
" Malah ada suara orang ketawa seperti menertawakan Mikha. Disini mikha sangat bingung sebenarnya siapa yang meneleponnya..
"Hallo..Siapa ya? " Tanya Mikha penasaran.
"Mau tau gue siapa? Ha.. Haaa.. Haaaa... " Jawab penelepon misterius itu.
"Hallo, siapa anda sebenarnya? " Tanya Mikha.
"Loe ngga perlu tahu gue siapa, asal loe tahu aja, istri loe Aya itu ada ditangan gue..! Haaa... Haaa... " Jelasnya. Disini Mikha sangatlah panik dengan penelepon misterius ini.
"Eh loe, jangan macam-macam sama istri gue ya, dimana loe sembunyi'in Aya? " Tegas Mikha yang takut Aya diapa-apain oleh penjahat itu.
"Bagaimana bisa, Aya adalah milik gue, mana mungkin gue nyakitin Aya. Lie adalah orang yang merebut Aya dari genggaman gue, loe lihat aja ya gue akan balaskan demdam gue ini Mikha..! " Ancam penjahat itu. Mendengar penjelasan itu Mikha langsung panik dan bertanya-tanya siapa sebenarnya yang menculik Aya. Ditengah-tengah percakapan mereka Mikha mendengar suara Aya yang menangis.
"Hikkss.. Hikkss.. Lepasinn... " Jelas Aya memberontak. Mikha yang mendengar ini, ia langsung memanggil Aya. "Ay.. Kamu dimana? Kamu baik-baik saja kan? Tenang Ay aku akan menolongmu dan segera membawamu pulang. Jangan takut Ay..! " Jelas Mikha menenangkan hati Aya. "Mikha... Tolong aku Mikha, aku takut disini..! Hikkss.. Hikksss... " Sahut Aya yang mendengar suara Mikha dari telepon. Telepon pun langsung ditutupnya, oleh Pria bermasker dan kacamata itu. Aya tak mengenali siapa yang tengah menculiknya itu, karena ia pakai masker dan dikacamata. Pria itu langsung menghampiri Aya dan mengelus pipi Aya dengan lembut dan mengatakan "Sayang tenanglah, disini kamu akan baik-baik saja, kamu akan menjadi wanita satu-satunya yang kumiliki. Hahaha... " Jelas Pria misterius itu.
"Sebenarnya kamu siapa? Kenapa kamu menculikku? " Tanya Aya polos.
Pria itu malah terkekeh mendengar Aya.
"Kamu nanya aku siapa? " Tanya kembali Pria itu.
"Iya aku nanya kamu sebenarnya siapa dan apa tujuan kamu menculikku? " Tambah Aya.
Pria itu membuka masker, kacamata serta topi yang ia kenakan. Hal ini membuat Aya sangatlah tercengang. Aya menggelengkan kepalanya dan bertanya-tanya. Ada apa sebenarnya dengan semua ini, kenapa ia tega berbuat seperti ini kepadanya?
"Apaa? Kamuu..? " Aya tercengang melihat wajah asli Pria itu.
"Apa? Kamu kaget melihatku? " Tegas Pria itu.
__ADS_1
"Kenapa? Apa maksud dari semua ini? " Tanya Aya.
"Iya asal kamu tahu Aya, aku sakit hati olehmu, kenapa kamu malah menikah dengan orang lain? " Jelas Pria itu.
"Apa maksudmu? Aku menikah atas kehendak Ayahku, aku tidak mau mengecewakan ayahku. Lagi pula kamu bukan siapa-siapa lagi bagiku, untuk apa aku menunggumu, jika dulu kamu pun malah meninggalkan ku? " Jelas Aya.
"Bohong.. Itu semua pasti kemauan kamu kan? " Elak Pria itu.
"Untuk apa aku berbohong? Kenapa kamu malah jadi seperti ini? Bukannya dulu kamu yang ingin mengakhiri hubungan kita? " Jelas Aya dengan nada tinggi.
Alfero malah terdiam.
"Kenapa diam???? Ayo jawab Allll... Heeeuuu... " Jelas Aya sambil menangis.
"Sayang, ma'af dulu aku meninggalkanmu bukan karena aku tidak mencintau atau memilih pergi demi seseorang yang baru..! " Jelas Pria itu.
Pria itu adalah Alfero. Di Bab ini mulai terkuak satu persatu alasan Aya dan Alfero berpisah.
