Sabarku Yang Terus Kau Sia-Siakan!

Sabarku Yang Terus Kau Sia-Siakan!
Bab.XXXIV Berawal Dari Lipstick Yang Tertinggal


__ADS_3

Sinar mentari yang menyorot tepat di jendela membuat sepasang suami istri itu terbangun dari tidurnya.


"Mikha... Ayo bangunlah ini sudah siang..!" Jelas Aya sambil membuka selimut yang membalutnya.


Respon Mikha ketika itu hanya membuka matanya dan menutupnya kembali, rupanya Mikha masih sangat mengantuk. Karena hal ini Aya terpaksa harus dengan cara lain membangunkan Mikha.


(Mmmuuuaaaaaccchhhh) Kecup Aya mesra mengecup bbibir MIkha. Hanya dengan cara ini Mikha akan segera bangun, namun kali ini Mikha tak langsung bangun Mikha malah menarik badan Aya dan membuat Aya menumpang di atas badan Mikha. Aya dengan cepat berusaha sekeras tenaga mencoba membebaskan diri, namun itu semua tak berhasil ia lakukan, alhasil Mikha malah membanting badan Aya ke arah samping dang memeluk tubuh Aya dengan erat. Hal ini membuat Aya merasa tersiksa karena eratnya peluklan Mikha.


"Mikha.. Lepaskanlah, aku tidk bisa bernafas kali ini..!" Pinta Aya dengan nafas yng terpotong-potong sambil memberontak.


Mikha bukan malah melepaskannya, tapi ia malah mengecup wajah Aya berkali-kali, dari dahi, pipi,hidung dan yang terakhir adalah bibir Aya yang sangat imut dan terlihat begitu menggoda. Disisi lain Aya ingin menolak kissing Mikha kali ini, namun apalah daya Aya malah ikut menikmatinya. Mereka berdua malah asyik-asyikan bercumbu tanpa melihat jam yang terus berputar, Ayadan Mikha malah mengadu skil mereka berdua.


Krrriiinnnggg...... Suara ponsel berdering.


"Huh kacau, sipa sih mengganggu saja...! Jangan dihiraukan saja sayang, biarin aja...!" Ucap Mikha yang tak ingin diganggu.


"Sayang angkat saja dulu, siapa tahu itu penting...!" Bantah Aya pada Mikha sambil menjauhkan dirinya dari Mikha.


Mikha yang sangat kesal mengangkat telepon itu ternyata dari Mangernya.


"Iya apa?" Tanya Mikha dengan nada yang sedikit kesal karena Managernya telah mengganggunya.


"Pak, boleh saya izin hari ini..? Sebab saya ada kepentingan mendadak, ma'af saya malah ngga bisa menghandle meeting dengan klien hari ini pak..!" Jelas Managernya itu.


"Bagaimana ini? Saya sudah ada janji sama istri saya kalau hari ini saya akan menemaninya belanja..! " Jelas Mikha sedikit kecewa dengan Managernya itu.


"Ma'af sekali pak, kali ini tidak bisa diganggu gugat karena istri saya akan melahirkan pak, saya perlu membawanya ke rumah sakit .!" Tegas Managernya memohon izin pada Mikha.


"Baiklah kalau begitu, temani saja dulu istrimu, semoga lancar ya!!" Jelas Mikha kecewa, tapi disisi lain ia tak bisa egois, mau bagaimanapun istri Managernya membutuhkan suaminya.

__ADS_1


Setelah menutup teleponnya Mikha langsung bertanya pada Aya mendiskusikan masalah ini. "Yang, gimana nih? Managernya malah mau libur? Padahal ada pertemuan penting sama klien hari ini? Aku ngga bisa menyerahkan tugas ini sama Sekertaris aku, diakan masih baru masih butuh banyak pengalaman..!" Jelas Mikha.


"Ohh iya..!" Dengan wajah penuh kecewa.


"Jangan gitu dong yang mukanya, jangan sedih..! Aku kan jadi ikutan sedih ayang..!" Jelas Mikha yang tak mau istrinya bersedih.


..."Ngga kok yang, udah sana cepetan siap-siap, nanti terlambat takutnya!" Aya malah mengalihkan pembicara'an....


