Sabarku Yang Terus Kau Sia-Siakan!

Sabarku Yang Terus Kau Sia-Siakan!
BAB. XIII Penculikan Aya


__ADS_3

Kini keada'an Ayah sudah cukup membaik. Dokterpun membolehkan Ayah untuk pulang, tapi tetap Ayah harus mengikuti prosedur kesehatan, karena Ayah belum sembuh total.


Mikha langsung mengurus administrasi dan Aya berkemas untuk membawa Ayah pulang.


Keada'an sungguh kian membaik. Setelah mengurus semua administrasi Mikha kembali keruangan dan mengajak Aye menemui Dokter untuk berkonsultasi dengan dokter.


Aya dan Mikha keruangan dokter dan berkonsultasi dengan kesehatan Ayahnya.


"Dok bagaimana dengan keada'an Ayah saya? Apa yang harus kami lakukan untuk Ayah nanti dirumah..? " Tanya Aya pada dokter.


"Cukup berikan vitamin yang sudah kami resepkan, oh iya satu lagi jangan buat pasien merasa syok atau apapun yang sekiranya membuat pasien kaget. Tolong dijaga perasa'an pasien, ia juga tidak boleh terlalu banyak fikiran karena akan menyebabkan pasien dropp kembali! " Tegas dokter.


"Baik, terimakasih Dok, sekarang saya bisa membawa Ayah saya pulang kan? " Tanya Aya.


"Iya, nanti setelah dzuhur pasien boleh pulang, kami akan memeriksa ulang nanti sebelum apsien pulang..! " Jelas dokter.


Aya dan Mikha kembali menghampiri Ayah dan menyampaikan kabar bahagia jika Ayah sudah boleh kembali pulang. Ayahpun ikut bahagia ketika mendengar berita itu, Ayah semangat untuk pulang. Mereka pun segera pulang setelah diberi izin oleh pihak Rumah Sakit.


...****************...


Tidak seterusnya mereka bahagia, ada aja ujian yang menimpa, setelah masalah Atah di Rumah Sakit, kini keluarga mereka ditimpa lagi ujian.


Tok.. Tok... Suara orang mengetuk pintu depan, Aya pun segera kedepan rumah.


"Ada apa ya? " Tanya Aya pada dua orang didepan pintu yang memakai baju berompi hitam dan berwajah seram.


"Apakah benar saudara Aya? " Tanya Pria itu seram.


"Ma'af dengan siapa ya? " Tanya Aya memastikan itu siapa dan ada keperluan apa sama Ayah.

__ADS_1


Gerak-gerik dua orang itu sangat mencurigakan, mereka melihat ke arah samping dan depan dan tiba-tiba menyergap Aya. Aya pun awalnya memberontak tapi karena mulutnya ditutup kain yang sudah diberi parfum, Aya malah tak sadarkan diri, kedua orang itu langsung membawa Aya.


Aya dimasukkan ke dalam mobil dan langsung dibawa pergi, entah kemana mereka membawa Aya dan atas perintah siapa?.


Disisi lain Mikha yang merasa ada yang ganjil, sebab istrinya yang tadi membuka pintu untuk tamu, tak kunjung kembali. Mikha langsung ke arah depan rumah dan tak menemukan Aya disana.


"Ay.. Aya dimana kamu? " Seru Mikha. Tapi sayangnya tak ada respon. Mikha mulai panik dan mencari Aya disekitar rumah. Tapi tetap saja Aya tak ditemukan. Tiba;tiba ada notif WA dari nomor yang tidak diketahui mengirimkan pesan pada Mikha. Pesannya berisi foto, Mikha langsung membuka isi pesan itu, dengan syok Mikha melihat bahwa pesan yang ia dapat tak lain adalah foto Aya yang sedang tak sadarkan diri, entah apa yang mereka maksudkan mengirim foto Aya ke Mikha. Wntah dengan sengaja agar Mikha tahu kalau Aya diculik atau memang sengaja agar Mikha mencari Aya? atau apa sebenarnya notif dari penculikan ini?


Disini Mikha yang khawatir akan keadaan Aya, langsung menghubungi pihak berwajib dan mencari Aya, tapi ia bingung harus mulai darimana? Mikha putus asa dan khwatir dengan keadaan Aya, ia takut Aya kenapa-kenapa.


