
Mikha dan Gio pagi itu terus berbincang tentang apa yang Mikha alami sebelumnya.
Mikha takut jika dalam waktu dekat ini Xena muncul kembali sedangkan Aya belum membaik, Mikha takut mengguncang jiwa Aya.
Disisi lain mau bagaimana pun Xena adalah kekasihnya juga Aya adalah istrinya sa'at ini, walaupun mereka menikah dengan paksa'an dari kedua orang tua mereka, tetap mereka sudah melantunkan janji suci mereka yang disaksikan oleh para malaikat, secara langsung mereka dinyatakan sah sebagai pasangan suami istri.
Mikha sungguh merasa stres dengan semua ini.
"Bro, sumpah gue pusing banget mikirin masalah ini anjir, lama-lama gue bisa gila njir..! " Jelas Mikha yang merasa dirinya sangat depresi dengan keada'an sa'at ini.
"Bawa santai aja bro, nanti pasti ada jalannya..! " Jelas Gio meremehkan.
"Enak ya loe ngomong, bawa santai gimana anjir, gue dihadapkan masalah besar kek gini, loe bilang harus dibawa santai? Otak loe disimpan dimana bro? " Kesal Mikha pada Gio yang telah meremehkannya. Gio dengan polos mentertawakan Mikha, merasa puas karena Mikha termasuk cowo yang playboy. Sebenarnya Mikha bukan playboy hanya saja Mikha merasa kasihan kepada 2 perempuan yang ia dekati, ia tak ingin melukai salah satu diantaranya.
Ketika mereka berdua sedang adu mulut, memperebutkan masalah ini, Aya tersadarkan dari pingsannya itu.
"Mikh..haa..! " Jelas Aya terbata-bata. Mikha yang mendengar namanya dipanggil oleh Aya, langsung menghampiri Aya dan menggenggam tangan Aya.
"Aya, tenanglah aku ada disini..! " Jelas Mikha sambil erat menggenggam tangan Aya.
"Mikh..ha..jan..gan tinggalin aa..kuu..!! " Ucap Aya masih terbata-bata, matanya masih menutup tapi mulutnya sudah mengigau kemana-mana.
__ADS_1
"Aya bangun dan sadarlah, ada aku disini, aku tau kamu pasti bisa, kamu kuat, kamu wanita hebat..! " Bujuk Mikha menaruh banyak harapan untuk Aya.
Setelah beberapa waktu Aya mulai tersadarkan dan membuka matanya perlahan.
Meneteslah air mata Aya ketika ia melihat didepannya Mikha masih setia menemaninya. Aya langsung berusaha terbangun dan meemluk Mikha. Mereka berpelukan memecah suasana pilu. "Mikhaaaa.. Aku bermimpi kamu akan meninggalkanku pergi dan pada akhirnya kamu menghilang dari hidupku..! Tapi untung nya itu hanyalah mimpi, aku merasa sangat lega.." Jelas Aya menceritakan apa yang sebelumnya ia mimpikan. Mikha langsung mengelus rambutnya dan memeluknya agar Aya merasa lebih nyaman dan tidak takut lagi, juga agar Aya tahu Mikha selalu ada disampingnya.
Aya pun melepaskan pelukannya setelah ia menyadari bahwa diruangan itu bukan hanya mereka berdua, tetapi ada Gio dibelakang mereka sedang menonton keromantisan anatara Aya dan Mikha.
"Gio..? " Tanya Aya.
"Apa Ay? Udah lanjutin aja sosweet-sosweetannya, gapapa kok, aku ngga iri..! " Pasrah GioGio sambil menutup matanya.
Mikha dan Aya tersipu malu.
Dengan perasa'an pekanya Gio membelikan sarapan untuk Aya. Setelah Gio pergi keluar ruangan Mikha dan Aya melanjutkan berpelukan hingga pada suatu ketika ia melepaakan pelukannya karena ponsel Mikha berbunyi.
