Sabarku Yang Terus Kau Sia-Siakan!

Sabarku Yang Terus Kau Sia-Siakan!
BAB. XV Kehilangan Jejak


__ADS_3

Mikha semakin curiga dengan keada'an rumah dan penghuninya,disini Mikha langsung menggedor-gedor pintu.


Brugghh.. Bruggghhh.. Tokk.. Tokkk.... Tokk..


"Pak buka dong..! " Ucap Mikha dari luar rumah. Tapi tetap tak ada respon, dari sini Mikha langsung menghubungi Gio tapi kebetulan kali ini sinyal Mikha jelek, ditempat ini rupanya susah sinyal. Mikha langsung kembali lagi ke mobil dan menghubungi Gio.


"Arrgghh.. Sial kemana si Gio, lama banget ngangkat telepon juga..! " Kesal Mikha pada Gio yang tak kunjung mengangkat telepon darinya.


Tak lama Gio kembali ke mobil.


"Mikha, kenapa nelfon? " Tanya Gio polos. Mikha yang merasa kesal dengan ulah Gio ini, langsung menjitak kepala Gio.


"Arrrgghh sakit.. " Gio merengek kesakitan.


"Sakit, sakit lo, lebay banget sih. Dari tadi penting gue nelfonin lo, tapi lo ngga angkat-angkat telepon dari gue." Jelas Mikha kesal.


"Emang apa yang penting? Aya ketemu? " Tanya Gio.


"Iya tadi gue ke tengah hutan, nah gue liat diaana ada satu rumah yang kayaknya tidak berpenghuni, tapi masalahnya tadi aku melihat ada bapak-bapak didalamnya.. " Belum selesai Mikha menjelaskan Gio malah sudah memotong pembicaraan.


"Suuuttt (sambil menutup mulut Mikha) jangan-jangan itu hantu cok..? " Dengan ekspresi ketakutan Gio yang melirik kesampung, depan, belakang.


"Ngawur lo! Itu manusia, orang tadi gue tanya sama dia, tapi anehnya...! " Gio memotong pembicaraan lagi.


"Fiks deh itu hantu..! " Gio yang terlalu overthinking. Mikha yang merasa kesal langsung berbicara dengan nada tinggi. "Heyyy.. Perasa'an kamu dari tadi terus aja memotong pembicara'anku..! " Jelas Mikha.


Gio sudah menguntapkan mulutnya tiba-tiba Mikha marah, "Apa? lo terus mau ngomong aja, gue mau ngomong nih..! Jadi gini tadi pas gue tanya soal Aya, bapak itu tiba-tiba grogi dan segera masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu. Aneh kan? Gue ngerasa gitu kayak ada yang mengganjal! " Jelas Mikha.

__ADS_1


Mendengar itu Gio langsung menghubungi polisi dan meminta bantuan pada mereka, untuk mengepung rumah tersebut.


Tapi Komplotan penculik itu cerdik dan segera membawa Aya perginke tempat lain.


"Ayoo.. Berdiri kamu..! " Ucap penculik memaksa Aya untuk berdiri dan mengikuti komandunya.


Aya dengan lemas berdiri dan mengikuti penculik itu, Aya sengaja berjalan pelan-pelan untuk mengulur waktu. "Cepetan jalannya lama banget sih ! " Tegas penculik sambil menodongkan senjata tajam ke wajah Aya.


Dengan berani Aya menjawab penculik itu. "Iya bagaimana caranya aku cepat jalan, kan kaki aku kamu ikat kuat..! " Jelas Aya.


Penculik pun berfikir dan keheranan, "Iya juga sih, kan aku ikat kakinya, pantas aja kamu lama jalan.. Yaudah sini deh, gue bukain..! " Setelah penculik membuka tali yang diikat, Aya langsung memberontak menendang wajah penculik itu hingga hidungnya berdarah. Kesempatan emas banget, Aya langsung lari dan mencoba untuk melarikan diri. "Heyyy,jangan lari kamu..!" Tegas penculik itu, tapi ia juga ngga kalah dia, dia langsung menghubungi temannya untuk langaung emnyergap Aya dari depan rumah. Aya langsung lari dan mencari arah keluar, tapi usahnya gagal, di depan rumah ada penculik yang menjaga dan langsung sigap menangkap Aya. Kali ini usaha Aya untuk melarikan diri gagal. Aya malah ditangkap lagi oleh salah satu penculiknya.


