
Mikha semakin hari semkain resah, takut membuat Aya kecewa. Tapi mau bagaimana pun Aya sudah mengetahui bahwa Mikha mempunyai kekasih, tapi ia tidak tau jika Mikha masih berhubungan dengan kekasih nya itu.
...****************...
Aya sudah bisa dibawa pulang, Dokter mensarankan Aya dirawat dirumah dan jangan banyak aktifitas, takutnya nanti Aya akan tertimpa lagi penyakit yang belum sempat sembuh.
Setelah membayar administrasi Aya dan Mikha pulang kembali ke rumah.
Sesampaunya dirumah Mikha langsung membaww Aya ke dalam kamar dan menyuruhnya untuk tetap istirahat.
"Aya kamu tidur dulu disini ya jangan banyak gerak, tenang aja aku akan jagain kamu Ok..! " Tawar Mikha dengan senang hati.
"Tapi..! " Jelas Aya terpotong oleh Mikha.
"Tapi apa? Udah jangan banyak mikir ya, biar rumah menjadi tanggung jawab ku! " Tegas Mikha.
"Iya..! " Jawab Aya.
"Diam disini ya, jangan kemana-mana aku ambil bubur yang tadi, kamu diam disini Oke..! " Tegas Mikha bawel.
"Iya suamiku.! " Jawab Aya.
__ADS_1
"Nah gitu dong nurut kalau sama suami itu, jangan banyak membantah..! " Jelas Mikha bangga. Mikha pun segera mengambil bubur untuk makan siang Aya. Tak lama Mikha pun kembali ke kamar dan memberi Aya makan. "Nih, makan dulu ya, biar aku suapin..! " Jelas Mikha mengasongkan sendok tepat didepan wajah Aya.
"Ngga usah, aku bisa kok sendiri juga.. ! " Bantah Aya.
"Udah biar aku suapin aja, jangan ngebantah! " Tegas Mikha. Aya yang mendengar ucapan dari Mikha langsung menuruti kemauan suaminya, bagaimana pun ia harus patuh dan menta'ati perintah suami.
Mikha dengan lembut menyuapi Aya. Mereka sangatlah sweet dan membuat nyamuk iri hati melihatnya.
Setelah makan bubur Mikha memberi Aya jus buah dan sayur, yang bertujuan agar Aya cepat kembali pulih dan sehat.
"Minum juga ini jus buah dan sayurnya agar kamu cepat kembali pulih ya..! " Jelas Mikha. Aya langsung meminumnya sampai tetes terakhir.
Ditengah-tengah keromantisan Aya dan Mikha, tiba-tiba ada teelpon yang mengganggu keromantiaan mereka. Mikha langsung mengambil teleponnya dan membawa telepon itu keluar.
Aya merasa aneh dengan tingkah Mikha yang buru-buru menghindar ketika ada telepon masuk, padahal Mikha bisa angkat saja teelponnya didekat Aya, tidak perlu keluar dan menghindar. Disini Aya penasaran dan emmbuntuti Mikha, ia penasaran sebenarnya siapa yang akhir-akhir ini menelepon Mikha dan membuat Mikha mencurigakan.
Tapi itu tak membuahkan hasil rupanya Mikha tahu kalau Aya membuntutinya dan ia langsung pura-pura melakukan aktifitas lain dan mematikan ponselnya.
"Apa Aya? Aku tahu kamu ada dibalik pintu, kembali lagi aya kekamar ya tidurlah, jangan banyak aktifitas, aku mau kunci pintu dulu. " Jelas Mikha. Aya yang tercyduk langsung salting dan mengiyakan perintah sang suami.
"Iya..! " Aya kembali lagi ke ranjang dan membaringkan badannya.
__ADS_1
Tak lama Mikha menghampirinya, membawakan Aya buah potong yang sudah ia siapkan agar Aya lebih sehat. Setelah mereka makan buah potong bersama, Mikha menyuruh Aya agar segera tidur siang, lagipula Mikha merasa capek iapun ingin beristirahat.
"Ay, tidur siang yuk, aku lelah nih pengen istirahat..! " Jelas Mikha.
"Iya, yukk..! " Jawab Aya mengiyakan ajakan sang suami.