"Mikha, ada yang nelfon tuh, angkat dulu siapa tau penting..!" Jelas Aya. Sedangkan Mikha yang tidak mau melepaskan pelukannya, malah mengambil ponselnya dan menaruh diatas ranjang tempat Aya tidur. Tapi ponsel itu terus berbunyi, hingga mata Aya melirik pada ponsel, dibacanya tulisan Woaini, entah siapa sebenarnya yang menelepon Mikha. "Mikha itu Woaini menelpon mu. Untung saja Aya tidak mengetahui apa maksud dari Woaini. Arti sebenarnya adalah Aku mencintaimu, dikutip dari bahasa China. Setelah mendengar ucapan Woaini, Mikha langsung melepaskan pelukannya dan membuka ponsel itu, ia berpura-pura keluar dari ruangan, beralasan ada klien nelfon dan memberiksn isyarat pada Aya ia akan kembali lagi, tinggu sebentar..! Aya hanya menganggukkan kepalanya.
Disisi lain Mikha merasa bersalah atas semua ini, sebenarnya yang menelepon Mikha adalah Xena atau Woaini. Mikha bertanya pada Xena sebenarnya ada apa ia tiba-tiba menelepon?
"Hallo..? " Tanya Mikha.
__ADS_1
"Ayang, aku mau pulang minggu depan ternyata jadwalnya dipercepat sayang, udah ngga sabar pengen ketemu deh..! " Jelas Xena.
"Eeemm.. Apa? Minggu depan? " Tanya Mikha syok mendengarnya.
"Iya sayang minggu depan, kenapa emang? Ngga seneng ya? " Jelas Xena.
"Bb.. Bukan ayang, bukan gitu, kaget aja, emm yakali ngga seneng, aku seneng banget ayang ututuh...! " Tutup Mikha yang pura-pura senang dan bahagia akan bertemu Xena.
"Yaudah ayang aku lanjut kerja lagi ya..! Bye.. " Jelas Xena sambil mematikan ponsel nya.
"Mikha..! " Jelas Aya yang merengek entah ada apa sebenarnya. Mendengarnya Mikha langsung menghampiri Aya.
"Ada apa Ay? " Tanya Mikha. Aya ternyata kesulitan ingin mengambil minum disebelahnya, karena Aya masih belum pulih ia masih lemas dan tak berdaya, Mikha harus selalu ada disampingnya untuk akhir-akhir ini, karena Aya masih sangat membutuhkan Mikha.
Mikha pun segera membantu Aya, untuk mengambil minum. "Ini Aya minumnya..! " Ucap Mikha sambil memegangi gelas dan membantu Aya minum.
"Ma'af ya udah ngerepotin lagi untuk kesekian kalinya..! " Ucap Aya yang ber-raut pucat, seperti tidak ada kehidupan. Mikha melihat Aya dengan penuh rasa kasihan, ia jadi memikirkan hal yang tadi, Mikha tak tega jika harus melihat Aya tersakiti olehnya karena munculnya sosok Xena dalam kehidupan mereka, sedangkan Aya belum pulih dan masih butuh bantuan dari Mikha.
Mikha langsung memluk Aya dengan erat dan meneteskan air mata serta mengecup-ngecup jidatnya, "Ma'afkan aku ya Ay, aku belum bisa jadi suami teladan dan imam yang baik..! " Mikha menyesali apa yang telah ia lakukan. Mikha merasa bahwa dirinya sangat tidak cocok untuk Aya yang sabar dan baik menghadapi Mikha yang penuh dengan segala kekurangan.
Mikha merasa insecure dan sangat insecure.
__ADS_1
Tiba-tiba Aya menutup mulut Mikha yang ngawur kesana kemari. "Diam Mikha, cukup jangan katakan itu lagi, aku yakin kamu sudah lebih dari cukup untukku, dengan menjadi dirimu sendiri pun sudah sangat cukup bagiku. Mikha aku menyayangimu setulus hati. Bukan karena cinta tapi karena Sayang yang tulus yang tak akan pernah pudar dari seorang istri. Ma'af aku belum bisa menjadi istri yang baik..! " Jelas Aya.
"Tidak Aya, kamu adalah istri yang sangat sempurna bagiku, selain kamu cantik, kamu juga memiliki hati seperti bidadari, sabar dan baik hati, terimakasih sudah mau menerimaku dengan segala kekurangan yang aku miliki. Kita mulai dari awal, kita bangun dan ciptakan keluarga kecil kita seperti layaknya pasangan suami istri biasanya. Kita ciptakan kenyamanan, surga untuk keluarga kecil kita, kita lupakan semua masalalu yang pernah singgah, tapi aku mohon kamu membantuku untuk melepaskan masalalu yang masih melekat dihidupku. Aku juga akan membantumu keluar dari masalalumu..! " Jelas Mikha.