
Mikha ingin Aya dengannya memulai dari nol, tapi Mikha ingin Aya turut berjuang atas masa lalu Mikha. Bagaimana bisa? Seharusnya Mikha mencari jalan keluarnya itu sendiri, karena akar dari permasalahannya adalah Mikha, ia tak mau memberitahukan yang sebenarnya pada Xena kekasihnya jika sebenarnya ia sudah menikah.
Tapi disini Aya masih saja sabar untuk membantu Mikha melepaskan masa lalunya. Suatu ketika Aya mendapati Mikha yang sedang mengobrol dengan Xena dibalcon rumah mereka, Mikha dan Xena sedang asyik nelpon, hal ini tentu membuat hati seorang istri rapuh. Aya mendengar beberapa percakapan mereka yang sangat menusuk hati.
"Iya sayang, kamu lagi apa? " Tanya Mikha pada Xena.
"Lagi nungguin kamu lamar aku sayang..! " Jelas Xena manja.
"Sabar ya sayang, nanti juga pasti akan ada waktunya kita bersama, do'akan saja dulu biar diberikan kelancaran aku dalam mencari uang untuk melamarmu..! " Tegas Mikha memberikan harapan pada Xena dan ia tidak memikirkan Aya sedikitpun. Mikha lupa jika dirumah ada Aya, ia tidak mengontrol bahasanya terhadap Xena, ia terus menggombali Xena sampai Aya meneteskan air matanya, ia tak tahan dan tak sanggup mendengar suaminya bersikap manis terhadap orang lain. Karena tidak kuat, Aya kembali ke dalam kamar. Ia menahan tangisnya yang sebenarnya tak bisa ia tahan, karena memang itu terlalu sakit. Mikha menyadari bahwa Aya menguping pembicara'annya dengan Xena. Mikha langsung mematikan ponselnya dan mengejar Aya.
"Yang, udah dulu ya, aku kebelet nih mau BAB..! Dah sayangku.. Mmmmuuuaaacchh!! " Mikha langsung mengakhiri teleponnya dan lari mengejar Aya. Mikha mengintip Aya yang sedang menahan tangis dikamar. Ia merasa bersalah, membuat Aya hingga terseguk-seguk. Mikha sangat tidak tega, tapi kalau Mikha menghampiri Aya sekarang bukanlah waktu yang tepat, jika Aya dihampiri nanti malah semakin parah nangisnya, rupanya Mikha akan membiarkan Aya hingga tenang lalu berbicara dengan Aya setelah ia sudah mendingan.
Mikha kembali ke dapur dan memotong buah untuk Aya dan membawa buah potong ke kamar.
Tok... Tokk..
"Assalamu'alaikum.. " Sapa Mikha sambil membuka pintu kamar.
Aya yang kaget mendengar suara Mikha menghampirinya, ia langsung mengusap air matanya dan pura-pura tidak ada apa-apa.
"Wa'alaikumsalam..! " Jawab Aya.
"Sayang, kamu kenapa? Kamu udah nangis ya? " Tanya Mikha yang pura-pura tidak tahu, tentang apa yang terjadi.
__ADS_1
"Ngga, kata siapa? Aku kelilipan kok ngga nangis..!" Jawab Aya pura-pura, sambil menyeka matanya itu.
"Jangan bohong Ay, aku tahu kamu lagi nangis, coba kasih tahu, kenapa kamu nangis? " Tanya Mikha meminta jawaban.
"Ngga Mikha, aku ngga nangis kok! Wahh, ini buahnya kayaknya segar ya, aku mau dong..! " Sikap manja Aya yang berharap akan mengalihkan pembicara'an.
"Aya, yaudah kalau kalau kamu ngga mau nyerita, gapapa kok, nanti lagi aja kalau kamu udah siap buat nyeritain, cerita ya..! Nih buahnya sangat segar, yuk makan biar sehat..! " Jelas Mikha membuat Aya membeku tercyduk. Aya hanya menganggukkan kepala dan tersenyum menyikapi penjelasan Mikha.
"Mau disuapin boleh? " Manja Aya pada suaminya.
"Boleh dong, apa sih yang ngga buat istriku tercinta..! " Jelas Mikha. Aya sangat senang dimanja oleh Mikha walaupun Mikha bersikap manis bukan hanya dengan istrinya saja, dengan kekasihnya dia jauh lebih manis.