Mikha dan Aya tidur siang bareng, mereka tidur seranjang, tapi ada skat diantara mereka Aya menaruh guling ditengah-tengah kasur sebagai pembatas antara mereka berdua.
"Aku simpan pembatas ini disini ya, jangan ngelewatin pembatas! " Tegas Aya.
"Iya, aku akan balik badan biar kamu ngga takut, aku ngga bakalan macam-macam tenanglah..! " Jelas Mikha yang tak lama iapun tertidur. Sebelum tertidur Mikha menaruh ponselnya dimeja dekat ia tidur. Disini Aya belum bisa tidur karena jantungnya terus berdebar kencang ketika ia berada didekat Mikha, apalah ini harus tidur seranjang, hatinya smeakin berdebar gak karuan.
Aya malah semakin resah guling kesana kemari, tidak bisa tidur. Selain resah karena jantungnya terus berdebar, Aya juga trauma, takut ada yang menculiknya lagi. Mikha merasa terganggu dengan Aya yang guling kesana kemari. Mikha membukakakn matanya dan mencoba menenangkan Aya.
"Ay? Kamu belum tidur? " Tanya Mikha.
"Hehe,, Iya Mikha belum bisa tidur, aku takut ada seseorang lagi membawaku.! " Jelas Aya cemas.
"Sini, tidurlah dipekuaknku, kau janji tak akan macam-macam, aku akan melindungimu, jangan takut..! " Jelas Mikha mencoba menenangkan Aya. Disisi lain Aya merasa bingung, tapi ia juga takut ada yang berbuat jahat lagi padanya. Akhirnya setlelah banyak pertimbangan Aya tidur dipelukan Mikha, Mikha mendekap Aya dan menenangkan Aya agar Aya bisa tidur dengan nyaman. Mikha menepuk-nepukpundak Aya, "Tenang tidurlah aku ada disini, jangan takut..! " Jelas Mikha. Aya bukannya tidur ia malah mendengar suara jantungnya berdegup kencang, begitu juga dengan Mikha. Aya malah canggung dengan badan Mikha yang kekar berotot dan berwarna putih bersih, malah membuat semakin tak karuan.
"Mamp*s deh, Aya bakalan tahu nih kalau jantung gue berdegup dengan kencang, karena aku berada didekat Aya..! " Gerutu Mikha didalam hati. Untuk menutupi rasa tak karuannya Aya pura-pura tertidur. Pas Mikha lihat Aya yang sedang tertidur itu, "Cantik juga, tidur juga masih cantik aja,..! " Ucap Mikha dalam hati.
__ADS_1
Tak sengaja Mikha tiba-tiba mengecup rambut Aya dan memeluk Aya erat. Mikha merasa bersalah karena ulahnya, ia takut melukai Aya kalau Aya tahu yang sebenarnya. Ia tak ingin melukai Aya, tapi lambat laun apapun yang ia sembunyikan akan terkuak pada akhirnya. Seperti pepatah, "Jangan pernah menyembunyikan kebohongan, karena kebenaran akan selalu menemukan jalannya, seperti bayangan, akan menemukan pemiliknya sa'at matahari beranjak pergi..! "Sepandai-pandainya ia menyembunyikan Xena dari Aya, suatu sa'at nanti Aya akan menemukan jalannya untuk mengetahui semua ini. Tapi Mikha masih berharap sebelum Aya mengatahui semua ini, ia sudah mengakhiri dengan masalalu nya dengan kata lain Mikha tak ingin Aya mengetahuinya.
Mikha tak sanggup jika Aya yang belum pulih malah harus menanggung beban seberat ini, lukanya yang belum sembuh malah akan tertindih dengan luka baru yang akan ku goreskan. Ya Allah, aku pasrahkan saja semua padamu, hamba tahu hamba salah, tapi bantu hamba menemukan titik terangnya Ya Allah, hamba tak ingin istri hamba tambah menderita karena hamba. Jika mwmang garis mu menuju kesana, bantu Aya untuk tetap tegar, janganlah biarkan Aya menangis dan bersedih, karena hamba yak akan sanggup jika itu terjadi, hamba akan merasa kalau hamba sudah menjadi manusia bahkan suami yang gagal membahagiakan istri. Tak dilepasnya pelukan kasih sayang itu, Mikha terus memeluk Aya dan meneteskan air mata.