Sabarku Yang Terus Kau Sia-Siakan!

Sabarku Yang Terus Kau Sia-Siakan!
BAB. XXI


__ADS_3

"Ya Allah semoga Istri hamba kelak seperti sosok Aya, hamba sangat menginginkannya, semoga engkau mengabulkannya..! " Aamiin..


Do'a Gio malam itu..


Gio sangat berambisi memenangkan wanita atau istri yang sikap dan perilakunya persis dengan Aya.


Malam sudah larut, hanya ada bunyi-bunyi jangkrik dimalam hari menambah kesunyian malam itu. Gio yang sedang berjaga malam itu, tiba-tiba bulu kuduknya berdiri, rasanya ada yang mengintainya.


Gio yang merasa krik.. Krikk.. Langsung membangunkan Mikha.


"Mikhaaa... Bangun Mik.. " Seru Gio sembari membangunkan Mikha yang sedang tertidur pulas memeluk Aya. Mikha pun terbangun dari tidurnya yang pulas. Ia menggisik-gisik matanya dan mengusap wajahnya.


"Apa sih? Gue kan masih ngantuk nih..! " Jelas Mikha yang memang maaih terlihat ngantuk berat karena memang Mikha belum beristirahat dari hari dimana Aya diculik, sejak sa'at itu Mikha tidak bisa tidur nyenyak, Mikha sering begadang bahkan jarang tidur dan istirahat karena ia terlalu memikirkan Aya.


"Ayolah bangun..! " Gio menarik tangan Mikha agar Mikha bangun dan ia pun membawa Mikha ke arah toilet agar cepat-cepat membasuh wajahnya agar tidak lagi mengantuk. Mikha kini sudah fresh setelah cuci muka. Ia langsung bertanya ada apa sebenarnya, kenapa Gio membangunkan Mikha?


"Ada apa sebenarnya Gio? Kenapa loe bangunin gue? " Tanya Mikha.


"Jadi gini Mikha, gue barusan ngerasa ada yang aneh deh, tiba-tiba bulu kudik gue berdiri, suasana semakin sunyi diluar sana, todak ada aktifitas sedikitpun diluar sana, gue ngga berani jaga sendirian, gini aja deh Mikha, gimana kalau aku temanin kamu tapi kamu juga jangan tidur? Gapapa deh gue ngga tidur nyampe pagi, gue rela kok..! " Jelas Gio yang penakut.


Mikha mendengar penjelasan Gio malah tertawa terpingkal-pingkal. "Dasar loe ya, penakut banget deh, emang ada apa malam-malam gini? orang didalem ruangan juga, takut setan ya loe? " Goda Mikha.


"Ngga anjir, gue mah ngg takut setan, gue kan pemberani..! " Jelas Gio yang sebenarnya ia gengsi mengakui kalau dia adalah seseorang yang sangat penakut. Tiba-tiba ada suara aneh dari luar ruangan.


BRUUGGHH.. BRUUGHH..


Mendengar suara itu, Gio sangat kaget dan langsung lompat ke arah Mikha meminta tolong ketakutan.


"Mikhh, apa ya yang barusan itu? " Tanya Gio takut.


"Kucing kali..! " Jelas Mikha meredakan takut Gio.

__ADS_1


"Iya kali ya..?! " Ucap Gio.


Mereka berdua mengacuhkan suara asing dari luar ruangan. Mereka malah main game online berdua hingga membuat mereka lupa waktu, tanpa mereka sadari ternyata sudah mulai terbit fajar, mereka tidak tidur semalaman, karena asyik dengan game yang mereka mainkan.


Mereka bergantian beribadah solat Subuh, setelahnya mereka mandi bergantian.


Hari mulai cerah Mikha berniat untuk membeli sarapan.


"Bro, gue mau cari dulu makan ya diluar, loe mau makan apa? Loe tungguin Aya disini ya..! " Jelas Mikha.


"Iya apa aja deh samain aja..! " Jawab Gio.


"Awas loe ya, jagain Aya yang bener!! Kalau ada apa-apa kabarin gue ya..! " Jelas Mikha. Gio pun mengiyakan apa yang Mikha perintah. Mikhapun segera keluar membeli sarapan untuk mereka makan.


Ketika Mikha tengah menuju kantin Rumah Sakit, tiba-tiba ada telepon yang menelepon Mikha, ternyata itu telepon dari Xena yang tak lain adalah kekasih Mikha.