Aya langsung dibawa dan dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa pergi oleh komplotan penculik.


"Enak aja kamu mau semudah itu kabur, kamu ngga tau siapa kita ya? " Jelas para penculik.


Tapi tangan Aya masih menempep dikaca mobil.


Mikha melihat mobil yang melintas dan tanpa sengaja Mikha melihat Aya berada didalam mobil, "Bentar.. Bantarr.. Itu kayak Aya deh, coba loe lihat deh, tangannya njir ada cincin pernikahan kita, aku yakin itu Aya. Ayo cepat-cepat masuk kita buntuti mobil itu. Mikha langsung membuntuti mobil itu, para penculik tak menyadari bahwa ada yang membuntuti mobil mereka.


" Diem ya kamu, awas berani macam-macam, ngga segan-segan gue akan membunuhmu ! " Ancam penculik itu.


Aya hanya bisa menagis, dan melihat kaca mobil belakang. Aya melihat mobil yang ditumpangi itu dibuntuti oleh Mikha. Aya tersenyum haru melihatnya. Mata Aya berbinar-binar melihat Mikha ada didekatnya, Aya memberikan kode tangan minta pertolongan Aya menunjukkan empat jari lalu mengepalnya, Mikha melihat tangan Aya yang memberikan kode minta tolong itu, Mikha langsung memberikan aba-aba untuk Aya agar tetap tenang dan jangan mencurigakan, karena Mikha dan Gio akan membantu dan menyelamatkannya. Aya hanya menganggukkan kepalanya dan berharap agar Mikha bisa berhasil menolongnya. Aya terus berdo'a semoga Allah selalu melindungi Aya dan Mikha dari segala marabahaya.


Mikha berniat untuk menyalipnya tapi sialnya supir penculik itu mengetahuinya dan ia langsung menancapkan gasnya. "Siap ada yang berniat membuntuti kita nih..! " Jelas supir itu.


"Apa? (sambil melihat ke arah belakang mobil ternyata benar ada mobil yang membuntuti mereka) Langsung tancap gas jangan kasih kendor ayo cepat! " Ucap Penculik.

__ADS_1


Supir langsung gas ngebut dan sampailah pada suatu jalan yang dimana ada mobil Truk didepannya, posisi jalan pertiga'an ini adalah kesempatan emas bagi para penjahat itu untuk mengklabuhi Mikha, supir itu langsung menyalip dan membelokkan mobilnya ke arah samping.


Truknya malah menghalangi Mikha mengintai mobil penjahat itu dan alhasil Mikha kehilangan jejak..


"Anjir hah mobil ini malah menghalangi, jadi aku kehilangan jejak, bagaimana ini cok? " Kesal Mikha yang merasa tak berguna.


"Emm gimana ya, kita kemana nih lurus atau belok aja? Sumpah gue ngg lihat tadi mobilnya melaju ke arah mana? " Jelas Gio.


"Sama njir, kasihan istri gue pasti ia cemas dengan hal ini. Duh gimana dong? " Keluh Mikha.


Mikha memberhentikan mobilnya dan berusaha memakai feelingnya untuk mengikuti kemana arah mobil tadi melaju. Tapi itu hanya sia-sia Mikha tidak bisa berfikir jernih fikirannya malah kacau.


Mikha memukul-mukul klakson setir mobilnya.


"Mikhaaaa, kenapa sih lo bodoh banget jadi suami ngga berguna banget sih? " Ucap Mikha kesal dengan dirinya.


Gio disini mencoba menenangkan Mikha dan memberikan solusi untuk Mikha.


"Mikha mending lo hubungi polisi kemati deh untuk membantu kita, nanti kita bagi dua lokasi untuk menemukan Aya kita berpencar.. "


"Wah bener juga tuh, iya gue telpon dulu Polisinya. "


Mikha pun menelpon Polisi.


"Hallo, selat siang Pak, kami butuh bantuan, kami barusan melihat korban dibawa didalam mobil dan masalahnya kami malah kehilangan jejak.. "


"Baik siang kembali, boleh di sherlock aja dimana kami harus terjun? " Jelas Polisi itu.

__ADS_1


__ADS_2