tapii.. Bagaimana dengan rasamu dengan ku? " Tanya Mikha. Pertanya'an Mikha membuat Aya merasa kaget dan bingung apa jawaban yang akan diberikannya.
"Ee.. Eemm.. Aku? Perasa'anku? Aku juga bingung dan tidak mengerti dengan rasaku untukmu.. Tapi rupanya aku belum bisa membalas rasamu itu Mikha. Ma'afkan aku, tapi aku akan berusaha untuk rasa itu supaya ia tumbuh seperti yang kau punya..! " Jelas Aya.
__ADS_1
"Tidak Aya, jangan kau paksakan rasa itu, biarkan rasa itu tumbuh dengan sendirinya, jangan pernah kau paksakan, sebab jika kamu terus memaksakannya itu tak akan baik Aya..! " Jelas Mikha yang sebenarnya ada rasa sedikit kecewa dengan Aya, rupanya cintanya itu tak berbalas. "Sungguh sangat menyedihkan sekali aku ini, setelah aku mengakuinya ku kira ini akan membuahkan hasil yang memuaskan ternyata, aku harus menerima balasan yang tidak sesuai dengan ekspetasiku. Tapi mau bagaimana lagi ini tidak bisa dipaksakan..! " Gerutu Mikha dalam hatinya.