"Emmm, gimana kalau kamu ikut aja ayang, toh nanti juga sebentar yang ngg lama kok, kamu tunggu aja dimobil sebentar, nanti aku kalau udah beres meetingnya aku janji antar kamu belanja, kita Quality time ok!" Jelas Mikha membujuk Aya.


"Wah ide bagus itu ayang..!" Jelas Aya, boleh kalau begitu..!" Wajah Aya kembali berseri.


"Yaudah gih buruan siap-siap yang!" Suruh Mikha pada Aya.


Aya pun segera mempersiapkan diri dengan berdandan natural, tapi tetep aja make up naturalnya itu malah membuat Aya semakin cantik.


"Iya yang..!" Jawab Aya sambil berjalan menghampiri suaminya itu.


Melihat pesona istri yang sangat cantik luar dalam membuat Mikha menjadi melongo dan tak berkedip karena kecantikan istrinya itu.


"Ayang malah bengong..!" Tanya Aya.


"Ngga yang, habis kamu cantik banget yang bikin aku terkagum-kagum..!" Jelas Mikha Confres.


"Arrghhh, ayang bisa aja kamu..!" Jawab Aya tersipu malu, malah membuat wajah Aya merona dan semakin cantik sekali.


"Oh sungguh wanita surga, marah pun kamu terlihat sangat cantik ayang, subhanallah..!" Puji Mikha pada sang istri.


Aya yang dipuji malah semakin salting. Ia malah mengalihkan pandangan Mikha, karena sungguh sangat malu terus ditatap oleh suaminya.

__ADS_1


"Yang, ayo dong udah siang nih, nanti kamu telat loh..!" Ucap Aya mengalihkan pandangan.


"Iya, ayo yang, kamu sih bikin aku kagum terus sampai ngga mau memandang yang lain..!" Jelas Mikha seolah-olah menyalahkan Aya.


"Ayang udah deh, ayo berangkat..!" Tegas Aya sambil berjalan menuju mobil.


Mikha menyusul Aya dan membukakan pintu mobil untuk sang istri.


Ayapun masuk dan duduk tepat dikursi samping Mikha.


Setelah Aya dan Mikha memasuki mobil, Mikha langsung membuat Aya salting untuk ke sekian kalinya. Mikha memasangkan belt untuk Aya.


"Ayang, di pasang dulu ya belt nya biar aman..!" Ujar Mikha lembut.


Kali ini hati Aya makin berdebar, "Duh Mikha ini, malah membuatku semakin berdebar dan salting..!" Gerutu Aya terbebani oleh perasa'annya sendiri. Mikha menyadari hal itu, ia malah menggoda Aya.


"Yang, kamu deg-degan ya? Sampai kedengeran tahu..!" Ucap Mikha menggoda Aya.


"Ngga, siapa yang deg-degan coba..!" Sambung Aya tak ingin Mikha tahu kalau ia sebenarnya memang hatinya berdebar sangat kencang. Dari sana Aya mencoba menenangkan diri dan mengontrol emosinya sebab hatinya malah terus berdebar dengan cepat, semua upaya Aya itu akhirnya sia-sia, yang ada Aya malah semakin salting.


Mikha yang tak ingin istrinya malah makin salting langsung menancapkan gas dan melaju pergi.


Ditengah-tengah perjalanan, Aya tiba-tiba menemukan lipstick yang tentunya bukan miliknya dari loker depan mobil tempat Aya duduk. Aya bingung dan bertanya-tanya, "Sebenarnya ini lipstick siapa ya?" Gerutu Aya curiga pada sang suami.


Melihat Aya mendapati lipstick Mikha mencoba mencairkan suasana agar Aya tak berfikir macam-macam. Bahkan ia sendiri tidak tahu sebenarnya lipstick siapa itu. "Yang, jangan fikir yang aneh-aneh soalnya aku setia banget sama kamu..! Aku juga ngga tahu itu lipstick siapa..!" Ucap Mikha mengklarifikasi semuanya.


Aya no respon menunjukkan ia sangat kecewa pada sang suami, ia langsung memasukkan lipstick itu kembali ke dalam loker dan membisu. Mikha yang bingung harus ngapain soalnya ngga pernah istrinya semarah ini. Aya memang tidak marah tapi ia mendiamkan sang suami, hal itu yang lebih membuat sakit sang suami.


Kali ini Mikha tak dapat membujuk Aya, mungkin karena Aya yang terlanjur marah padanya.

__ADS_1


__ADS_2