Aya dan Mikha bercanda tawa sangat bahagia, mereka saling menyembunyikan dan pura-pura tidak ada apa-apa. Begitu hebat pasangan ini mereka saling menyembunyikan lukanya.
"Aya, ma'af tunggu, aku akan membawakanmu minum..! " Ma'af Mikha pada Aya karena sudah emmbuat Aya tersedak, ia langsung membawakan Aya minum dan memberikan minjm itu pada Aya. Setelah semuanya kian membaik, Aya bertanya pada Mikha.
"Mikha, aku mau nanya boleh? " Tanya Aya.
"Boleh Ay, tanya aja..! " Jawab Mikha.
"Emm.. Mikha aku mau nanya, sebenarnya kamu masih memiliki rasa sama kekasihmu itu? " Tanya Aya memastikan perasa'an Mikha.
"Kenapa kamu nanya itu Ay? " Jawab Mikha malah balik nanya.
__ADS_1
"Ya ngga mau tau aja..! " Jelas Aya.
"Emm.. Sebenarnya gini Ay, jujur aku udah ngga ada rasa sama Xena, tapi mau bagaimana lagi, asal kamu tahu Ay, Xena mengidap penyakit Leukimia, Dokter bilang kalau nyawanya ngga akan lama, nah kalau aku langsung memberi tahunya secara langsung tentang pernikahan kita, aku takut kondisinya akan ngedrop..! " Jawab Mikha. Intinya Mikha bukan karena cinta pada Xena tapi ia merasa kasihan iba melihat Xena dengan penyakit yang ia idap itu. Mendengar penjelasan Mikha, Aya merasa kalau alasan itu boleh dan masuk akal.
"Oh, lalu sebenarnya pemilik hati mu sa'at ini siapa? Kalau bukan Xena? " Tanya Aya memastikan, siapa tahu ada hati yang lain yang sedang Mikha jaga.
"Siapa ya? " Goda Mikha membuat Aya penasaran.
"Ayolah Mikha, kasih tahu dong biar aku tahu..! " Aya merengek meminta jawaban dari Mikha.
"Jawabannya adalah kamu! " Tegas Mikha ini membuat suasana jadi hening, Krikk.. Krikkk..
"Maksud kamu, Aku? " Tanya Aya memastikan lagi, karena ia takut salah dengar.
"Iya sayang, pemilik hati ku yang sesungguhnya adalah kamu, Aya Baihaqi..! " Jelas Mikha memperjelas pengakuannya itu. Kali ini Aya dibuat terbang setinggi-tingginya oleh Mikha, ia tersenyum dan tersipu malu.
"Tapi kenapa aku? " Tanya Aya yang tidak faham, kenapa harus Aya?
"Jangan kau tanyakan itu Ay, perihal itu akupun tidak tahu, sejak pertama kali kita bertemu rasanya perasa'an itu mulai tumbuh, tapi aku membentengi rasa itu, karena aku tahu, kita menikah bukan berlandaskan karena cinta melainkan karena perjodohan orang tua kita..! Tapi, ternyata aku salah, rasa itu tidak bisa aku bentengi, semakin aku menghalangi rasa itu, ia semaoin besar dan tumbuh..! " Jelas Mikha panjang lebar.
Mendengar hal itu Aya menjadi semakin yakin, jika Mikha adalah pilihan yang paling tepat. Sekamin yakin Aya jika Mikha akan melepaskan Xena untuknya.
Lambat laun Mikha akan melepaskan Xena dan memulai dari awal rumah tangganya dengan Aya.
__ADS_1
Mendengar hal ini Aya tentu senang, karena suaminya itu telah mengakui perasa'an itu. Tapi di sisi lain Aya merasa bersalah atas Xena, ia merasa menjadi duri antara hubungan mereka padahal tidak seperti itu. Aya dan Mikha menikah karena perjodohan bukan karena Aya ingin merebut Mikha dari kekasihnya itu. Bagaimanapyn semua sudah terjadi, nasi sudah menjadi bubur ia tak akan kembalinmenjadi padi, seperti layaknya hubungan mereka. Tidak akan kembali ke awal dan menyusunnya dari awal dengan jalan kisah masing-masing, karena itu sudah snagat terlambat, kini hanya ada satu jalan, yaitu melepaskan dan mengikhlaskan masa lalu mereka dan memulai dari Nol. Membangun rumah tangga dengan cinta bukan karena paksa'an.