"Anjir Xena, gimana ya gue angkat aja atau gue reject aja ya? " Mikha bingung ia harus bagaiman?


"Hallo Baby..! Apa kabar? Kamu lagi apa? " Tanya Xena riang.


"Iya apa? Baik-baik saja, lagi..Mau beli sarapan nih..! " Jelas Mikha simple.


"Ih ayang ini ya, dingin banget deh kek kulkas 12 pintu, Kenapa sih yang? Ngga biasanya kalau aku nelfon kamu kayak yang seneng banget, kok sekarang ngga? " Tanya Xena curiga.


"E.. Eemm.. Ngga sayang, cuman sekarang aku lagi ngga enak badan aja, males ngobrol gitu..! " Mikha memberikan alasan yang mungkin akan mengalihkan pembicara'an mereka berdua.


"Apppaaa? Kamu sakit ya ayang? Ututu, jadi pengen pulang deh aku pengen jengukin kamu..! " Jelas Xena khawatir mendengar Mikha yang tidak baik-baik saja. Jawaban Xena membuat Mikha resah, ia bingung dan takut jika kekasihnya itu mengetahui yang sebenarnya Mikha itu sudah menikah dengan wanita lain, Mikha belum siap mengakui semuanya.


"Eehh ngga usah ayang, aku gapapa kok cuman demam aja, tadi malam hujan-hujanan, jangan khawatir ya sayang aku baik-baik aja kok! Udah yang tenang aja disana fokus kerjanya jangan banyak fikiran..! " Bujuk Mikha agar Xena tidak pulang.


"Iya Baby, baiklah kalau seperti itu, aku lega..! Jangan lupa makan smaa minum obatnya ya sayang, biar cepetan sembuh..! I Miss You Baby..! " Ucap Xena yang rupanya sangat merindukan sosok Mikha.

__ADS_1


"Iya sayang siap..! I Miss You Too bidadari ku! " Ucap Mikha yang membuat Xena leleh seketika.


Mikha memang paling jago melelhkan hati para wanita, bisalah disebut buaya juga sebenarnya si Mikha ini.


"Sayang aku ada berita baik nih..! " Jelas Xena.


"Wah apa ayang? " Tanya Mikha.


"Sayang aku bulan depan dapet cuti dadarBos aku, terus kayaknya aku pengen ketemu kamu deh, gimana kalau kita susun acara? Kita Quality time? Kita kan udah lama nih ayang ngga ketemu..! " Jelas Xena. Mikha yang langsung tersedak mendengar berita dari Xena.


"Emm.. Iya ayang bener ide bagus..! " Ucap Mikha yang pura-pura bahagia mendengar kabar itu.


"Yaudah sayang, aku kerja dulu ya..! " Jelas Xena.


"Iya sayang, jangan lupa semangat ya! " Jelas Mikha. Xena pun mengakhiri teleponnya.


"Anjir, mampus gue, gue harus gimana nih? " Gerutu Mikha, ia bingung harus bagaimana mengahdapi bulan depan?" Mikha pasrahkan saja semuanya, semoga saja Engaku memberikan jalannya. " Mikha pun langsung pergi melanjutkan tujuan utamanya, yaitu membeli sarapan.


Mikha membeli berbagai makanan seperti bubur ayam, makanan ringan juga teh manis. Serelah itu Mikha kembali lagi ke ruangan dan memberikan makanan yangbia beli untuk Gio, mereka berdua sarapan bersama sambil berboncang tentang Xena yang akan pulang bulan depan.


"Bro gue ada berita penting banget nih! " Jelas Mikha.


"Apa? " Tanya Gio.


"Gue barusan ditelepon Xena, ia akan pulang bulan depan bro, gimana nih? " Tanya Mikha meminta solusi atas permaslahannya ini.


"Gimana maunya? " Tanya Gio.


"Ya ngga tahu, gue belum siap kehilangan Xena, tapi disisi lain gue ngga mau nyakitin hati Aya, mana gue udah janji ngga akan ninggalin Aya pula..! " Jelas Mikha.


"Bro.. Loe jangan serakah begitu, loe harus pilih salah satunya, loe ngga bisa egois..! " Jelas Gio memberikan arahan pada Mikha.

__ADS_1


"Benar juga sih, apa yang loe ucapin itu, ada benarnya juga..! "


__ADS_2