Mikha langsung menelepon temannya untuk meminta bantuan.


"Hallo, Bim tolong gue dong..! " Ucap Mikha.


"Tolongin apa ya bro? " Tanya teman Mikha.


"Ini istri aku ada yang nyulik, tapi aku bingung harus mencarinya mulai darimana? " Jelas Mikha yang terlihat sangat khawatir.


Mikha yang sedang sedih dan merasa dirinya payah tidak bisa menjaga istrinya dan melindunginya. Mikha merasa kesal dengan dirinya.


Mikha langsung mmengirim lokasinya dan menunggu temannya itu.


...****************...


Disisi lain Aya yang diculik itu masih tak sadarkan diri. Aya dibawa ke suatu tempat yang memang jauh dari pemukiman. Aya disembunyikan di tengah hutan bersama para penculik itu. Tak ada satupun yang mengetahui dimana Aya berada, termasuk Mikha suami Aya sendiri yang mulanya Aya bersamanya dipagi hari, tapi Mikha masih saja lalai dan tidak mengetahui bahwa Aya diculik.


"Hallo, bos ini bagaimana? Kita gimanain ini cewe? " Tanya penculik itu dengan seseorang yang telah meneleponnya.


"Jangan sentuh sedikitpun wanita itu, awas saja kalau kamu berani menyentuhnya sedikitpun atau melukainya, lihat apa yang akan aku lakukan pada kalian..! " Tegas seseorang dalam telepon itu, yang diduga adalah dalang dari semua ini.

__ADS_1


"Bbb.. Bbaik bos..! Kami akan melakukan apapun yang bos minta..! Kami tak akan menyentuhnya ataupun menyakitinya, kami janji..! " Jelas penculik itu dan ditutuplah teleponnya.


Para penculik itu berunding atas perintah dari atasannya itu.


"Broo.. Kata bos kita tidak boleh menyentuhnya ataupun menyakitinya, jika terjadi apa-apa sampai kita membuat wanita ini terluka habis lah kita. Bos akan menghabisi kita..! " Jelas kepala penculik itu.


"Baik..!" Ucap kompak komplotan penculik itu.


Komplotan penculik itu membawa Aya dan mengikat tangan Aya dikursi. setelah beberapa menit Aya diikat tangannya Aya tersadarkan diri, ia merasa pusing kleyengan, rupanya karena efek parfum yang tadi dipakai untuk membungkamnya.


Mata Aya mulai terbuka dan penglihatannya masih kunang-kunangkunang-kunang, melihat sekelilingnya yang terlihat sangat asing.


"Huk.. uhuk.. Dimana ini? " Ucap Aya yang baru sadarkan diri.


Para penculik itu menunggu Aya didepan ruangan tempat Aya disekap. Mereka tidak sadar kalau Aya kini sudah sadarkan diri.


Aya merasa sakit dipergelangan tangannya, ternyata tangannya diikat kuat oleh para komplotan penculik itu.


"Arrgghh...! " Teriak Aya sambil melihat tangannya yang kemerahan karena terlalu kuat ditali. Malah ada sedikit luka lecet tepat dibagian pergelangan tangannya. Teriak Aya membuat para komplotan penculik menyadari adanya teriakan wanita, tapi mereka masih belum sadar siapa sebenarnya wanita yang berteriak itu.


"Husshh.. Diamm..! " Ucap salah satu penculik menghentikan aktifas ngobrolnya dan menyuruh temannya itu mendengarkan instruksi yang ia instruksikan.


"Kalian, diam sebentar dan coba dengarkan, kayak ada yang berteriak kesakitan bener ngga sih? " Sambung penculik itu.


"Iya.. Bener aku denger barusan..! " Ucap salah satu penculik lainnya.


"Jadi merinding.. Jangan-jangan... Dirumah ini ada penunggunya lagi, hih jadi serem deh..! " Ucap salah satu dari 3 penculik itu, yang merasa ketakutan dengan apa yang terjadi dan membuat temannya merasakan hal yang sama..


"Bagaimana ini? " Tanya salah satu dari mereka.

__ADS_1


Mereka bertiga malah saling tatap menatap dan merasa semakin naik bulu kuduknya, hingga mereka bertiga ketakutan dan berpelukan erat.


Kelakuan mereka malah seperti anak kecil yang ketakutan akan hantu.


__ADS_2