"Bukannya kamu yang sudah sengaja meninggalkanku demi seseorang yang baru. Kamu pergi bersama Sira kan? Alasanmu meninggalkan ku adalah Sira? " Tegas Aya menguak semua masa lalunya dengan Alfero.
"Diammm!! Ayyaaa..!! " Tegas Alfero menghentikan pertanya'an-pertanya'an yang Aya lontarkan sambil membantingkan hiasan keramik tepatnya vas bunga, Alfero merasa sangat kesal karena ia terus dipojokkan oleh Aya.
Aya yang mendengar Alfero yang sedang marah dan membentaknya langsung terdiam dan membeku, ia merasa kaget karena selama ia berhubungan dengan Alfero, ia tidak pernah se kasar ini. Alfero yang menyadari bahwa ia telah membuat Aya terluka dengan tingkahnya yang sekasar ini, ia minta ma'af.
"Eemm.. Ma'af Aya sudah membuatmu takut! " Jelas Alfero.
Aya hanya terdiam dan memalingkan wajahnya dari Alfero, bahkan ia ememjamkan matanya karena takut Alfero, sa'at itu tangan Alfero penuh dengan cucuran darah, tangannya terluka terkena serpihan-serpihan vas bunga yang pecah itu. Hal itu sangat membuat Aya ketakutan.
Aya malah menggigil melihat sikap Al kali ini..!
__ADS_1
Hal ini membuat Al merasa panik melihat Aya yang menggigil karenanya.
Aya malah menangis dan terus menangis ia takut dengan Al yang sekarang.
Al Maidah ang geram dengan Aya yang semakin nyaring menangis langsung membentak Aya.
"Kau..!! Suuuttt.. Suutt... Bisa diam ngga Aya!!! " Jelas Al sambil mencengkram tangan Aya.
Disni Aya bukannya diam ia malah nangis semakin jadi. Tidak ada cara lagi agar Aya diam, Al langsung membungkam mulut Aya dengan sapu tangan yang sudah diberi parfum, hingga membuat Aya pingsan tak sadarkan diri. Setelah Aya lemas tak berdaya, Al memangku kepala Aya dan mengelus-elus wajah Aya.
"Cantik sabar ya, aku akan menjadikanmu wanita satu-satunya. Ya meskipun kamu sudah menyakiti dan menggores hatiku. Meskipun hati ini sudah hancur menjadi beberapa bagian karena kamu malah menikha dengan orang lain..! Aaaarrrghhhhh... " Al langsung menonjok tembok didepannya karena merasa kesal dengan nasibnya yang malang itu. Harusnya Al sadar "Jika, tidak semua yang kita mau berjalan sesuai apa yang sudah kita rencanakan, semua itu kembali pada sang maha Kuasa, Pemilik Alam Semesta. "
Kita tidak tau, kenapa Tuhan mengambil apa yang kita punya, siapa tahu Tuhan ingin menggantikan dengan apa yang lebih baik lagi dan yang pastinya kita butuhkan. Positif Thinking aja ya teman-teman.
Kini Al berlagak seperti Psikopat yang sangat menyeramkan, ia rela melakukan apapun yang ia inginkan tanpa memikirkan apa resikonya.
Al memang sudah sangat dibutakan oleh cinta ya, hingga berlaku tidak selayaknya manusia.
Al dengan sengaja memotret Aya yang sedang tak sadarkan diri. Ia sengaja mengirimkan foto Aya ke Wathsapp Mikha, diketinnya "Lihatlah Mikha, apa yang sedang terjadi dengan Aya kali ini? " Dengan emoji terbahak-bahak.
Mikha yang kaget dengan notif Wathsapp ini langsung membuka dan melihat apa isi Wathsapp nya itu.
Ternyata itu adalah Wathsapp dari nomor yang sama. Ternyata ada foto Aya yang tak sadarkan diri. Hal ini membuat Mikha semakin panik.
"Jangan macam-macam ya kamu, cepat sebutkan sekarang dimana Aya berada? " Tegas Mikha.
"Kamu tidak perlu tahu, sebab Aya adalah milikki mulai detik ini dan seterusnya.! " Jelas penjahat itu.
Mikha belum mengetahui siapa sebenarnya penjahat itu.
__ADS_1
Tiba-tiba ada suara dari arah belakang pintu.
Brakkk....