Sabarku Yang Terus Kau Sia-Siakan!

Sabarku Yang Terus Kau Sia-Siakan!
Bab. XXX JANJI SEORANG ISTRI


__ADS_3

"Iya, Mikha aku takut, karena kamu pernah nonton film terlarang itu, aku takut kamu emnuntut kewajiban ku sebagai seorang istri..! " Jelas Aya berkaca-kaca dengan wajahnya yang memerah membuatnya semakin merona..


Mendengar penjelasan Aya, Mikha malah terkekeh mendengarnya.


"Kenapa salah? " Tanya Aya bertanya-tanya.


"Ngga juga, pengen ngakak aja Ay..! " Jelas Mikha yang menahan tawanya.


"Emangnya lucu? " Tanya Aya.


"Ngga, kamu sih ngarang banget Ay, masa iya aku tiba-tiba grepek-grepekin kamu gak jelas, ngga lah Ay, tenang aja kali, dijamin aman deh..! " Jelas Mikha bahwa yang Aya fikirkan terlalu jauh.


"Haha, lega lah kalau begitu, aku bersyukur kalau kamu ngga akan macam-macam sama aku..! " Jelas Aya dengan lega.


"Eh, tapi kan tadi katanya mau punya dede bayi? Yokk kita bikin aja..! " Goda Mikha menahan tawanya.


"Hah? Mikhaaaa, janganlah pleaseeeee, ku mohon jangan! " Pinta Aya sambil kesal dan berkaca-kaca.


"Iya canda doang Aya! " Jelas Mikha bahwa ia hanyalah menggodanya, bukan real ngajak Aya.


"Mikha, ma'af ya aku belum bisa memberikan hak mu sebagai suami, juga belum bisa menjadi istri seutuhnya..! " Perminta'an ma'af Aya pada Mikha, ia rasa ia belum pantas disebut sebagai istri, juga belum bisa menjadi istri yang baik untuk Mikha.


Mikha langsung menutup mulut Aya yang terus insecure itu.


"Suutt! Dengar Ay, aku menerima kamu apa adanya, juga menerima segala kurang dan lebihnya kamu, aku janji aku juga berusaha mencintaimu sepenuhnya! " Janji Mikha pada Aya.


...****************...


Keesokan harinya Mikha dan Aya menjalani aktivitas seperti bibiasa


Sarapan pagi, seperti biasa mereka sarapan bersama, namun kali ini Mikha yang menyiapkan makan untuk mereka berdua, Mikha bangun lebih awal daripada Aya.


Mikha menyiapkan sarapan pagi dengan gesit, ya meskipun makanannya hasil Delivery order, tapi usahanya lah yang dinilai.


Mikha membangunkan Aya yang masih tidur lelap.


Ia menuju kamar dan membangunkan Aya dengan lembut.


"Aya..! " Bisik Mikha lembut ditelinga Aya.


Tapi Aya masih lelap tidur dan tak ada respon. Mikha menggunakan cara lain, yaitu meniup mata Aya, tapi hal itu masih sia-sia. Aya malah menarik selimutnya dan menutupi wajahnya dengan selimut.


"Hih susah banget ya, ngebanginin kebo satu ini! " Keluh Mikha.


Lama Mikha berfikir apa cara yang sangat ampuh membangunkan Aya dan pada akhirnya Mikha menemukan cara terbaik dan dijamin paling ampuh membangunkan Aya.

__ADS_1


Mikha membuka selimut Aya dengan menariknya sampai wajah Aya terbuka. Lalu dengan spontan Mikha mengecup wajah Aya berkali-kali dan ya, benar sekali Aya kali ini bangun, memang kecupan Mikha sangatlah ampuh.


"Mikha..! " Ucap Aya menggisik-gisik matanya, Mikha nenyuruhnya bangun untuk duduk terlebih dahulu.


"Ayo sayang, duduklah..! " Ucap Mikha membangunkan Aya perlahan. Aya terbangun dan membuka kedua matanya secara perlahan dan hal mengejutkan terjadi, dimana Aya yang masih mengantuk membuka matanya pelan tiba-tiba disuguhkan dengan waiah Mikha yang berjarak 5cm dari wajah Aya, hal itu membuat aya sangat terkejutterkejut dan langsung memalingkan wajahnya dari tatapan Mikha yang sangat dekat.


"Mikha, kamu bikin kaget aja, orang baru bangun juga..! " Jelas Aya kesal karena ia merasa kaget.


"Hehe, ma'afin aku ayang ku, habisnya kamu susah bangun sih jadinya aku terpaksa deh bangunin kamu dengan cara yang kek gini..! Yuk makan dulu yang, udah siap sarapannya..! " Jelas Mikha meminta ma'af pada Aya.


"Aku pengen kamu nyanyi dulu deh sebagai hukumannya karena udah bikin aku kaget..! Trus habis itu kamu gendong aku sampai meja makan, soalnya aku mager..! " Pinta Aya.


"Oke, mau dinyayikan lagu apa nih? Hehe.. " Tanya Mikha.


"Emm.. Pengen lagu yang selow, apa ya? " Ucap Aya sambil memikirkan lagu apa yang ingin dinyanyikan untuknya.


"Iya apa ayang? " Tanya Mikha bingung.


"Aku penegn dinyanyi'in lagu, Menepi, tau nggak? " Tanya Aya.


"Oh iya tahu, bentar ekhemm.. Tapi kamu jangan ketawa ya kalau misal ada yang salah, soalnya aku lupa-lupa ingat sama lagunya..! " Jelas Mikha.


"Iya nggak bakal deh aku ketawain kamu, yang ada aku seneng banget dinyanyi'in sama kamu..! " Jelas Aya.


"Okelah, kalau begitu..!


Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi


Yang harus ku pendam dalam mengagumi dirimu


Melihatmu genggam tangannya nyaman di dalam pelukannya


Kau yang pernah singgah di sini


Dan cerita yang dulu engkau ingatkan kembali


Tak mampu aku tuk mengenang lagi


Biarlah kenangan kita pupus di hati


Tak ada waktu kembali untuk mengulang lagi


Mengenang dirimu diawal dulu


Ku tahu dirimu dulu hanya meluangkan waktu

__ADS_1


Sekedar melepas kisah sedihmu


Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi


Yang harus ku pendam dalam mengagumi dirimu


Melihatmu genggam tangannya nyaman di dalam pelukannya


Tak ada waktu kembali untuk mengulang lagi


Mengenang dirimu diawal dulu


Ku tahu dirimu dulu hanya meluangkan waktu


Sekedar melepas kisah sedihmu


(Tiba-tiba pas bagian ini Mikha menggenggam tangan Aya dan menciumi tangan Aya dengan tulus)


Aya yang kaget, langsung ikut menghayati lagu yang dibawakan oleh Mikha.


Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi


Yang harus ku pendam dalam mengagumi dirimu oh


Melihatmu genggam tangannya nyaman di dalam pelukannya


Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi


Yang harus ku pendam dalam mengagumi dirimu oh


Melihatmu genggam tangannya nyaman di dalam pelukannya


Tersadar dan sedikit menepi


Tersadar dan sedikit menepi..... " Setelah selesai bernyanyi, Mikha masih memegangi tangan Aya dan berkata.


"Aya, dalam keada'an apapun aku ingin kamu berjanji untuk tidak meninggalkan aku sendirian, aku ingin kamu selalu ada disamping aku walaupun dititik paling hina..! " Jelas Mikha yang tak henti menciumintangan Mikha dan berkaca-kaca.


Mendengar itu, Aya langsung menggenggam erat tangan Mikha yang sedang memegang tangannya.


"Ngomong apa'an sih Mikha kamu ini? Ya pasti lah aku selalu ada disamping kamu, mau apapun keada'an mu nantinya, aku akan selalu setia menemanimu, walaupun dunia melarangku untuk selalu disamping kamu! Hanya azal yang bisa memisahkan aku dan kamu..! " Jelas Aya begitu dalam.


"Janji? " Tanya Mikha memastikan ucapan Aya.


"Iya Mikha, aku janji, kamu boleh menuntut janjiku ini jika aku tak menepati janjiku kelak. Aku akan selalu menemanimu kapanpun hingga kamu sendirilah yang menyuruh ku untuk pergi aku tak akan pernah pergi..! " Jelas Aya dengan tulus.

__ADS_1


__ADS_2